Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Bunga Baby Blue (Nemophila menziesii) sebagai Tanaman Refugia terhadap Keanekaragaman Artropoda pada Lahan Cabai Rawit Monokultur dan Polikultur Fadhilah, Kirana; Anton Meilus Putra
Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 9 No 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/agriprima.v9i2.765

Abstract

Tanaman cabai rawit merupakan salah satu komoditas yang banyak dibudidayakan masyarakat. Salah satu penyebab rendahnya produksi tanaman cabai rawit di Indonesia adanya serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) terutama hama. Pengendalian hama yang dilakukan petani masih kurang tepat seperti penggunaan insektisida sintetik yang sehingga diperlukan pengendalian yang dapat mengurangi residu bahan kimia dan ramah lingkungan seperti penerapan pola tanam yang tepat dan penggunaan tanaman refugia. Penerapan pola tanam diduga berpengaruh pada keanekaragaman hama dan penggunaan tanaman refugia bunga baby blue (Nemophila menziesii) dapat menarik artropoda hama, musuh alami, dan pollinator (serangga lain). Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh bunga baby blue terhadap keanekaragaman artropoda dengan berbagai peran (hama, musuh alami, dan serangga lain) pada lahan cabai rawit dengan pola tanam monokultur dan polikultur. Adapun metode penelitian yang dilakukan adalah observasi lapang dan pengumpulan data. Hasil penelitian menyatakan bahwa bunga baby blue tidak mempengaruhi keanekaragaman artropoda yang ada pada lahan cabai rawit monokultur dan polikultur, namun bunga baby blue mempengaruhi kelimpahan artropoda. Hal tersebut disebabkan persamaan jenis tanaman utama yang digunakan, kemudian untuk kelimpahannya dipengaruhi oleh banyaknya jenis dan jumlah tanaman dari masing-masing lahan. Adapun artropoda yang ditemukan pada bunga baby blue berjumlah 14 jenis dengan peran hama, 13 jenis dengan peran musuh alami, 2 jenis dengan peran pollinator, dan 2 jenis dengan peran serangga lain. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bunga baby blue tidak mempengaruhi keanekaragaman, namun lebih berpengaruh pada kelimpahan artropoda.
Pemberdayaan Petani Berbasis PGPR untuk Meningkatkan Produktivitas Kangkung di Lahan Gambut Desa Pulau Semambu Mulawarman, Mulawarman; Arinafril; Anton Meilus Putra; Nurlaili Habibi Danata; Rahmad Fadli
LOSARI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : LOSARI DIGITAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53860/losari.v8i1.565

Abstract

Water spinach cultivation in Pulau Semambu Village, South Sumatra, still encounters several constraints, including low productivity, pest and disease attacks, and limited use of biological agents to support sustainable production. This community service program aimed to strengthen farmers’ capacity by introducing practical knowledge and skills in producing and applying locally sourced Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) within a healthy cultivation system. The activities were implemented through four participatory stages: socialization of PGPR concepts and healthy farming practices, training on PGPR production, on-farm demonstration (demonfarm) of its application, and monitoring and evaluation of plant growth and farmer responses. Evaluation results indicated an 85% increase in participants’ knowledge and skills. PGPR application improved plant height, leaf number, and overall vigor of water spinach while reducing pest and disease symptoms. The program demonstrates that participatory training combined with demonfarm effectively facilitates PGPR technology adoption to support environmentally friendly and sustainable water spinach production.