Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Model dan Sistem Manajemen Mutu: Total Quality Manajemen (TMQ) Dalam Konteks Pendidikan Islam Nurdin, Abdul Chaliq; Hidayat, Rahmad Nur; Sumiati, Sumiati
IQRA : JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol. 5 No. 2 (2025): DESEMBER, IQRA: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM
Publisher : IQRA : JURNAL PENDIDIKAN ISLAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Total Quality Management (TQM) merupakan suatu pendekatan manajerial yang berorientasi pada peningkatan kualitas secara berkelanjutan dengan melibatkan seluruh elemen organisasi. Konsep ini menekankan pentingnya kepuasan pelanggan melalui perbaikan terus-menerus pada produk, layanan, sumber daya manusia, dan proses organisasi. Oleh karena itu, model manajemen mutu ini hendaknya dapat diimplementasikan dalam pendidikan terutama pendidikan Islam guna bersaing di tingkat global. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis literatur yang relevan. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana penerapan TQM yang bertujuan untuk meningkatkan mutu proses pembelajaran, kualitas lulusan, serta efektivitas manajemen lembaga pendidikan Islam secara keseluruhan dan dapat mengetahui tantangan yang dihadapi ke depannya serta solusi menghadapinya. Hasil penelitian menujukkan bahwa prinsip-prinsip utama TQM meliputi kepuasan pelanggan, penghargaan terhadap setiap individu, pengambilan keputusan berbasis fakta, dan perbaikan berkesinambungan. Penerapan TQM di lembaga pendidikan memerlukan kepemimpinan visioner, partisipasi seluruh anggota organisasi, serta sistem evaluasi yang transparan dan berbasis data. Dalam pendidikan Islam, implementasi TQM memiliki dimensi yang lebih luas karena mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dan etika Islam ke dalam manajemen mutu. Strategi penerapan TQM di lembaga pendidikan Islam meliputi pembangunan budaya mutu berbasis nilai itqan, peningkatan kompetensi pendidik, penguatan sistem evaluasi yang adil dan objektif, serta pelibatan seluruh stakeholder berdasarkan prinsip syura (musyawarah). Meski memiliki potensi besar dalam meningkatkan daya saing dan kualitas lembaga pendidikan Islam, penerapan TQM masih menghadapi berbagai tantangan seperti keterbatasan sumber daya manusia, sarana prasarana, dan paradigma manajerial yang masih tradisional. Oleh karena itu, keberhasilan implementasi TQM sangat bergantung pada komitmen, konsistensi, dan sinergi seluruh elemen lembaga untuk menjadikan mutu sebagai budaya dan amanah bersama.
BIMBINGAN ANAK-ANAK MENGAJI AL QUR’AN DI YAYASAN AR ROHMAH DESA SEMBORO KIDUL KECAMATAN SEMBORO KABUPATEN JEMBER Zainudin, Agus; Nurholilah, Siti; Ernawati, Sitti; Naim, Zulfa Nadrotun; Rohana, Siti; Hidayat, Rahmad Nur; Robiussani, Muhammad; Afin, Muhammad
MIMBAR INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 5 No 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Biro Administrasi dan Akademik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/mimbarintegritas.v5i1.7699

Abstract

Pendidikan agama memiliki peran strategis dalam pembentukan karakter anak, khususnya melalui pembelajaran membaca Al-Qur’an yang benar sesuai kaidah tajwid. Yayasan Omah Yatim Ar-Rohmah Semboro sebagai lembaga pendampingan anak yatim dan dhuafa telah menjalankan program mengaji, namun masih ditemukan anak yang belum lancar membaca, belum tepat dalam mad dan tajwid, serta belum fasih melafalkan huruf hijaiyah. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an anak secara teknis sekaligus menumbuhkan adab dan motivasi belajar. Kegiatan dilaksanakan setelah Magrib hingga menjelang Isya di Yayasan Omah Yatim Ar-Rohmah, Dusun Semboro Kidul, Desa Semboro, Kecamatan Semboro, Kabupaten Jember dengan melibatkan 25 anak usia 7–13 tahun. Metode pelaksanaan meliputi observasi awal melalui uji baca, pembelajaran bertahap (pengenalan huruf hijaiyah, latihan makharijul huruf, dan penguatan tajwid dasar), serta penerapan Metode Alimna melalui latihan terarah, pengulangan, dan pembiasaan membaca. Evaluasi dilakukan melalui tes praktik membaca surat-surat pendek dengan indikator kelancaran, ketepatan makhraj, panjang-pendek bacaan, dan penerapan tajwid. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek kognitif (40% menjadi 85%), afektif (50% menjadi 90%), dan psikomotorik (35% menjadi 80%). Hambatan utama berupa kurang fokus dan kedisiplinan anak dapat diatasi melalui arahan tegas, konsekuensi mendidik, serta pendampingan khusus bagi anak yang belum memahami tajwid. Program ini efektif meningkatkan kompetensi membaca Al-Qur’an sekaligus memperkuat pembiasaan adab dan karakter cinta Al-Qur’an pada anak.