Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ESENSI MANUSIA DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT ISLAM DAN FILSAFAT BARAT Azmi, Izzam; Chilya Nur Hidayah; Zukhrufa Diana Azza; M. Yunus Abu Bakar
At-Tabayyuun: Journal Islamic Studies Vol. 6 No. 2 (2024): AT-TABAYYUN - JOURNAL ISLAMIC STUDIES
Publisher : Pascasarjana IAIN Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47766/atjis.v6i2.1989

Abstract

Manusia didefinisikan gabungan antara jasmani dan rohani, manusia memiliki perbedaan dengan makhluk ciptaan Tuhan lainnya. Manusia memiliki rasa ingin tahu terhadap dunia sekitarnya yang kemudian menjadi sumber pemikiran, dan filsafat berakar dari hasrat rasa ingin tahu. Melalui praktik berfilsafat, manusia dapat mencapai tingkat pengetahuan yang lebih tinggi. Adapun esensi manusia dalam perspektif filsafat Islam yang menegaskan bahwa manusia adalah ciptaan Allah. Dengan menciptakan manusia, Allah memberikan potensi-potensi yang terkait dengan fitrah manusia, sehingga manusia memiliki potensi dan sifat-sifat yang sesuai dengan rancangan Ilahi. Sedangkan esensi manusia dalam perspektif filsafat Barat yang didasarkan pada kesadaran terhadap materi, sehingga semua prinsip, potensi, dan nilai manusia dievaluasi dari perspektif materialistik, dan telah berkembang selama ribuan tahun, mencakup beragam teori dan pandangan, masih menjadi topik perdebatan dan penelitian yang mendalam dalam dunia filsafat modern. Berdasarkan penjelasan di atas, artikel ini mengulas mengenai konsep esensi manusia dalam kerangka filsafat islam dan barat. Dalam penelitian ini digunakan metode analisis komparatif. Melalui pendekatan ini dibandingkan pandangan tentang esensi manusia yang dikemukakan oleh para filosof Barat dan Islam.
penerjemah KONSEP PENERJEMAHAN: MENERJEMAH SEBAGAI KONSEP BERPIKIR DAN SYARAT PENERJEMAH YANG BAIK : Definisi Penerjemahan, Menerjemah Sebagai Konsep Berpikir, Syarat Penerjemah yang Baik Chilya Nur Hidayah; Mohammad Nu’man
Al-Katib: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Vol. 2 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Arabic Language and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65095/al-katib.v2i1.216

Abstract

Penerjemahan adalah proses memahami teks dalam bahasa sumber dan menyampaikan pemahamannya ke dalam bahasa sasaran, yang melibatkan keterampilan analisis, interpretasi, dan ekspresi ulang makna. Dalam penerjemahan, diperlukan pemahaman mendalam terhadap teks asli dan kemampuan untuk menyampaikan makna yang akurat dalam bahasa sasaran. Proses penerjemahan dapat dilakukan secara manual atau dengan bantuan teknologi penerjemahan otomatis, yang tetap memerlukan penyuntingan oleh penerjemah manusia. Artikel ini membahas penerjemahan sebagai konsep berpikir dan syarat-syarat untuk menjadi penerjemah yang baik. Sebagai suatu kegiatan kognitif, penerjemahan melibatkan berbagai tahapan berpikir dan keputusan kritis yang mencerminkan pemahaman terhadap konteks budaya, sosial, dan bahasa dari teks yang diterjemahkan. Penerjemah yang kompeten harus menguasai bahasa sumber dan sasaran, memahami konten dan konteks budaya, serta memiliki kemampuan berpikir kritis dalam menyusun kembali gagasan. Artikel ini juga mengidentifikasi beberapa syarat utama bagi penerjemah yang baik, termasuk penguasaan bahasa, pemahaman yang mendalam terhadap teks dan budaya, serta kemampuan beradaptasi dengan konteks komunikasi. Dengan demikian, penerjemahan tidak hanya melibatkan pengalihan bahasa, tetapi juga proses intelektual yang mencakup analisis dan adaptasi makna sesuai dengan audiens bahasa sasaran.