Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Faktor yang Mempengaruhi Proses Partus Normal Sastrika Handayani Marpaung
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3174

Abstract

Partus normal merupakan proses fisiologis yang dialami ibu melahirkan tanpa intervensi medis besar, seperti tindakan operasi atau induksi berlebih. Berbagai faktor dapat memengaruhi keberhasilan partus normal, mulai dari faktor ibu, janin, hingga lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berperan dalam proses partus normal di Desa Lobu Rappa Kecamatan Aek Songsongan pada tanggal 03 Mei 2025. Penelitian observasional analitik ini menggunakan pendekatan cross-sectional dengan melibatkan 45 ibu yang melahirkan pada periode tersebut. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan catatan rekam medis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor usia ibu, paritas, status gizi, tingkat pengetahuan, dan dukungan keluarga memiliki pengaruh signifikan terhadap kelancaran proses partus normal (p<0,05). Sementara itu, faktor pekerjaan dan jarak ke fasilitas kesehatan tidak menunjukkan hubungan yang bermakna. Penelitian ini menekankan pentingnya intervensi edukasi, dukungan keluarga, serta peningkatan akses pelayanan kesehatan maternal.
Perawatan Kehamilan Yang Sehat: Tips Untuk Ibu Hamil Susanti Susanti; Sastrika Handayani Marpaung; Cakrawati R; Lumastari Ajeng Wijayanti; Rezqiqah Aulia Rahmat
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Maret)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v4i2.1006

Abstract

Background: Pregnancy is a crucial period in a woman's life that requires special attention to maintain the health of both mother and fetus. Lack of knowledge and awareness regarding healthy prenatal care can increase the risk of complications, including anemia, hypertension, and premature birth. Objective: This study aims to identify healthy prenatal care practices, factors influencing maternal health, and develop evidence-based recommendations for pregnant women in Indonesia. Methods: This study used a descriptive qualitative approach, collecting data through in-depth interviews with 20 pregnant women and five health workers in Sleman Regency, as well as literature review from national and international journals. Data were analyzed thematically to identify patterns of care and determinants of maternal health. Results: The study identified five main aspects of healthy prenatal care: (1) implementing a balanced, nutritious diet, (2) routine prenatal checkups at least six times during pregnancy, (3) light physical activity and adequate rest, (4) social and emotional support from the family, and (5) increasing health education through medical personnel and digital media. These five aspects contribute significantly to reducing the risk of pregnancy complications. Conclusion: Healthy pregnancy care requires a synergy between medical knowledge, social support, and a healthy lifestyle. Collaboration between health professionals, families, and the government is needed to strengthen the community-level education system for pregnant women.
Efektivitas Teknik Birth Ball terhadap Intensitas Nyeri Persalinan pada Ibu Bersalin Kala I Fase Aktif Bayu Larasati Wulandari; Fitri Andriani; Dwi Feni Pebriani Br Tarigan; Nurmala Sari; Sastrika Handayani Marpaung
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Maret)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Nyeri persalinan merupakan pengalaman fisiologis yang dialami oleh ibu bersalin akibat kontraksi uterus dan dilatasi serviks. Manajemen nyeri persalinan dapat dilakukan secara farmakologis maupun nonfarmakologis. Salah satu metode nonfarmakologis yang dapat digunakan adalah teknik birth ball. Birth ball merupakan latihan menggunakan bola khusus yang membantu ibu bersalin melakukan gerakan pelvis sehingga dapat meningkatkan kenyamanan dan mengurangi intensitas nyeri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas teknik birth ball terhadap intensitas nyeri persalinan pada ibu bersalin kala I fase aktif. Penelitian menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan pretest–posttest without control group. Sampel sebanyak 30 ibu bersalin dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intensitas nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor nyeri sebelum intervensi adalah 7,3 ± 1,1 dan setelah intervensi menjadi 5,1 ± 1,0 dengan nilai p < 0,001. Disimpulkan bahwa teknik birth ball efektif dalam menurunkan intensitas nyeri persalinan pada kala I fase aktif. Kata Kunci: Birth Ball, Nyeri Persalinan, Metode Nonfarmakologis, Kala I Persalinan
Penyuluhan Asuhan Kebidanan Pada Wanita Lansia Tentang Pencegahan Infeksi Saluran Kemih Dan Osteoporosis Cakrawati Cakrawati; Sastrika Handayani Marpaung
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Desember)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i1.880

Abstract

The increasing number of elderly women leads to various health problems, particularly urinary tract infections (UTIs) and osteoporosis, which commonly occur due to physiological and hormonal changes. The lack of knowledge among elderly women regarding disease prevention contributes to the high incidence of UTIs and reduced quality of life. This community service activity aimed to improve the knowledge and awareness of elderly women about the prevention of UTIs and osteoporosis through midwifery health education at the Community Health Center X. The implementation methods included interactive lectures, group discussions, light exercise demonstrations, and distribution of educational leaflets. A total of 40 elderly women aged 55–70 years participated in this activity. Evaluation results showed a 75% increase in knowledge and improved behavior regarding personal hygiene and regular physical activity. This activity contributes positively to improving the quality of life among elderly women through promotive and preventive midwifery approaches.