Fitri Rismawati
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Literature Review : Pengetahuan, Sikap dan Perilaku dalam Pemberian ASI Eksklusif Septabela Mahardika; Muliana; Fitri Rismawati; Syarifah Zaidah Putri Al-Hinduan; Hermin Limbu; Lilis Jayanti; Riski Febriana Dewi; Siti Shofia Luthfiyati Annisa; Dina; Anggun Puspita Dewi; Hapsari Windayanti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Exclusive breastfeeding is breast milk given to babies up to 6 months of age without any complementary foods except medicines and vitamins (Astuti et al., 2020). Breastfeeding is a scientific process, and millions of mothers around the world successfully breastfeed their babies without ever reading a book on breastfeeding. With the times, the science of breastfeeding is sometimes forgotten. In this study, the design or model used was a literature review, also known as a literature review. This literature review was obtained from Google Scholar and PubMed databases with publication years 2009-2024. The results of the study include the triggering factors in exclusive breastfeeding to infants are knowledge, attitudes, and behavior of mothers, where most mothers still do not understand the benefits of exclusive breastfeeding. The coverage of exclusive breastfeeding is still below the target so it is hoped that there will be efforts to provide comprehensive education for the community regarding the importance of exclusive breastfeeding for 6 months, and breastfeeding continues until the age of 2 years. The role of health workers is needed to provide education related to the importance of exclusive breastfeeding, lactation management education so that mothers will be more motivated to provide exclusive breastfeeding.             Abstrak ASI eksklusif adalah air susu ibu yang diberikan kepada bayi sampai dengan usia 6 bulan tanpa makanan pendamping apapun kecuali obat-obatan dan vitamin (Astuti et al., 2020). Menyusui adalah suatu proses ilmiah, dan berjuta-juta ibu di seluruh dunia berhasil menyusui bayinya tanpa pernah membaca buku tentang ASI. Seiring dengan perkembangan zaman, ilmu tentang menyusui kadang-kadang dilupakan. Dalam penelitian ini, desain atau model yang digunakan adalah tinjauan pustaka, juga dikenal sebagai tinjauan literatur. Literature Review ini didapatkan dari database Google Scholar dan PubMed dengan tahun publikasi 2009-2024. Literatur review ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan, sikap, dan perilaku ibu dalam pemberian ASI Eksklusif, di mana sebagian besar ibu masih belum paham tentang manfaat pemberian ASI Eksklusif. Cakupan pemberian ASI Eksklusif masih dibawah target sehingga diharapkan adanya upaya dalam memberikan edukasi yang menyeluruh bagi masyarakat terkait dengan pentingnya pemberian ASI Eksklusif selama 6 bulan, dan ASI terus dilanjutkan hingga usia 2 tahun. Peran tenaga kesehatan sangat dibutuhkan untuk memberikan edukasi terkait dengan pentingnya pemberian ASI Eksklusif, edukasi mengelola laktasi sehingga para ibu akan lebih termotivasi untuk memberikan ASI Eksklusif.
Penerapan Baby Gym sebagai Stimulasi Motorik Dini untuk Meningkatkan Perkembangan Bayi di Wilayah Kerja Puskesmas Ungaran Komariyah; Fitri Rismawati; Cahyaningrum
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The age of 0–12 months is a critical golden period that plays an essential role in determining a child’s growth and development, particularly motor development. One form of early motor stimulation that can be applied is baby gym. This community service activity aimed to improve mothers’ knowledge and skills in providing early motor stimulation through the application of baby gym to support optimal infant development. The activity was conducted on December 16, 2025, in the working area of Ungaran Public Health Center, involving 10 mothers with infants aged 3–12 months. The methods included health education, demonstration, hands-on practice of baby gym, and evaluation using pre-test and post-test assessments. The educational materials covered the definition of baby gym, its benefits, safety principles, and age-appropriate baby gym movements. The evaluation results showed an improvement in mothers’ knowledge after the intervention, as indicated by higher post-test scores compared to pre-test scores. In addition, mothers were able to perform baby gym movements correctly and safely according to the infants’ age. This activity proved effective in enhancing mothers’ knowledge and practical skills and has the potential to serve as a promotive and preventive approach in supporting infant growth and development through early motor stimulation that can be independently practiced at home.d collaboration and accessibility to educational media.   Abstrak Periode usia 0–12 bulan merupakan masa emas (golden age) yang sangat menentukan kualitas tumbuh kembang anak, khususnya perkembangan motorik. Salah satu bentuk stimulasi motorik dini yang dapat dilakukan adalah baby gym. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu balita dalam memberikan stimulasi motorik dini melalui penerapan baby gym sebagai upaya mendukung perkembangan bayi secara optimal. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 16 Desember 2025 di wilayah kerja Puskesmas Ungaran dengan sasaran 10 ibu balita yang memiliki bayi usia 3–12 bulan. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung baby gym, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test pengetahuan ibu. Materi yang diberikan mencakup pengertian baby gym, manfaat, prinsip keamanan, serta contoh gerakan baby gym sesuai usia bayi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu balita setelah kegiatan, ditandai dengan meningkatnya nilai post-test dibandingkan pre-test. Selain itu, ibu balita mampu mempraktikkan gerakan baby gym secara benar dan aman sesuai usia bayi. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu balita serta berpotensi menjadi upaya promotif dan preventif untuk mendukung tumbuh kembang bayi melalui stimulasi motorik dini yang dapat diterapkan secara mandiri di rumah.