Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SUBKULTUR KOMUNITAS VESPA GEMBEL: STRATEGI PEMOLISIAN DALAM MENGATASI STIGMA DAN MARGINALISASI SOSIAL Tambunan, Daniel Artasasta; Hamid, Supardi
Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora Vol. 2 No. 4 (2024): Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora
Publisher : Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunitas Vespa Gembel merupakan sebuah entitas yang memperlihatkan semangat perlawanan terhadap status quo dengan cara yang menarik. Dengan menghias Vespa mereka dengan berbagai barang yang dianggap tak lazim, dari karung goni hingga barang-barang lain yang sering dianggap sebagai "sampah", kelompok ini menegaskan identitasnya dan justru menciptakan stigma negatif dari masyarakat. Stereotip seperti aneh, gila, tidak produktif, bahkan kriminal sering dilekatkan pada mereka, yang memperburuk marginalisasi sosial pada komunitas ini. Dalam konteks ini, Komunitas Vespa Gembel mengembangkan identitas subkultur sebagai bentuk protes terhadap norma yang ada. Sebagai lembaga yang bertanggung jawab atas ketertiban sosial, polisi dihadapkan pada masalah sosial yang diproduksi oleh komunitas yang juga menjadi sumber kekhawatiran (fear of crime) dalam masyarakat. Pendekatan yang tepat dari pihak kepolisian dapat mengurangi marginalisasi dan ketidaksetaraan yang dialami komunitas ini. Teori Marginalisasi Sosial, Teori Subkultur, dan Teori Budaya Kelas Bawah menjadi dasar dalam menjawab bagaimana strategi pemolisian dapat mengurangi ketidaksetaraan ini. Respons yang tepat dari kepolisian dapat menurunkan tingkat kejahatan dalam kelompok ini. Termasuk membangun dialog yang efektif dan melihat komunitas ini bukan hanya sebagai potensi pelaku kejahatan, melainkan juga sebagai bagian yang dapat memberi kontribusi positif dalam masyarakat. Langkah konkret seperti menangani masalah spesifikasi kendaraan dan memberikan pelatihan keselamatan berkendara bagi anggota komunitas bisa menjadi solusi proaktif dalam menyelesaikan masalah ini dari akarnya.
Implementation of Police Protocol Dankorbrimob Number: Protap/01/VII/2017 Concerning Operational Guidelines for the Anti-Anarchist Unit of the Police Brigade Corps (Brimob) at Satbrimob Police Metro Jaya Tamba, Kristo; Afianto, Rangga; Haryanto, Haryanto; Tambunan, Daniel Artasasta
Pena Justisia: Media Komunikasi dan Kajian Hukum Vol. 23 No. 1 (2024): Pena Justisia
Publisher : Faculty of Law, Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/pj.v23i1.6167

Abstract

This research aims to find out the implementation of Protap Dankorbrimob POLRI Number: Protap 01/VII/2017 at Satbrimob Polda Metro Jaya and to find out the factors that influence the implementation of the policy. This research uses a qualitative descriptive method, whose data collection is done through interviews, observation and documentation. The research data was analyzed using an interactive model analysis, which consists of data reduction, data presentation and conclusion drawing. The results showed that there has been an effort from Satbrimob Polda Metro Jaya to implement Protap Dankorbrimob POLRI Number: Protap/01/VII/2017 in carrying out the duties of the Anti-Anarchist Unit. However, so far, the implementation has not run optimally, as seen from the existence of several things that deviate from the provisions of the Protap, such as the minimum number of members deployed, the prohibition of the use of firearms, and formations that are never fully implemented. As for the factors that influence the implementation of the Protap, according to the implementation model from Edward III, all of them have not gone well. Communication, resources, disposition, and bureaucratic structure are all still obstacles in the implementation of Dankorbrimob POLRI Protap Number: Protap/01/VII/2017 at Satbrimob Polda Metro Jaya, which results in not optimal implementation of the policy.