Nurdin, Abdul Chaliq
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Ontologi, Epistimologi dan Aksiologi Hadis Dalam Membangun Nilai-Nilai Pendidikan Islam Nurdin, Abdul Chaliq; Sulfiana, Sri; Miro, Abbas Baco; Palangkey, Rahmi Dewanti
AL-URWATUL WUTSQA: Kajian Pendidikan Islam Vol. 5 No. 1 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hadis Nabi merupakan salah satu materi penting dalam pendidikan islam. Merupakan sumber hukum kedua setelah al-qur’an. Oleh karena itu, mendalaminya memerlukan pendekatan yang lebih komprehensif diantaranya pendekatan filosofis yaitu ontologi, epistemologi, dan aksiologi, hal ini sangat berpengaruh dalam membangun nilai nilai pedidikan islam di kalangan peserta didik untuk menciptakan manusia yang memilki pemahaman agama yang baik dan berakhlak mulia di tengah tantangan modernitas dan pengaruh globalisasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis literatur yang relevan. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pendekatan filosofis dalam pemahaman hadis untuk membangun nilai nilai pendidikan islam. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari pemahaman hadis secara ontologi, epistemologi, dam aksiologi, dengan penerapan filosofis tersebut dalam pembelajran hadis, maka akan memunculkan minat siswa dalam mempelajarinya disebabkan strategi yang relevan dengan perkembangan siswa, sehingga nilai nilai filosofis tersebut dapat nampak dari sikap ontologi berupa integritas, sifat epistemologi berupa kejujuran, dan aksiologi berupa tanggung jawab dan amanah. Oleh karena itu akan menumbuhkan nilai nilai pendidikan islam yang terealisasi dalam kehidupan sehari hari siswa, dan tercipta generasi yg kuat cerdas dan berakhlak mulia.
Model dan Sistem Manajemen Mutu: Total Quality Manajemen (TMQ) Dalam Konteks Pendidikan Islam Nurdin, Abdul Chaliq; Hidayat, Rahmad Nur; Sumiati, Sumiati
IQRA : JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol. 5 No. 2 (2025): DESEMBER, IQRA: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM
Publisher : IQRA : JURNAL PENDIDIKAN ISLAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Total Quality Management (TQM) merupakan suatu pendekatan manajerial yang berorientasi pada peningkatan kualitas secara berkelanjutan dengan melibatkan seluruh elemen organisasi. Konsep ini menekankan pentingnya kepuasan pelanggan melalui perbaikan terus-menerus pada produk, layanan, sumber daya manusia, dan proses organisasi. Oleh karena itu, model manajemen mutu ini hendaknya dapat diimplementasikan dalam pendidikan terutama pendidikan Islam guna bersaing di tingkat global. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis literatur yang relevan. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana penerapan TQM yang bertujuan untuk meningkatkan mutu proses pembelajaran, kualitas lulusan, serta efektivitas manajemen lembaga pendidikan Islam secara keseluruhan dan dapat mengetahui tantangan yang dihadapi ke depannya serta solusi menghadapinya. Hasil penelitian menujukkan bahwa prinsip-prinsip utama TQM meliputi kepuasan pelanggan, penghargaan terhadap setiap individu, pengambilan keputusan berbasis fakta, dan perbaikan berkesinambungan. Penerapan TQM di lembaga pendidikan memerlukan kepemimpinan visioner, partisipasi seluruh anggota organisasi, serta sistem evaluasi yang transparan dan berbasis data. Dalam pendidikan Islam, implementasi TQM memiliki dimensi yang lebih luas karena mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dan etika Islam ke dalam manajemen mutu. Strategi penerapan TQM di lembaga pendidikan Islam meliputi pembangunan budaya mutu berbasis nilai itqan, peningkatan kompetensi pendidik, penguatan sistem evaluasi yang adil dan objektif, serta pelibatan seluruh stakeholder berdasarkan prinsip syura (musyawarah). Meski memiliki potensi besar dalam meningkatkan daya saing dan kualitas lembaga pendidikan Islam, penerapan TQM masih menghadapi berbagai tantangan seperti keterbatasan sumber daya manusia, sarana prasarana, dan paradigma manajerial yang masih tradisional. Oleh karena itu, keberhasilan implementasi TQM sangat bergantung pada komitmen, konsistensi, dan sinergi seluruh elemen lembaga untuk menjadikan mutu sebagai budaya dan amanah bersama.