Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS KRITIS IMPLEMENTASI UU NO. 23 TAHUN 2011 TENTANG PENGELOLAAN ZAKAT DI BAZNAS PROVINSI KALIMANTAN BARAT: Antara Kepatuhan Prosedural Dan Optimalisasi Dampak Safitri, Melani
Khatulistiwa Law Review Vol. 5 No. 1 (2024): Khatulistiwa Law Review
Publisher : Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/klr.v5i1.5087

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis implementasi Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Barat. Berbeda dari penelitian sebelumnya yang cenderung berfokus pada kepatuhan prosedural, studi ini menggali lebih dalam kesenjangan antara pelaksanaan formal dan optimalisasi dampak sosio-ekonomi zakat. Dengan menggunakan metode penelitian yuridis-empiris dan pendekatan kualitatif, penelitian ini mengkaji bagaimana BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat menerjemahkan amanat undang-undang ke dalam praktik pengelolaan—mulai dari penghimpunan hingga pendayagunaan—serta mengidentifikasi tantangan-tantangan fundamental yang dihadapinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, meskipun BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat telah menjalankan tahapan pengelolaan zakat sesuai dengan alur yang ditetapkan dalam undang-undang, kinerjanya masih menghadapi tantangan signifikan. Ditemukan adanya kesenjangan yang cukup besar antara realisasi penghimpunan zakat dengan potensi zakat yang ada di provinsi tersebut, yang disebabkan oleh faktor-faktor seperti rendahnya literasi zakat di masyarakat, dominasi pembayaran zakat melalui kanal informal, dan strategi sosialisasi yang belum menjangkau seluruh segmen muzaki potensial. Selain itu, program pendayagunaan zakat, meskipun telah diarahkan pada model produktif, masih perlu dievaluasi efektivitasnya secara terukur dalam upaya pengentasan kemiskinan. Disimpulkan bahwa implementasi UU No. 23 Tahun 2011 di BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat telah berhasil pada level kepatuhan prosedural, namun belum mencapai level optimalisasi dampak. Diperlukan pergeseran paradigma dari sekadar "menjalankan amanat" menjadi "menganalisis dan memaksimalkan potensi" untuk mewujudkan tujuan luhur zakat sebagai instrumen keadilan sosial.
IMPLEMENTASI PROGRAM KAMPUS MENGAJAR UNTUK MENINGKATKAN LITERASI, NUMERASI, DAN KARAKTER SISWA DI SEKOLAH DASAR ISLAM TERPADU AL-MINHAJ BANJARWANGI, KABUPATEN GARUT Badriah, Elis; Akbar, Dendy Syaiful; Prawiranegara, Benny; Nugrahani, Farina; Hidayat, Yoga Taufik; Cantika, Feby Filga; Muwahid, Sidki Rijalul; Anggraeni, Yuni; Sonia, Sonia; Safitri, Melani
Jurnal Abdi Insani Vol 13 No 1 (2026): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v13i1.2856

Abstract

The Kampus Mengajar Program is an initiative of the Ministry of Education, Culture, Research, and Technology (Kemendikbudristek) aimed at improving literacy, numeracy, and character development among elementary school students, particularly in disadvantaged, frontier, and outermost (3T) regions. This program was implemented at SD IT Al-Minhaj Banjarwangi, Garut Regency, involving collaboration between university students, field supervisors, and school teachers. The implementation methods included participatory, contextual, collaborative, and project-based approaches through the provision of creative learning media, literacy and numeracy assistance, and the habituation of positive behaviors. The results show an increase in learning motivation, student engagement, and comprehension in literacy and numeracy. Furthermore, multi-stakeholder collaboration strengthened the learning environment and encouraged the sustainability of learning innovations at the school. Challenges such as limited infrastructure were addressed through creative strategies and continuous support from various stakeholders. The program proved to be effective and can be replicated in schools with similar conditions.