Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

The Impact of Video-Based Drug Information on Medication Adherence among Hypertensive Patients : A Study at Dr. Sindhu Trisno Level-III Hospital Palu Ririen Hardani; Hardani, M. Fakhrul; M.Rinaldhi Tandah; Indah Ismiranti Awaliyah
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 8 (2024): August 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i8.5696

Abstract

Introduction: Adherence of hypertensive patients in taking drugs is one of the determinants of the success of a treatment so that compliance can be influenced by the patient's knowledge and attitude in treating the disease. Objective: The purpose of this study was to determine the effect of providing education through video media on the level of knowledge, attitude, and adherence to taking medication for hypertensive patients at Dr. Sindhu Trisno Hospital Palu. Method: The method used in this study was quasi-experimental with pre-test and post-test approaches using questionnaires on outpatient hypertensive patients at Dr. Sindhu Trisno Hospital. Result: There are differences in knowledge, attitudes, and compliance of hypertensive patients before and after being given drug information with video media with a significance value of 0.000 < 0.05. The partial relationship for significance value attitude is 0.359 > 0.05, knowledge significance value is 0.906 > 0.05, and duration of treatment significance value is 0.882 > 0.05. Knowledge and attitude simultaneously significance value 0.441 > 0.05 Conclusion: It can be concluded that there is an influence of providing drug information with video media on the knowledge, attitudes, and compliance of hypertensive patients.
Analisis hubungan tingkat pengetahuan masyarakat terhadap perilaku swamedikasi nyeri rasional di Kecamatan Toribulu, Kabupaten Parigi Moutong Afriani Kusumawati; Ririen Hardani; Fiska Devi; Indah Ismiranti
Pharmasipha : Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol. 9 No. 1 (2025): Maret
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/pharmasipha.v9i1.13214

Abstract

People often practice self-medication for common illnesses, using modern or traditional medicines without a doctor’s prescription. Pain, a sensation signaling tissue damage, is a common reason for self-medication. This study examines the relationship between knowledge levels and rational self-medication behavior for pain in Toribulu sub-district, Parigi Moutong Regency, Central Sulawesi. Using a descriptive approach, data were collected through purposive sampling. Questionnaires, tested for validity and reliability, were distributed to 391 respondents meeting inclusion criteria. Data analysis employed SPSS 23 with the Spearman correlation test. Results show 43.5% of respondents had high knowledge levels, 36.6% had sufficient levels, and 19.9% had poor levels. Regarding self-medication behavior, 60.1% displayed good behavior, 39.9% moderate behavior, and none poor behavior. The Spearman test revealed a significant but weak positive correlation (ρ-value = .000; correlation coefficient = .244) between knowledge levels and self-medication behavior. This indicates that while higher knowledge correlates with better behavior, its influence is minimal in improving self-medication practices within the community.
Upaya Pencegahan Penyakit Degeneratif Melalui Pemeriksaan dan Edukasi Kesehatan Pada Lansia di Kelurahan Panau, Kecamatan Tawaeli: Pengabdian Ririen Hardani; Yuliet; Andi Atirah Masyita
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 1 (Juli 2025 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i1.2296

Abstract

Aging is a natural process that increases the risk of health problems, with older adults often facing both physical and mental challenges. Efforts to improve public understanding of elderly health and the need for regular check-ups are essential. Health education from the Indonesian Pharmacists Association (IAI) plays a role in raising awareness about the correct use of medication. Regular health examinations for the elderly are important for early detection, prevention of complications, and appropriate treatment, covering blood pressure, blood sugar, cholesterol, weight, and height. This program involved older adults in Panau Village, Tawaeli District, using a participatory empowerment approach that emphasizes community involvement. The goal is to raise awareness of the importance of regular health tests to prevent degenerative diseases, provide routine check-ups, and deliver health education to the elderly and their families to encourage healthy lifestyles. Activities included cholesterol, blood sugar, uric acid, and blood pressure checks, as well as health education. The results of this community service program will be published in the Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI).
Aplikasi “Terapi” Usaha Berbasis Teknologi Digital untuk Meningkatkan Pelayanan Kesehatan Kota Palu: Digital Technology-Based Business "Terapi" Application to Improve Palu City Health Services M. Fakhrul Hardani; M. Rinaldhi Tandah; Ririen Hardani
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 1 (2024): January 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i1.4201

Abstract

Latar belakang: Teknologi digital sudah banyak digunakan dalam dunia perbisnisan, contohnya dalam pelayanan kefarmasian. Banyak apotek - apotek online didirikan pada sebuah platform aplikasi yang sudah terkenal, tetapi sangat disayangkan hal ini menyebabkan hilang pula peran seorang apoteker didalam platform tersebut. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah membuat perangkat lunak berbasis mobile apps yang bekerja dengan sistem apotek online tanpa menghilangkan peran apoteker dan menentukan sistem regulasi penyerahan obat pada aplikasi Terapi Metode: Mobile apps terapi dibuat dengan menggunakan android studio, penentuan data dan informasi, penentuan system dispensing obat, desain aplikasi, penambahan fitur aplikasi, pembuatan logo aplikasi, pembuatan data base , desain interface aplikasi Hasil: aplikasi Terapi akan menampilkan 6 fitur utama yaitu menu Obat, Apotek, Apoteker, Rumah Sakit, Gawat Darurat, dan Order. Pengujian dilakukan dengan metode Black Box Testing dengan hasil pengujian valid. Regulasi dispensing obat pada penggunaan aplikasi Terapi menganut system penyerahan obat berdasarkan golongan obat. Golongan obat keras & psikotropik tidak dapat dilayani melalui aplikasi terapi karna terkait penggunaan yang harus diawasi, efek samping dan toksisitas obat. Pemesanan obat yang tidak dilayani, pengguna akan diarahkan aplikasi untuk mendapatkan obat langsung pada apoteker dan dokter praktek Kesimpulan: aplikasi Terapi akan menampilkan 6 fitur utama yaitu menu Obat, Apotek, Apoteker, Rumah Sakit, Gawat Darurat, dan Order. Regulasi dispensing obat pada penggunaan aplikasi Terapi menganut system penyerahan obat berdasarkan golongan obat. Golongan obat keras & psikotropik tidak dapat dilayani melalui aplikasi terapi karna terkait penggunaan yang harus diawasi, efek samping dan toksisitas obat. Pemesanan obat yang tidak dilayani, pengguna akan diarahkan aplikasi untuk mendapatkan obat langsung pada apoteker dan dokter praktek.
Evaluasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit Menggunakan end User Computing Satisfaction di RSUD Madani Palu: Evaluation of Hospital Management Information System Using end User Computing Satisfaction at Madani Rsud Palu Ririen Hardani; Khusnul Diana; Taufik, Afinka Eka Hijrawati
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 3 (2024): March 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i3.4585

Abstract

Latar Belakang: Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) digunakan dalam mengakses sistem yang menangani seluruh proses manajemen yang terdiri atas pelayanan diagnosa serta tindakan kepada pasien, medical record, apotek, gudang farmasi, dan SIMRS juga mencakup sistem komputerasasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kepuasan pengguna Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) berdasarkan aspek isi, keakuratan, tampilan, ketepatan waktu, serta kemudahan dalam pengguna. Metode: Penelitian yang digunakan adalah End-User Computing Satisfaction (EUCS) dengan melakukan observasi (non-eksperimen) desain cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar kuesioner yang dibagikan kepada 112 sampel yang merupakan pegawai RSUD Madani. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan untuk seluruh variabel EUCS berada pada kategori puas yang menandakan bahwa pengguna sudah merasa puas dengan penggunaan SIMRS di RSUD Madani sehingga perlu dipertahankan.
Analisis Faktor Kepercayaan Masyarakat Kota Palu Terhadap Informasi Swamedikasi Melalui Aplikasi Kesehatan: Analysis of Trust Factor of Palu Citizen on Self-Medication Information Through Health Application Firdawati Amir Parumpu; Ririen Hardani; Annisa Pratiwi Lamondjong
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 6 (2022): June 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.726 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v5i6.2285

Abstract

Latar Belakang: Pada zaman digitalisasi saat ini telah banyak didapatkan aplikasi kesehatan untuk mendapatkan informasi swamedikasi diantaranya, yaitu aplikasi Halodoc dan Alodokter yang telah banyak di download dan menjadi rating tertinggi pada Appstore dan Playstore sehingga dinyatakan berhasil mendapatkan kepercayaan masyarakat dalam mencari suatu informasi yang akurat. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kepercayaan seseorang diantaranya keamanan, keandalan, privasi dan kemudahan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor kepercayaan (keamanan, keandalan, privasi dan kemudahan) secara simultan dan parsial terhadap informasi swamedikasi melalui aplikasi kesehatan (Alodokter dan Halodoc). Metode: Metode pengambilan sampel yaitu purposive sampling dengan menyebarkan kuesioner dalam bentuk Googleform dan hardcopy di Kota Palu Provinsi Sulawesi tengah pada bulan oktober sampai desember 2021 dengan jumlah sampel 104 responden. Metode analisis yang digunakan, yaitu analisis regresi linear berganda dengan bantuan sistem program SPSS. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara simultan variabel keamanan, keandalan, privasi, dan kemudahan berpengaruh terhadap informasi swamedikasi pada aplikasi kesehatan terlihat dari nilai sig < 0,05, yaitu 0,000. Secara parsial faktor keamanan tidak berpengaruh terhadap informasi swamedikasi melalui aplikasi kesehatan terlihat dari nilai sig < 0,05, yaitu 0,876 < 0,05 dan faktor keandalan (sig 0,002), privasi (sig 0,001) dan kemudahan (sig 0,000) secara parsial berpengaruh terhadap informasi swamedikasi melalui aplikasi kesehatan terlihat dari nilai sig < 0,05. Pada uji determinasi terdapat pengaruh sebanyak 73,6% dari variabel dependen dan independent. Sedangkan 26,4% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti. Kesimpulan: Secara parsial faktor keamanan tidak berpengaruh terhadap informasi swamedikasi dan factor keandalan, privasi, kemudahan berpengaruh terhadap informasi swamedikasi.
Tingkat Kepuasan Pelayanan Obat di Masa Pandemi pada Pasien BPJS Rawat Jalan RSUD Undata: Satisfaction Level of Medicine Service During the Pandemic in Outpatient BPJS Patient at Undata Hospital Ririen Hardani; Firdawati Amir Parumpu; Nur Hanafi
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 6 (2022): June 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.357 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v5i6.2286

Abstract

Latar Belakang: Pandemi Covid-19 menciptakan perubahan yang sangat besar untuk pelayanan rawat jalan rumah sakit di Indonesia. Semenjak ditetapkan sebagai wabah bencana nasional bulan April 2020. Berdasarkan perubahan yang terjadi rumah sakit harus mengatur strategi, strategi bisa didapatkan dari hasil evaluasi kinerja rumah sakit. Strategi terbilang efektif apabila bisa meningkatkan kepuasan pasien sehingga rumah sakit dapat memberikan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebutuhan dan keinginan pasien. Mengutamakan keinginan dan kebutuhan pasien merupakan hal yang sangat mempengaruhi kepuasan pasien, khususnya pelayanan kefarmasian. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pelayanan obat di masa pandemi pada pasien BPJS rawat jalan RSUD Undata. Metode: Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian deskriptif kuantitatif (non eksperimental) dengan jumlah sampel, yaitu 120 orang yang diambil secara purposive sampling menggunakan kuesioner. Data kemudian dianalisis dan disajikan dengan metode ServQual, Customer Satisfaction Index (CSI) dan Importance and Performance Analysis (IPA). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan nilai gap tiap dimensi, yaitu tangible (saran fisik)-0,7), reliability (kehandalan)-0,92, responsiveness (daya tanggap)-1,15, assurance (jaminan)-0,71, empathy (kepedulian)-1,02. Diagram kartesius menunjukkan terdapat 8 atribut yang termasuk dalam kuadran I, 8 atribut yang termasuk dalam kuadran II, 5 atribut pada kuadran III dan 4 atribut terdapat pada kuadran IV. Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini, yaitu tingkat kepuasan terhadap pelayanan obat di masa pandemi pada pasien BPJS rawat jalan RSUD Undata termasuk dalam kategori kurang puas. Terdapat 8 atribut pelayanan kefarmasian yang menjadi prioritas perbaikan di apotek instalasi rawat jalan RSUD Undata, dimana artibut nomor 6 termasuk dalam dimensi reliability (kehandalan), 11,12,13,14,15 termasuk dalam dimensi responsiveness (daya tanggap) dan artibut nomor 21 dan 24 termasuk dalam dimensi empathy (kepedulian).
Analisis Faktor Strategi Marketing yang Mempengaruhi Keputusan Pembelian Obat melalui Aplikasi Online EMOS: Analysis of Marketing Strategy Factors that Influence the Decision of Drug Purchases Through the EMOS Online Application Firdawati Amir Parumpu; Ririen Hardani; Mufiddatuljannah
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 6 (2022): June 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.408 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v5i6.2287

Abstract

Latar Belakang: Data statistik-Commerce tahun 2020 menunjukkan bahwa obat-obatan masuk peringkat ketiga terbanyak yang dibeli secara online. Hal ini menjadi peluang bagi Pedagang Besar Farmasi (PBF) untuk menyajikan pasar membeli dan menjual produk secara online, salah satunya adalah PT. Enseval Putera Megatrading melalui aplikasi EMOS. Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan seseorang untuk melakukan pembelian secara online salah satu faktor yang penting adalah strategi marketing yang terdiri dari 7 variabel, yaitu produk, harga, promosi, lokasi, orang, proses dan lingkungan fisik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor strategi marketing (produk, harga, promosi, lokasi, orang, proses, lingkungan fisik) terhadap keputusan pembelian obat melalui aplikasi online EMOS baik secara parsial maupun simultan. Metode: Pengambilan sampel purposive sampling dengan menyebarkan kuesioner dalam bentuk hardcopy dan kemudian data dianalisis menggunakan metode Regresi Linear Berganda dengan jumlah sampel sebanyak 50 sampel. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa secara simultan faktor strategi marketing (produk, harga, promosi, lokasi, orang, proses, lingkungan fisik) berpengaruh terhadap keputusan pembelian obat melalui aplikasi online EMOS, terlihat nilai signifikan di bawah 0,05, yaitu 0,000b. Secara parsial variabel produk (sig 0.008 < sig α 0,05) dan variabel orang (sig 0.025 < sig α 0,05) berpengaruh terhadap keputusan pembelian obat melalui aplikasi online EMOS, harga (sig 0.292 > sig α 0,05), promosi (sig 0.866 > sig α 0,05), lokasi (sig 0.593 > sig α 0,05), proses (sig 0.820 > sig α 0,05) dan lingkungan fisik (sig 0.141 > sig α 0,05) secara parsial tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian obat melalui aplikasi online EMOS. Pada uji determinasi terdapat pengaruh sebesar 64% dari variabel dependen dan independen. Sebanyak 36% dipengaruhi oleh variabel lain dan tidak di teliti. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan variabel produk, harga, promosi, lokasi, orang, proses dan lingkungan fisik berpengaruh secara simultan terhadap keputusan pembelian obat melalui aplikasi online EMOS dengan nilai sig 0,000 < sig α 0,05.
Analisis Tingkat Pengetahuan dalam Pemilihan dan Penggunaan Kontrasepsi di Kecamatan Tikke Raya Kabupaten Pasangkayu: Analysis of Knowledge Level in the Selection and Usege of Contraception in District Tikke Raya Pasangkayu District Lestari, Ayu Lestari; Ririen Hardani; Andi Atirah Masyita
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 7 (2022): July 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i7.2383

Abstract

Latar Belakang: Indonesia mengalami peningkatan jumlah penduduk sebanyak 32,57 juta jiwa dalam kurun waktu sepuluh tahun. Hal ini akan menjadi suatu permasalahan kependudukan dan pembangunan bangsa Indonesia. Kontrasepsi merupakan salah satu upaya untuk mencegah terjadinya kehamilan akibat pertemuan antara sel telur dengan sel sperma. Pemilihan alat kontrasepsi dapat dipengaruhi oleh pengetahuan untuk mengambil keputusan jenis kontrasepsi yang akan digunakan. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional dengan teknik purposive sampling menggunakan instrumen kuesioner pada target yaitu sebanyak 350 sampel dalam waktu 2 bulan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan dalam pemilihan dan penggunaan kontrasepsi di Kecamatan Tikke Raya Kabupaten Pasangkayu lebih dominan kategori baik, yaitu 72% dan 67%. Hasil uji chi-square menunjukkan bahwa pengetahuan berhubungan dengan faktor jenis kontrasepsi, sumber informasi dan lama penggunaan dengan nilai signifikansi 0,027; 0,043; 0,016 (< 0,05). Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini, tingkat pengetahuan masyarakat dalam pemilihan dan penggunaan kontrasepsi dikategorikan baik dan terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dengan faktor jenis kontrasepsi, sumber informasi dan lama penggunaan.
Analisis Efektivitas Biaya Penggunaan Antibiotik Levofloksasin dan Azitromisin pada Pasien Penderita Corona Virus Disease-19 pada Tahun 2021 di RSUD Madani Palu: Cost-Effectiveness Analysis of Levofloxacin and Azithromycin Antibiotics Usage in Patients with Corona Virus Disease-19 in 2021 at Madani Hospital in Palu Tandah, Muhamad Rinaldhi; Ririen Hardani; Nurhafifah Wulandari Kassa; Nurul Ambianti
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 7 (2023): July 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i7.3262

Abstract

Latar belakang: Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2 yang dapat menyebabkan gejala gangguan pernapasan akut seperti demam, batuk dan sesak napas. Dalam penatalaksanaannya, Covid-19 membutuhkan biaya yang besar. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui antibiotik manakah yang paling cost-effective antara azitromisin dan levofloksasin dalam pengobatan Corona Virus Disease-2019 periode 2021 di RSUD Madani Palu. Metode: Desain penelitian ini adalah observasional cross-sectional dengan pengambilan data pasien secara retrospektif (Januari-Desember 2021). Metode penelitian pada penelitian ini adalah purposive sampling. Analisis efektivitas biaya dilakukan dengan menghitung Average Cost Effectiveness Ratio (ACER) dan Incremental Cost Effectiveness Ratio (ICER). Hasil: Jenis kelamin laki-laki sebesar 51% dengan usia 26-45 tahun dibandingkan perempuan sebesar 49%, dan lama rawat inap terbanyak 14 hari. Biaya medis langsung pasien pengguna azitromisin lebih rendah sebesar Rp1.659.698,66 dibandingkan pasien pengguna levofloksasin sebesar Rp1.711.361,17. Nilai ACER antibiotik azitromisin sebesar Rp92.205 dan nilai ACER antibiotik levofloksasin sebesar Rp136.939. Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa kelompok terapi antibiotik azitromisin lebih cost-effective dibandingkan dengan kelompok terapi antibiotik levofloksasin.