Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Konsep Umum Prosedur Penerjemahan Dalam Bahasa Arab Shilvy Muhda Sabila; Mohammad Nu’man
Ta'bir Al-'Arabiyyah: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Ilmu Kebahasaaraban Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Ilmu Kebahasaaraban
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerjemahan adalah proses yang kompleks, tidak hanya mengalihkan kata dari satu bahasa ke bahasa lain tetapi juga memahami konteks budaya dan struktural dari kedua bahasa. Dalam dunia penerjemahan, prosedur dan metode menjadi dua aspek penting yang sering dibahas. Prosedur penerjemahan fokus pada elemen bahasa yang lebih kecil, seperti kata, frasa, dan klausa, sedangkan metode mencakup teks secara keseluruhan. Makalah ini menjelaskan pengertian prosedur penerjemahan, perbedaannya dengan metode, dan beberapa jenis prosedur utama, seperti prosedur literal, transfer, ekuivalensi budaya, modulasi, dan transposisi. Setiap prosedur memiliki aplikasi dan manfaat unik dalam menjaga keakuratan makna, menyesuaikan perubahan gramatikal, dan mempertimbangkan konteks budaya. Selain itu, penerjemahan sering kali memerlukan kombinasi beberapa prosedur untuk mengatasi berbagai tantangan linguistik dan budaya. Dengan pemahaman mendalam tentang prosedur ini, penerjemah dapat menghasilkan karya yang akurat, alami, dan sesuai dengan bahasa target serta budaya pembaca. Penelitian ini menekankan pentingnya keahlian penerjemah dalam memanfaatkan prosedur dan metode secara strategis untuk meningkatkan kualitas hasil terjemahan..
Analisis Strategis Penerjemahan Isim Tafdhil Siti Nafilatul Munawwaroh; Mohammad Nu’man
Al Mitsali : Jurnal Penelitian dan Pendidikan Bahasa Arab Vol. 4 No. 2 (2024): Al Mitsali: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Bahasa Arab
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51614/almitsali.v4i2.343

Abstract

This research aims so that people can easily find out about the translation of Isim Tafdhil. This research takes the form of a literature review, using a qualitative approach. This research explains the study of nahwu science, namely the translation of isim tafdhil. The method used by researchers to collect data is by reading literature regarding the translation of isim tafdhil from various sources. So here it can be concluded that translation means: (1) Studying the lexicon, grammatical structure, communication situation and context of the source language. (2) Translation is an effort to 'replace' the source language text with equivalent text in the target language. (3) Analyzing the source language text to find its meaning, and (4) Re-expressing the same meaning using lexicon and grammatical structures that are appropriate in the target language and its cultural context. For Isim tafdhil itself is isim musytaq which means "more" with the wazan pattern أَفْعَلُ for mudzakar and فُعْلَى for muannats. Mufadhal is located before isim tafdhil while after isim tafdhil it is called mufadhal 'alaih.
penerjemah KONSEP PENERJEMAHAN: MENERJEMAH SEBAGAI KONSEP BERPIKIR DAN SYARAT PENERJEMAH YANG BAIK : Definisi Penerjemahan, Menerjemah Sebagai Konsep Berpikir, Syarat Penerjemah yang Baik Chilya Nur Hidayah; Mohammad Nu’man
Al-Katib: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Vol. 2 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Arabic Language and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65095/al-katib.v2i1.216

Abstract

Penerjemahan adalah proses memahami teks dalam bahasa sumber dan menyampaikan pemahamannya ke dalam bahasa sasaran, yang melibatkan keterampilan analisis, interpretasi, dan ekspresi ulang makna. Dalam penerjemahan, diperlukan pemahaman mendalam terhadap teks asli dan kemampuan untuk menyampaikan makna yang akurat dalam bahasa sasaran. Proses penerjemahan dapat dilakukan secara manual atau dengan bantuan teknologi penerjemahan otomatis, yang tetap memerlukan penyuntingan oleh penerjemah manusia. Artikel ini membahas penerjemahan sebagai konsep berpikir dan syarat-syarat untuk menjadi penerjemah yang baik. Sebagai suatu kegiatan kognitif, penerjemahan melibatkan berbagai tahapan berpikir dan keputusan kritis yang mencerminkan pemahaman terhadap konteks budaya, sosial, dan bahasa dari teks yang diterjemahkan. Penerjemah yang kompeten harus menguasai bahasa sumber dan sasaran, memahami konten dan konteks budaya, serta memiliki kemampuan berpikir kritis dalam menyusun kembali gagasan. Artikel ini juga mengidentifikasi beberapa syarat utama bagi penerjemah yang baik, termasuk penguasaan bahasa, pemahaman yang mendalam terhadap teks dan budaya, serta kemampuan beradaptasi dengan konteks komunikasi. Dengan demikian, penerjemahan tidak hanya melibatkan pengalihan bahasa, tetapi juga proses intelektual yang mencakup analisis dan adaptasi makna sesuai dengan audiens bahasa sasaran.