Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Hubungan Antara Pola Makan Dengan Anemia Pada Ibu Hamil Di RSIA Nasana Pura Kota Palu Peranika; Agnes Erlita Distriani Patade; Vidya Urbaningrum
Gudang Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2024): GJIK - AGUSTUS s/d JANUARI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjik.v2i2.853

Abstract

Anemia kehamilan disebut potential danger to mother and child (potensial membahayakan ibu dan anak). Pola makan pada ibu hamil adalah makanan yang dikonsumsi oleh ibu hamil harus memiliki jumlah kalori dan zat-zat gizi yang sesuai dengan kebutuhan serta mengkonsumsi vitamin tablet penambah darah. Studi pendahuluan mengatakan para ibu hamil tersebut memiliki pola makan yang tidak baik selama kehamilan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara pola makan dengan anemia pada ibu hamil di RSIA Nasana Pura. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif menggunakan survei analitik dengan rancangan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil trimester II dan III yang datang di RSIA Nasana Pura dengan penentuan sampel menggunakan rumus estimasi proporsi yang jumlah populasinya tidak diketahui didapatkan sebanyak 44 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 19 responden yang pola makannya kurang terdapat 17 orang (89,5%) yang mengalami anemia dan 2 orang (10,5%) yang tidak mengalami anemia, 11 responden yang pola makannya cukup terdapat 2 orang (18,2%) yang mengalami anemia dan 9 orang (81,8%) yang tidak mengalami anemia dan 14 responden yang pola makannya baik terdapat 1 orang (7,3%) yang mengalami anemia dan 13 orang (92,9%) yang tidak mengalami anemia. Berdasarkan hasil uji Chi-Square nilai didapatkan p value 0,000 ≤ 0,05, maka H0 ditolak dan Ha diterima. Simpulannya ada hubungan antara pola makan dengan anemia pada ibu hamil. Saran bagi RSIA Nasana Pura agar dapat meningkatkan pencegahan mengenai anemia dalam kehamilan sehingga faktor risiko anemia dapat diatasi dan ibu hamil dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga pola makan dan juga dijadikan informasi tentang hubungan pola makan dengan kejadian anemia pada ibu hamil.
Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Kemampuan Sosialisasi Pada Anak Prasekolah Di TK Dharma Wanita Lullu Lillah; Agnes Erlita Distriani Patade; Elifa Ihda Rahmayanti
Gudang Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2025): GJIK - FEBRUARI s/d JULI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjik.v3i1.983

Abstract

Pentingnya sosialisasi bagi setiap anak menjadi tanggung jawab orang tua, masyarakat dan pemerintah untuk mengajarkan dan mewariskannya kepada anak-anak. Namun, saat ini masih banyak orang tua, masyarakat dan pemerintah yang mengabaikan proses sosialisasi yang dialami oleh anak- anak. Akibatnya anak-anak tersebut kurang memahami perbedaan antara yang baik dan yang buruk. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan pada orang tua yang ada saat mengantar anaknya sekolah, dari 3 orang orang tua menyatakan tidak memahami bagaimana menilai kemampuan sosialisasi anak yang baik. Tujuan penelitian dianalisis adanya hubungan pola asuh orang tua dengan kemampuan sosialisasi pada anak prasekolah di TK Dharna Wanita Desa Lombonga . Jenis penelitian menggunakan penelitian kuantitatif dengan penelitian deskriptif korelasional. Populasi pada penelitian ini sebanyak 35 responden dengan teknik pengambilan sampel penelitian ini yaitu (Total Sampling). Hasil Penelitian dari 35 responden dengan menggunakan analisis Uji Chi-square diperoleh p-value =0.004 <p=0.05. Simpulannya ada hubungan pola asuh orang tua dengan kemampuan sosialisasi pada anak prasekolah di TK Dharma Wanita Desa Lombonga. Saran diharapkan lebih meningkatkan penerapan pola asuh yang baik dan benar terutama untuk masyarakat atau orang tua anak prasekolah ilmu pengetahuan dalam memberikan pola asuh anak yang baik dan benar, sehingga orang tua dapat memberikan pengasuhan yang tepat bagi anak. Kata Kunci : Pola Asuh, Kemampuan Sosialisasi
Hubungan Status Imunisasi Dasar Dengan Kejadian Bronkopneumonia Pada Pasien Anak Di Ruang Perawatan Anak RSUD Madani Provinsi Sulawesi Tengah Anastassia Greatia; Agnes Erlita Distriani Patade; Mutmaina
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5214

Abstract

Latar Belakang: Bronkopneumonia merupakan infeksi saluran pernapasan bawah yang masih menjadi penyebab morbiditas pada anak. Status imunisasi dasar yang tidak lengkap dapat menurunkan perlindungan imun dan Meningkatkan risiko bronkopneumonia. Tujuan: Menganalisis hubungan status imunisasi dasar dengan kejadian bronkopneumonia pada pasien anak di Ruang Perawatan Anak RSUD Madani Provinsi Sulawesi Tengah. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain potong lintang pada 41 anak, menggunakan consecutive sampling dan uji Chi-Square. Hasil: Sebagian besar responden memiliki imunisasi dasar tidak lengkap dan mengalami bronkopneumonia berulang; terdapat hubungan signifikan (p = 0,001). Simpulan: Status imunisasi dasar berhubungan signifikan dengan kejadian bronkopneumonia pada anak.
HUBUNGAN PERAN PERAWAT DAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK TERHADAP TINGKAT KECEMASAN ANAK DI RUANG RAMBUTAN RSUD MADANI: THE CORRELATION BETWEEN NURSES’ ROLES AND THERAPEUTIC COMMUNICATION WITH ANXIETY LEVELS AMONG CHILDREN IN THE RAMBUTAN WARD OF MADANI HOSPITAL Elvani Rosita Dewi; Agnes Erlita Distriani Patade; Arfiah
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 14 No. 01 (2026): Vol. 14 No.1 , Januari 2026
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52236/ih.v14i1.860

Abstract

Pendahuluan. Kecemasan pada anak selama menjalani hospitalisasi merupakan masalah penting karena dapat menghambat proses pemulihan dan menimbulkan dampak psikologis jangka panjang. Peran perawat dan kualitas komunikasi terapeutik menjadi faktor yang sangat menentukan dalam membantu anak beradaptasi dengan lingkungan perawatan. Tujuan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara peran perawat dan komunikasi terapeutik dengan tingkat kecemasan anak di Ruang Rambutan RSUD Madani. Metode. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 78 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling dari populasi 362 pasien anak. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner peran perawat, komunikasi terapeutik, dan tingkat kecemasan anak, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menilai peran perawat dan komunikasi terapeutik berada dalam kategori baik, sementara tingkat kecemasan anak berada pada kategori rendah. Terdapat hubungan signifikan antara peran perawat dengan tingkat kecemasan anak (p = 0,029) serta antara komunikasi terapeutik dengan tingkat kecemasan anak (p = 0,032). Kesimpulan. Peran perawat dan komunikasi terapeutik berperan penting dalam menurunkan kecemasan anak selama menjalani perawatan. Peningkatan kompetensi komunikasi terapeutik perawat perlu dilakukan sebagai upaya mendukung kualitas pelayanan keperawatan anak
HUBUNGAN POLA MAKAN DAN GAYA HIDUP DENGAN KEJADIAN DISPEPSIA PADA ANAK DI RUANG PERAWATAN RAMBUTAN RSUD MADANI PROVINSI SULAWESI TENGAH: THE CORRELATION BETWEEN DIETARY PATTERNS AND LIFESTYLE WITH THE INCIDENCE OF DYSPEPSIA AMONG CHILDREN IN THE RAMBUTAN INPATIENT UNIT OF RSUD MADANI, CENTRAL SULAWESI PROVINCE Hildayanti; Agnes Erlita Distriani Patade; Mikaela Delpin Fristalia
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 14 No. 01 (2026): Vol. 14 No.1 , Januari 2026
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52236/ih.v14i1.862

Abstract

Pendahuluan. Dispepsia merupakan gangguan pencernaan yang sering dialami anak dan berdampak pada kenyamanan serta aktivitas sehari-hari. Faktor yang paling berperan dalam munculnya dispepsia pada anak adalah pola makan tidak teratur dan gaya hidup yang kurang sehat, seperti rendahnya aktivitas fisik dan kebiasaan makan yang kurang tepat. Kondisi ini ditemukan meningkat pada pasien anak di Ruang Perawatan Rambutan RSUD Madani Provinsi Sulawesi Tengah. Tujuan. Mengetahui hubungan pola makan dan gaya hidup dengan kejadian dispepsia pada anak di Ruang Perawatan Rambutan RSUD Madani Provinsi Sulawesi Tengah. Metode. Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi adalah anak usia 5–18 tahun sebanyak 65 orang. Sampel ditentukan menggunakan purposive sampling berjumlah 53 responden. Data diperoleh melalui kuesioner pola makan dan gaya hidup serta telaah rekam medis. Analisis menggunakan uji continuity correction dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil. Sebagian besar responden memiliki pola makan baik, gaya hidup baik, dan terdiagnosis dispepsia. Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pola makan dengan kejadian dispepsia (p=0,040) dan antara gaya hidup dengan kejadian dispepsia (p=0,030). Kesimpulan. Terdapat hubungan pola makan dan gaya hidup dengan kejadian dispepsia pada anak di Ruang Perawatan Rambutan RSUD Madani. Edukasi mengenai pola makan teratur dan gaya hidup sehat penting untuk pencegahan dispepsia.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap dengan Kejadian Abses Mandibula di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah : Penelitian Ni Wayan Margani; Agnes Erlita Distriani Patade; Afrina Januarista
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5493

Abstract

Abses mandibula merupakan penumpukan nanah yang terbentuk di ruang-ruang dalam leher akibat penyebaran infeksi. Sumber infeksi ini umumnya berasal dari gigi, saluran pernapasan atas, atau telinga tengah. Tujuan penelitian ini adalah Menganalisis hubungan pengetahuan dan sikap dengan kejadian Abses Mandibula pada pasien di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik korelasi dan pendekatan studi kasus untuk memahami karakteristik, kondisi, serta hubungan antarvariabel secara mendalam. Populasi terdiri dari 47 pasien abses mandibula yang dirawat di RSUD Undata pada Januari–September 2025, dan seluruhnya dijadikan sampel. Hasil penelitian dari 47 responden menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap dengan kejadian abses mandibula pada pasien RSUD Undata, Sulawesi Tengah, dengan p value 0,000 pada uji chi-square. Ada hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan kejadian abses mandibula pada pasien di RSUD Undata provinsi Sulawesi Tengah.
Hubungan Pengetahuan dan Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Pengobatan pada Pasien Dm di Rsud Mokopido Kabupaten Tolitoli: Penelitian Suardi; Agnes Erlita Distriani Patade; Maharani Dhifa Dg Masikki
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5594

Abstract

Kepatuhan pengobatan pada pasien Diabetes Mellitus (DM) berperan penting dalam mencegah komplikasi dan mempertahankan kualitas hidup. Tingkat kepatuhan dipengaruhi oleh pengetahuan pasien serta dukungan keluarga dalam pemantauan terapi. Studi pendahuluan di RSUD Mokopido menunjukkan masih adanya keluarga yang belum optimal mendampingi pasien saat kontrol, tidak mengetahui jadwal kontrol ulang, dan kurang memahami waktu habisnya obat sehingga berpotensi menimbulkan ketidakpatuhan. Menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan pengobatan pada pasien DM di RSUD Mokopido Kabupaten Tolitoli. Penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel sebanyak 67 responden dipilih menggunakan purposive sampling dari pasien DM yang berkunjung pada 30 Agustus–30 September 2025. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan terapi (p = 0,0038 < 0,05) serta antara dukungan keluarga dengan kepatuhan terapi (p = 0,000 < 0,05). Responden dengan pengetahuan baik dan dukungan keluarga kuat menunjukkan kepatuhan lebih tinggi. Terdapat hubungan antara pengetahuan dan dukungan keluarga dengan kepatuhan pengobatan pasien DM di RSUD Mokopido Kabupaten Tolitoli.
Hubungan Pengetahuan dan Pola Makan dengan Kejadian Stunting Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Sangurara Kota Palu: Penelitian Abd Arafat; Agnes Erlita Distriani Patade; Sisilia Rammang
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5785

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan ibu dan pola makan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Sangurara Kota Palu. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu yang memiliki balita usia 12–59 bulan yang terdaftar dan aktif di wilayah kerja Puskesmas Sangurara sebanyak 261 orang, dengan jumlah sampel 72 responden yang dipilih menggunakan teknik probability sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner untuk mengukur pengetahuan ibu dan pola makan balita, serta data KMS untuk menentukan kejadian stunting. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square dengan tingkat kemaknaan p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu memiliki tingkat pengetahuan yang baik, pola makan balita berada pada kategori cukup, dan mayoritas balita tidak mengalami stunting. Uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dengan kejadian stunting (p = 0,043) serta antara pola makan dengan kejadian stunting pada balita (p = 0,000). Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengetahuan ibu dan pola makan memiliki hubungan yang bermakna dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Sangurara Kota Palu.
Hubungan Tingkat Kecemasan dengan Kualitas Hidup Pasien Acute Coronary Syndrome yang Mengalami Perawatan di Ruangan Icvcu dan Melati Rsud Undata Provinsi Sulawesi Tengah: Penelitian Noval Huntala; Abdul Rahman; Agnes Erlita Distriani Patade
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5990

Abstract

Latar Belakang: Acute Coronary Syndrome (ACS) merupakan salah satu penyebab prevelensi kematian terbesar kondisi ini juga sangat dipengaruhi oleh tingkat kecemasan dan kualitas hidup dalam memahami serta menjalani proses pengobatan secara konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Hubungan Tingkat Kecemasan Dengan Kualitas Hidup Pasien Acute Coronary Syndrome Yang Mengalami Perawatan di Ruangan ICVCU dan Melati RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah Metode: Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Populasi penelitian mencakup seluruh pasien dengan diagnosa Acute Coronary Syndrome yang dirawat di ruangan ICVCU dan Melati RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah, teknik pengambilan sampel dengan purposional random sampling dengan jumlah sampel 43 responden. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 43 responden sebagian besar mengalami tingkat kecemasan sedang dan sebagian besar mengalami kualitas hidup rendah selama mengalami perawatan. Hasil uji statistik chi-square dan pearsin corelation untuk mengetahui hubungan tingkat kecemasan dengan kualitas hidup pasien ACS dengan nilai yaitu (p) = 0.01 (< 0.05).Simpulan: Ada Hubungan Tingkat Kecemasan Dengan Kualitas Hidup Pasien Acute Coronary Syndrome