Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Perbandingan Kasus Nekrosis Pulpa dengan Gangren Radiks di Poli Gigi UPTD Puskesmas Baturiti II Tabanan Kadek Adisty Maharani Putri; Ni Putu Idaryati; Ni Luh Putu Ariani
JURNAL RISET RUMPUN ILMU KEDOKTERAN Vol. 4 No. 3 (2025): Desember : Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrike.v4i3.6599

Abstract

Dental and oral health is still a significant problem in Indonesia. Riskesdas 2018 data shows that 57.6% of the population has dental and oral problems, while only 2.8% brush their teeth properly. This condition is a serious concern because untreated dental caries can develop into pulp necrosis and subsequently radical gangrene. Both conditions have the potential to cause infections that can interfere with people's quality of life if not treated immediately. This study aims to compare the prevalence of visits to pulp necrosis and radical gangrene based on gender and age at the UPTD Baturiti II Tabanan Health Center during January-March 2025. The research uses a quantitative descriptive method with a purposive sampling technique based on secondary data from the E-Puskesmas system. The results showed that the prevalence of gangrene radicals (7.2%) was higher than that of pulp necrosis (5.9%). Female patient visits were more dominant in both cases, namely 52.7% in pulp necrosis and 56.5% in radical gangrene. The age distribution showed that the age group of 20–44 years dominated in cases of pulp necrosis (42.1%), while gangrene radicals occurred more in the age group of 45–59 years (34.8%). These results indicate a delay in dental care that contributes to the progression of the disease. The high number of these incidents cannot be separated from behavioral factors and the low level of public knowledge in maintaining dental and oral health. Therefore, increasing communication, information, and education efforts at the level of primary health care facilities is essential to encourage public awareness. Early detection and timely treatment are key in preventing serious complications such as pulp necrosis and radical gangrene.
Comparison of pulp necrosis and root gangrene cases at the Dental Clinic of the Baturiti II Community Health Centre in Tabanan: Perbandingan kasus nekrosis pulpa dan gangren radiks di Poli Gigi UPTD Puskesmas Baturiti II Tabanan Kadek Adisty Maharani Putri; Ni Putu Idaryati; Ni Luh Putu Ariani
Makassar Dental Journal Vol. 14 No. 3 (2025): Volume 14 Issue 3 December 2025
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karies gigi yang tidak dirawat dapat berkembang menjadi nekrosis pulpa dan selanjutnya menjadi gangren radiks; keduanya berpotensi menimbulkan infeksi jika dibiarkan. Penelitian ini membandingkan prevalensi kunjungan kasus nekrosis pulpa dan gangren radiks berdasarkan jenis kelamin dan usia di UPTD Puskesmas Baturiti II Tabanan selama Januari-Maret 2025. Metode deskriptif kuantitatif digunakan dengan teknik purposive sampling pada data sekunder sistem e-puskesmas. Tampak prevalensi gangren radiks (7,2%) lebih tinggi dibandingkan nekrosis pulpa (5,9%). Kunjungan pasien perempuan lebih dominan pada kedua kasus, 52,7% pada nekrosis pulpa dan 56,5% pada gangren radiks. Kelompok usia 20-44 tahun menjadi usia terbanyak pada nekrosis pulpa (42,1%), sedangkan gangren radiks paling banyak terjadi pada usia 45-59 tahun (34,8%). Hal ini menunjukkan keterlambatan perawatan gigi yang berdampak pada progresivitas penyakit. Faktor perilaku dan tingkat pengetahuan masyarakat yang masih rendah turut berkontribusi terhadap tingginya angka kejadian. Disimpulkan bahwa peningkatan komunikasi, informasi, dan edukasi mengenai kesehatan gigi dan mulut diperlukan terutama pada fasilitas pelayanan kesehatan primer.
Incidence rate of third molar impaction cases during a two-quarter period in patients at the Dental Clinic of the Baturiti II Community Health Centre in Tabanan: Angka insiden kasus impaksi molar 3 selama periode dua triwulan pada pasien di Poli Gigi UPTD Puskesmas Baturiti II Tabanan Dewa Indra Kusuma; Ni Putu Idaryati; Ni Luh Putu Ariani
Makassar Dental Journal Vol. 14 No. 3 (2025): Volume 14 Issue 3 December 2025
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Impaksi molar ketiga merupakan salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut yang sering dijumpai di layanan kesehatan primer seperti Puskesmas. Artikel ini melaporkan angka insiden kasus impaksi molar ketiga berdasarkan usia dan jenis kelamin selama periode dua triwulan pada pasien di poli gigi UPTD Puskesmas Baturiti II Tabanan. Penelitian deskriptif ini mengambil data sekunder dari sistem E-Puskesmas. Total pengunjung poliklinik gigi UPTD Puskesmas Baturiti II Tabanan selama periode tersebut adalah 985 orang, dan jumlah kasus impaksi sebanyak 32 orang, menghasilkan prevalensi sebesar 3,24%. Berdasarkan jenis kelamin, kasus impaksi lebih banyak terjadi pada perempuan (59,3%) dibandingkan laki-laki. Sementara berdasarkan usia, kelompok usia 20-44 tahun merupakan kelompok prevalensi terbanyak (81,25%). Disimpulkan bahwa usia dewasa muda dan perempuan memiliki risiko lebih tinggi mengalami impaksi molar ketiga.
Comparison of dental caries cases in paediatric and adult patients at the Dental Clinic of the Baturiti II Community Health Centre, Tabanan: Perbandingan kasus karies gigi pada pasien anak dengan dewasa di Poli Gigi UPTD Puskesmas Baturiti II Tabanan Ni Made Yunita Maharani Dewi; Ni Putu Idaryati; Ni Luh Putu Ariani
Makassar Dental Journal Vol. 14 No. 3 (2025): Volume 14 Issue 3 December 2025
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan rongga mulut memegang peranan penting dalam menciptakan pola hidup sehat. Karies atau gigi berlubang merupakan penyakit di rongga mulut yang paling banyak yaitu 60-90% anak sekolah dan hampir 100% orang dewasa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan kasus karies gigi yang terjadi pada pasien anak dan dewasa di poli gigi Puskesmas Baturiti II Tabanan. Penelitian kuantitatif dengan desain observasi deskriptif, dilakukan secara purposive sampling pada pasien anak usia 6-11 tahun, dan dewasa bersia 26-45 tahun yang mengalami karies di Poli Gigi Puskesmas Baturiti II Tabanan. Hasil penelitian ini yaitu kunjungan pasien karies pada bulan Januari hingga Maret 2025 sebanyak 22 pasien. Kelompok karies berdasarkan usia tertinggi terjadi pada usia dewasa (82,4%), menurut jenis kelamin yaitu laki-laki sebanyak 12 orang (54,5%). Disimpulkan bahwa perlu dilakukan penyuluhan terhadap cara menjaga kesehatan gigi dan mulut serta cara mencegah, dampak, dan perawatan yang tepat untuk karies sehingga dapat menurunkan angka kejadian karies baik pada anak maupun orang dewasa.