Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Perilaku Swamedikasi terhadap Penggunaan Obat Influenza dan Batuk di Islamic Boarding School Ma’had Daarul Muhsin Man 2 Kota Palu : Level of Knowledge of Patients in the Use of Antibiotic Drugs at the Aafiyah Apitaik Pharmacy, East Lombok Ririen Hardani; Amelia Rumi; Fikriani
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 7 (2023): July 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i7.3276

Abstract

Latar belakang: Swamedikasi adalah proses penyembuhan yang dilakukan secara mandiri terhadap penyakit ringan seperti batuk, influenza, demam, sakit kepala, sakit maag. Influenza dan batuk merupakan penyakit serta gejala pada saluran pernafasan dengan penularan melalui droplet sehingga sangat mudah tertular jika tidak ditangani dengan baik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik responden, tingkat pengetahuan dan perilaku swamedikasi influenza dan batuk terhadap Islamic Boarding Ma’had Daarul Muhsin MAN 2 Kota Palu serta hubungan antara kedua variabel tersebut Metode: Desain penelitian ini yaitu observasional (noneksperimen) yang bersifat cross-sectional dengan teknik pengambilan data yaitu total sampling dengan memberikan kuesioner kepada responden yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Kuesioner terdiri dari 2 variabel yaitu pengetahuan yang terdiri dari definisi swamedikasi, jenis batuk, pentalaksana, penyebab, gejala dan pencegahan, sedangkan variabel perilaku meliputi swamedikasi, penatalaksana dan pencegahan terhadap swamedikasi influenza dan batuk di Islamic Boarding Ma’had Daarul Muhsin MAN 2 Kota Palu Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan responden dominan berumur 15 tahun (41%) yang berada pada kelas X dengan persentase 44%. Pada karakteristik jenis kelamin dominan responden adalah perempuan dengan persentase 66%. Sebagian besar responden paling banyak berasal dari Kota Palu dengan persentase 28. Responden sudah pernah mendapatkan infromasi mengenai penyakit influenza dan batuk dengan persentase 64%. Siswa Islamic Boarding Ma’had Daarul Muhsin MAN 2 Kota Palu didominasi tingkat pengetahuan baik (80%) dan didominasi perilaku baik (69%) terhadap swamedikasi influenza dan batuk. Sehingga didapatkan nilai Sig. (2- tailed) 0,002 dan nilai koefisien korelasi 0,238. Kesimpulan: Maka dapat disimpulkan bahwa adanya hubungan positif searah antar kedua variabel.
Peran Pemerintah Desa Dalam Meningkatkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Di Desa Galumpang Kecamatan Dako Pemean Kabupaten Tolitoli Fikriani; Masrin Gafar; Moh. Ma'ruf Bantilan
Jurnal Sektor Publik Vol 2 No 1 (2025): Edisi Juni 2025
Publisher : FISIP Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/jsp.v1i2.848

Abstract

Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Galumpang Kecamatan Dako Pemean Kabupaten Tolitoli belum dikelola dengan baik, menyebabkan pengembangan sumber daya perekonomian belum optimal guna mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran pemerintah desa dalam mengembangkan BUMDes untuk menunjang peningkatan kesejahteraan masyarakat. Jenis penelitian deskriptfi kualitatif, data primer dan data sekunder disajikan berdasarkan hasil observasi, wawancara, dokumentasi dan triagulasi. Hasil penelitian menunjukkan peran pemerintah desa dalam meningkatkan pengelolaan BUMDes belum berjalan dengan baik, peran pemerintah desa sebagai penyelenggara pemerintahan belum dilaksanakan secara maksimal, pemerintah desa belum mampu mengontrol pengelolaan BUMDes secara transparan. Peran pemerintah desa sebagai pelaksana pembangunan juga belum maksimal, pemerintah desa perlu melakukan pelatihan atau pendampingan kepada para pengelola BUMDes agar dapat memberikan hasil sesuai yang diharapakan. Peran pemerintah desa sebagai pembina kemasyarakatan dalam rangka meningkatkan pengelolaan BUMDes masih dalam wacana (Perencanaan), pemerintah desa sebaiknya menciptakan ruang partisipasi, kaloborasi dan semangat gotong royong untuk memajukan desa melalui BUMDes. Peran pemberdayaan masyarakat desa yang dilakukan oleh pemerintah desa melalui BUMDes juga sebaiknya lebih tegas dan terarah, seperti meningkatkan kemampuan, keterampilan, perilaku serta memanfaatkan sumber daya melalui penetapan program kegiatan dan pendampingan kewirausahaan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.