Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pertanggungjawaban Pidana Korporasi terhadap Pengguna Jasa Debt Collector dalam Melakukan Penagihan Pinjaman Online Kamal, Galang Mustofa; Prawesthi, Wahyu; Marwiyah, Siti; Aribawa, Mohammad Yustino
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 4 No. 10 (2025): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Oktober 2025
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v4i10.4612

Abstract

The rapid growth of fintech peer-to-peer lending in Indonesia has reached outstanding financing of IDR 80.94 trillion, but faces serious challenges in the form of illegal collection practices, including intimidation, threats, and the dissemination of personal data. This study aims to examine the legal relationship between creditors and third parties (debt collectors) related to the principle of legal certainty, as well as analyze the form of corporate criminal liability of online loan companies against debt collector service users in collecting online loans that have criminal implications. This study uses a normative juridical approach with primary, secondary, and tertiary legal materials. Because it is normative legal research, it does not use population and samples statistically, but the object of research is in the form of legal materials related to corporate criminal liability and debt collection practices. Data analysis uses normative qualitative techniques, including description, interpretation, evaluation, argumentation, and systematization. The results of the study show that the legal relationship between the creditor and the debt collector has not fully met the principle of legal certainty, Gustav Radbruch, with the finding of a vertical in synchronization between Bank Indonesia Regulations and banking principles regulated in Banking Law No. 10/1998. The study concludes that the corporate criminal liability of online loan companies in employing debt collectors has not been fairly regulated in Indonesian laws and regulations, thus causing injustice, especially for debtors, although the theory of vicarious liability can be applied when debt collectors act within the scope of their duties.
Analisis Yuridis Penyelundupan Hewan Bekantan di Wilayah Hukum Polres Banjar (Studi Kasus No. 104/Pid.Sus/LH) Sonya, Ega Bella; Marwiyah, Siti; Prawesthi, Wahyu; Aribawa, Mohammad Yustino
Journal of Economics and Public Health Vol 4 No 4 (2025): Journal of Economics and Public Health: December 2025
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jeph.v4i4.7459

Abstract

Perdagangan ilegal satwa liar merupakan kejahatan lingkungan yang mengancam kelestarian biodiversitas di Indonesia. Bekantan (Nasalis larvatus), sebagai primata endemik Kalimantan yang dilindungi, menjadi sasaran penyelundupan karena tingginya nilai ekonomis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan putusan serta bentuk pertanggungjawaban pidana pelaku penyelundupan hewan bekantan dalam Putusan Pengadilan Negeri Martapura No. 104/Pid.Sus/LH. Penelitian ini menerapkan metode yuridis normatif dengan pendekatan melalui peraturan perundang-undangan dan studi kasus. Sumber data primer berasal dari salinan putusan pengadilan, sementara data sekunder dikumpulkan dari berbagai literatur hukum, peraturan perundang-undangan, serta dokumen pendukung lainnya. Telaah yang digunakan yaitu telaah kasus dan perundang-undangan (Statute Approach). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hakim mempertimbangkan secara cermat unsur kesengajaan, status hukum satwa bekantan, dan keterlibatan terdakwa. Bentuk pertanggungjawaban pidana yang dikenakan adalah pertanggungjawaban pidana individual berdasarkan asas kesalahan (schuld), namun belum mencerminkan prinsip keadilan ekologis secara menyeluruh. Penelitian ini diharapkan menjadi referensi dalam pengembangan hukum pidana lingkungan dan penegakan hukum terhadap penyelundupan satwa dilindungi di Indonesia.