Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Bureaucratic Reform and Economic Growth: The Case of Bintan Regency's Development Strategy Ibaniyah, Ibaniyah; Metyana, Irma; Sintiana, Ranti Marshanda; Dewi, Sri Kesuma; Ramadan, Syafiq
Journal Governance Bureaucratic Review Vol. 1 No. 1 (2024): December, 2024
Publisher : Center for Maritime Policy Governance Studies (CMPGS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jgbr.v1i1.7133

Abstract

Bureaucratic reform is a critical driver of economic growth, especially in decentralized regions where local governance quality directly affects development outcomes. This study investigates the impact of bureaucratic reform on the economic performance of Bintan Regency, Indonesia. Using a qualitative case study approach that includes document analysis and systematic literature review, the research explores how administrative modernization contributes to improved service delivery, investment facilitation, and institutional efficiency. Findings reveal that reform initiatives particularly digital licensing systems, streamlined bureaucratic processes, and enhanced inter-agency coordination have significantly supported economic growth. In 2023, Bintan recorded a 6.14% GRDP growth, with the manufacturing sector contributing 40.25% and capital formation accounting for 59.99% of the growth from the expenditure side. These outcomes align with meta-analytic evidence that highlights the positive effects of bureaucratic transparency and performance-based governance on regional development. However, challenges such as political clientelism and institutional fragmentation remain barriers to sustained reform. The study concludes that while Bintan's reforms have yielded tangible economic benefits, long-term success depends on embedding reform into legal and operational structures, ensuring resilience against political disruptions. This case provides practical insights for policymakers seeking to align governance innovation with inclusive economic development. The research highlights the importance of adaptive bureaucratic structures in achieving inclusive economic growth, suggesting that Bintan’s experience can serve as a model for other regions facing similar governance challenges.
PENDIDIKAN RESPONSIVE GENDER MELALUI PENGASUHAN ORANGTUA UNTUK ANAK USIA DINI DI RA AL-IKHLAS KONGGO KECAMATAN SUNGGAL KAB DELI SERDANG. Nofianti, Rita; Munisa, Munisa; Dewi, Sri Kesuma
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 2 (2024): Volume 7 No. 2 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i2.26543

Abstract

Pendidikan Responsif Gender merupakan pendekatan yang penting dalam pengasuhan anak usia dini, terutama di Raudhatul Athfal (RA), untuk menciptakan lingkungan yang inklusif dan mendukung perkembangan anak secara holistik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji praktik pengasuhan orangtua dalam menerapkan pendidikan responsif gender di RA Al-Ikhlas Konggo. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orangtua di RA Al-Ikhlas Konggo memiliki kesadaran yang tinggi terkait pentingnya pendidikan responsif gender dalam pengasuhan anak. Mereka menggunakan pendekatan yang inklusif dan memberikan perhatian khusus terhadap perbedaan gender dalam memperlakukan anak-anak. Selain itu, orangtua juga aktif dalam memberikan pemahaman pada anak-anak tentang kesetaraan gender dan mengajarkan nilai-nilai kesetaraan melalui contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya peran orangtua dalam mendorong pendidikan responsif gender di lingkungan pendidikan anak usia dini, serta perlunya dukungan dari lembaga pendidikan dan pemerintah dalam menyediakan pelatihan dan sumber daya yang mendukung implementasi pendidikan responsif gender.