Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

BERPELUANG SAMA (STUDI KASUS PEREMPUAN DALAM MENGHADAPI TANTANGAN SOSIAL DAN EKONOMI DI DUNIA PENDIDIKAN) Agustin, Zulfah Anali; Nurrizalia, Mega; Waty , Evy Ratna Kartika; Annisa , Alifyana Fitri; Rahmadania, Ananda; Marwiya
Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora Vol. 2 No. 5 (2024): Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora
Publisher : Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/kultura.v2i5.1385

Abstract

Perempuan dalam masyarakat kontemporer sering kali menghadapi beragam tantangan sosial dan ekonomi yang mempengaruhi kesejahteraan dan pengembangan potensi mereka. Artikel ini bertujuan untuk mencari faktor-faktor utama yang mempengaruhi perempuan dalam menghadapi tantangan sosial dan ekonomi, serta mengidentifikasi strategi yang mereka terapkan untuk mengatasi hambatan tersebut. Melalui studi kasus dan analisis kualitatif, kami mengeksplorasi bagaimana perempuan membangun ketahanan sosial dan ekonomi, mengelola peran ganda, dan menavigasi struktur kekuasaan yang ada. Temuan kami menunjukkan bahwa dukungan sosial, akses terhadap pendidikan dan pelatihan, serta kewirausahaan merupakan faktor kunci dalam memberdayakan perempuan secara ekonomi. Namun, masih terdapat hambatan struktural seperti stereotip gender, ketimpangan dalam akses sumber daya, dan ketidaksetaraan dalam kesempatan yang perlu diatasi. Kami juga menyoroti upaya-upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah, organisasi non-pemerintah, dan individu dalam memperjuangkan kesetaraan gender dan memperbaiki kondisi sosial dan ekonomi perempuan. Dengan memahami tantangan yang dihadapi perempuan dan strategi yang mereka gunakan untuk mengatasinya, Artikel ini juga mengusulkan rekomendasi kebijakan untuk meningkatkan inklusi dan pemberdayaan perempuan dalam ranah sosial dan ekonomi, sehingga menciptakan masyarakat yang lebih berpeluang sama bagi semua individu.
Artikel_Jurnal Revitalisasi Fasilitas Keagamaan melalui Program Pengecatan di Desa Pematang Buluh: Revitalisasi Fasilitas Keagamaan melalui Program Pengecatan di Desa Pematang Buluh RANIASA, FITRIA; Supriono; Zaki, Ahmad; Nurjannah; Marwiya; Musdallifah, Dewi; Hafsari, Annisa Tri; Wahyuni, Sri; Akrima, Siti; Nazar, M.
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Januari - Maret
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fasilitas keagamaan seperti masjid, majelis, dan madrasah memiliki peran sentral dalam kehidupan masyarakat desa sebagai pusat ibadah, pendidikan keagamaan, serta interaksi sosial. Namun, di Desa Pematang Buluh, beberapa fasilitas tersebut mengalami penurunan kualitas fisik akibat minimnya perawatan, khususnya pada bagian pengecatan, yang berdampak pada kenyamanan dan partisipasi masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kualitas dan kenyamanan fasilitas keagamaan sekaligus menumbuhkan kesadaran kolektif serta rasa memiliki masyarakat terhadap sarana ibadah. Mitra kegiatan ini adalah pengurus masjid dan masyarakat Desa Pematang Buluh. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR), yang menempatkan masyarakat sebagai subjek aktif melalui tahapan identifikasi masalah, perencanaan, tindakan pengecatan secara gotong royong, serta refleksi dan evaluasi bersama.  Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kondisi fisik fasilitas keagamaan yang ditandai dengan lingkungan ibadah yang lebih bersih, rapi, dan estetis. Dampak kegiatan dirasakan secara langsung oleh masyarakat, ditunjukkan dengan meningkatnya kenyamanan beribadah serta keterlibatan warga dalam menjaga kebersihan dan pemeliharaan fasilitas. Selain itu, kegiatan ini memperkuat kerja sama dan solidaritas sosial antara mahasiswa KUKERTA dan masyarakat desa. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan partisipatif berbasis tindakan nyata tidak hanya memberikan dampak fisik, tetapi juga mendorong pemberdayaan masyarakat serta keberlanjutan pemeliharaan fasilitas keagamaan.