Penerjemahan adalah proses memahami teks dalam bahasa sumber dan menyampaikan pemahamannya ke dalam bahasa sasaran, yang melibatkan keterampilan analisis, interpretasi, dan ekspresi ulang makna. Dalam penerjemahan, diperlukan pemahaman mendalam terhadap teks asli dan kemampuan untuk menyampaikan makna yang akurat dalam bahasa sasaran. Proses penerjemahan dapat dilakukan secara manual atau dengan bantuan teknologi penerjemahan otomatis, yang tetap memerlukan penyuntingan oleh penerjemah manusia. Artikel ini membahas penerjemahan sebagai konsep berpikir dan syarat-syarat untuk menjadi penerjemah yang baik. Sebagai suatu kegiatan kognitif, penerjemahan melibatkan berbagai tahapan berpikir dan keputusan kritis yang mencerminkan pemahaman terhadap konteks budaya, sosial, dan bahasa dari teks yang diterjemahkan. Penerjemah yang kompeten harus menguasai bahasa sumber dan sasaran, memahami konten dan konteks budaya, serta memiliki kemampuan berpikir kritis dalam menyusun kembali gagasan. Artikel ini juga mengidentifikasi beberapa syarat utama bagi penerjemah yang baik, termasuk penguasaan bahasa, pemahaman yang mendalam terhadap teks dan budaya, serta kemampuan beradaptasi dengan konteks komunikasi. Dengan demikian, penerjemahan tidak hanya melibatkan pengalihan bahasa, tetapi juga proses intelektual yang mencakup analisis dan adaptasi makna sesuai dengan audiens bahasa sasaran.