Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Perbandingan Penggunaan Telehealth dengan Konsultasi Tatap Muka dalam Asuhan Kebidanan Nur Afifah Harahap; Susanti; Fanni Astuti; Bayu Larasati Wulandari; Rahmaniyah R
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2894

Abstract

Inovasi digital di sektor kesehatan, khususnya telehealth, telah menjadi salah satu alternatif penting dalam pemberian layanan kebidanan, terutama selama pandemi COVID-19 dan di wilayah dengan keterbatasan akses fasilitas kesehatan. Namun, efektivitas dan kepuasan pasien terhadap telehealth dibandingkan dengan konsultasi tatap muka masih menjadi pertanyaan penting dalam praktik kebidanan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas dan tingkat kepuasan pasien terhadap penggunaan telehealth dengan konsultasi tatap muka dalam pelayanan asuhan kebidanan. Desain penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 120 ibu hamil dipilih secara purposive sampling, terdiri dari pengguna layanan telehealth dan konsultasi langsung di fasilitas kebidanan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur yang mengukur kualitas pelayanan dan kepuasan pasien. Analisis data dilakukan dengan uji paired t-test dan independent t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan dalam dimensi kualitas informasi antara telehealth dan tatap muka (p=0,213). Namun, terdapat perbedaan signifikan pada dimensi kejelasan komunikasi (p=0,001), responsivitas (p=0,009), serta kepuasan umum (p=0,015), di mana konsultasi tatap muka lebih unggul. Di sisi lain, telehealth dinilai lebih efisien dalam aspek waktu dan aksesibilitas (p=0,000). Telehealth dapat menjadi alternatif yang layak untuk asuhan kebidanan terutama dalam kondisi tertentu seperti pandemi atau daerah terpencil. Namun, untuk aspek komunikasi interpersonal dan hubungan emosional, konsultasi tatap muka tetap lebih unggul. Kombinasi keduanya secara strategis dapat meningkatkan mutu dan jangkauan layanan kebidanan di masa depan.
Efektivitas Teknik Birth Ball terhadap Intensitas Nyeri Persalinan pada Ibu Bersalin Kala I Fase Aktif Bayu Larasati Wulandari; Fitri Andriani; Dwi Feni Pebriani Br Tarigan; Nurmala Sari; Sastrika Handayani Marpaung
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Maret)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Nyeri persalinan merupakan pengalaman fisiologis yang dialami oleh ibu bersalin akibat kontraksi uterus dan dilatasi serviks. Manajemen nyeri persalinan dapat dilakukan secara farmakologis maupun nonfarmakologis. Salah satu metode nonfarmakologis yang dapat digunakan adalah teknik birth ball. Birth ball merupakan latihan menggunakan bola khusus yang membantu ibu bersalin melakukan gerakan pelvis sehingga dapat meningkatkan kenyamanan dan mengurangi intensitas nyeri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas teknik birth ball terhadap intensitas nyeri persalinan pada ibu bersalin kala I fase aktif. Penelitian menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan pretest–posttest without control group. Sampel sebanyak 30 ibu bersalin dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intensitas nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor nyeri sebelum intervensi adalah 7,3 ± 1,1 dan setelah intervensi menjadi 5,1 ± 1,0 dengan nilai p < 0,001. Disimpulkan bahwa teknik birth ball efektif dalam menurunkan intensitas nyeri persalinan pada kala I fase aktif. Kata Kunci: Birth Ball, Nyeri Persalinan, Metode Nonfarmakologis, Kala I Persalinan
Pendidikan Kesehatan Tentang Pencegahan Keguguran (Miskram) Pada Ibu Hamil Melalui Deteksi Dini Faktor Risiko Susanti Susanti; Zumrotul Ula; Yulis Tinta; Bayu Larasati Wulandari; Rezqiqah Aulia Rahmat
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Maret)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i2.1040

Abstract

Miscarriage is one of the complications of pregnancy that still occurs frequently and can cause physical and psychological effects on mothers. Miscarriage prevention needs to be carried out by increasing pregnant women's knowledge about risk factors and the importance of early detection. This community service activity aims to increase pregnant women's knowledge about miscarriage prevention through health education and early detection of risk factors. The implementation methods include health counseling, interactive discussions, and basic examinations such as blood pressure, hemoglobin levels, and obstetric history. Evaluation is carried out using pre-tests and post-tests to measure the increase in participants' knowledge. The results of the activity show an 85% increase in knowledge, as well as an increase in pregnant women's awareness of the importance of regular antenatal checkups. This activity is expected to contribute to reducing the incidence of miscarriage by increasing pregnant women's understanding and awareness of risk factors that can be prevented early on.