Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Karakteristik Pengembangan Organisasi Terencana dan Sistematis Menurut Tenaga Administrasi Sekolah di SMP Negeri 13 Padang, Kota Padang Dea Hamanda
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 5 (2025): Oktober - November 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan organisasi yang dirancang dengan baik mencakup proses yang matang, mulai dari penyusunan strategi, penataan struktur, penguatan budaya organisasi, hingga penyempurnaan proses kerja. Dengan demikian, perubahan yang terjadi tidak sekadar bersifat reaktif terhadap situasi, tetapi juga bersifat strategis dan proaktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik pengembangan organisasi yang terencana dan sistematis menurut tenaga administrasi di SMP Negeri 13 Padang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara mendalam terhadap tenaga administrasi sekolah. Analisis data dilakukan secara interaktif dengan mengikuti tiga tahap utama, yaitu reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Data yang diperoleh kemudian dibandingkan dengan teori-teori tentang pengembangan organisasi terencana dan sistematis yang terdapat dalam buku. karakteristik pengembangan organisasi yang sistematis ditandai oleh proses yang terencana, terstruktur, dan berkesinambungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengembangan organisasi di SMP Negeri 13 Padang telah mencerminkan karakteristik pengembangan yang terencana dan sistematis, seperti perencanaan berbasis analisis kebutuhan, penerapan intervensi yang relevan, dan pelibatan berbagai pihak dalam pelaksanaan perubahan. Penerapan inovasi seperti sistem pengarsipan digital dan absensi berbasis teknologi dilakukan melalui tahapan yang terstruktur dan disesuaikan dengan kebutuhan administrasi sekolah. Hal ini menunjukkan adanya kesesuaian antara praktik di lapangan dengan teori yang menekankan pentingnya pendekatan berbasis data, keterpaduan antara struktur, budaya, dan sumber daya manusia, serta evaluasi berkelanjutan. Dengan demikian, pengembangan organisasi di SMP Negeri 13 Padang dapat dikategorikan adaptif, partisipatif, dan berorientasi pada peningkatan efektivitas tata kelola sekolah secara berkesinambungan.
Pengembangan Kurikulum di Indonesia: Prinsip, Model dan Tantangan dalam Impelementasi Dea Hamanda; Afita Sulaiman; Aditya Riza Putra; Karin Sevira; Merika Setiawati; Nikmah Hayati
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 6 (2025): JUNI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan kurikulum di Indonesia merupakan suatu proses yang terus berkembang dan dipengaruhi oleh berbagai aspek, seperti kebijakan pemerintah di bidang pendidikan, tuntutan masyarakat, serta kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Artikel ini membahas prinsip-prinsip dasar dalam pengembangan kurikulum, berbagai model yang telah diterapkan, serta tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaannya di Indonesia. Penelitian dilakukan melalui pendekatan kualitatif dengan desain studi pustaka, menganalisis beragam sumber ilmiah dari jurnal terindeks dan dokumen relevan dalam kurun sepuluh tahun terakhir. Prinsip utama dalam pengembangan kurikulum meliputi relevansi, kesinambungan, efektivitas, dan efisiensi agar kurikulum mampu menjawab kebutuhan peserta didik dan tantangan global. Beberapa model yang telah digunakan antara lain model Tyler dengan fokus pada empat pertanyaan utama, model Taba yang menggunakan pendekatan sistematis tujuh tahap, model Wheeler yang bersifat siklikal, dan model akar rumput yang mendorong partisipasi langsung dari sekolah. Namun, implementasi kurikulum di Indonesia masih menghadapi hambatan seperti keterbatasan kompetensi pendidik, ketimpangan sarana pendidikan antar daerah, ketidaksesuaian dengan kondisi lokal, sistem evaluasi yang belum maksimal, serta perubahan kebijakan yang kerap tidak konsisten. Temuan penelitian menegaskan bahwa keberhasilan pengembangan kurikulum sangat bergantung pada kolaborasi antara pemerintah, institusi pendidikan, dan masyarakat dalam mewujudkan kurikulum yang adaptif terhadap perubahan serta responsif terhadap kebutuhan pendidikan nasional.
Pendekatan Kultural Menurut Kepala Sekolah di SMP Negeri 13 Padang, Kota Padang Dea Hamanda
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan kultural dalam kepemimpinan perubahan merupakan faktor krusial dalam mendukung keberhasilan transformasi organisasi, khususnya pada konteks pendidikan. Perubahan organisasi tidak dapat diwujudkan semata-mata melalui penerapan aturan formal dan penataan struktur, melainkan harus mempertimbangkan nilai, norma, kebiasaan, serta pola interaksi sosial yang telah mengakar dalam organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan menganalisis penerapan pendekatan kultural dalam memimpin perubahan oleh kepala sekolah di SMP Negeri 13 Padang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara mendalam terhadap kepala sekolah sebagai informan utama. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, yang selanjutnya dikaji dengan membandingkan temuan lapangan dengan teori-teori pendekatan kultural dalam kepemimpinan perubahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah menerapkan pendekatan kultural melalui keteladanan, penguatan hubungan yang harmonis, komunikasi yang terbuka, serta pelibatan seluruh warga sekolah dalam proses perubahan. Praktik tersebut selaras dengan konsep creating the right environment dan installing the right processes, yang berkontribusi pada terbentuknya budaya sekolah yang adaptif dan partisipatif. Dengan demikian, pendekatan kultural memiliki peran signifikan dalam mewujudkan perubahan organisasi sekolah yang dapat diterima oleh warga sekolah dan berkelanjutan.