Susianti, Mike
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Senam Diabetes terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Sewaktu pada Penderita DM Tipe 2 Susianti, Mike; Harismayanti, Harismayanti; Adam, Nerlanti
Gorontalo Journal of Public Health VOLUME 6 NOMOR 2, OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gjph.v6i2.3173

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 terjadi karena kurangnya respons reseptor terhadap insulin. Salah satu cara untuk mengatasi diabetes melitus adalah dengan berolahraga secara teratur. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam diabetes terhadap penurunan kadar gula darah sewaktu pada penderita DM Tipe 2 di Puskesmas Kota Timur. Desain penelitian quasy experimental design pendekatan pretest posttest nonequivalent control group design. Populasi penderita DM tipe 2 sebanyak 137 orang, sampel 18 orang penderita DM tipe 2 dihitung dengan rumus sampel estimasi rerata dua kelompok berpasangan. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Kelompok intervensi terkontrol obat dan senam diabetes, serta kelompok kontrol terkontrol obat dan tidak senam diabetes. Analisis dilakukan dengan uji paired sampel t test untuk membandingkan GDS pretest dan postest setiap kelompok dan independent t test untuk selisih penurunan GDS antar kelompok. Hasil penelitian mendapatkan GDS pretest pada kelompok intervensi: terendah 150 mg/dl, tertinggi 360 mg/dl, rata-rata 234,9 mg/dl. Pada kelompok kontrol terendah 153 mg/dl, tertinggi 360 mg/dl dan rata-rata 242,6 mg/dl. GDS posttest pada kelompok intervensi yaitu terendah 120 mg/dl, tertinggi 331 mg/dl, rata-rata 194 mg/dl. Pada kelompok Kontrol yaitu terendah 138 mg/dl, tertinggi 341 mg/dl dan rata-rata 223,9 mg/dl. Uji paired sampel t test pada kelompok intervensi (ρ Value 0,000), kelompok kontrol (ρ Value 0,000). Uji independent t test mendapatkan T hitung 3,484 dan ρ Value 0,003. Disimpulkan ada pengaruh senam diabetes terhadap penurunan kadar gula darah pada penderita DM Tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Kota Timur.
Efektivitas Konsumsi Jus Buah Pare terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Sewaktu Penderita Diabetes Melittus Tipe II Susianti, Mike; Retni, Ani; Djafar, Widya Ningsih
Gorontalo Journal of Public Health VOLUME 6 NOMOR 2, OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gjph.v6i2.3239

Abstract

Diabetes merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah dan gangguan metabolisme tubuh. peningkatan kadar gula darah akibat kelainan sekresi insulin, salah satu atau dua kerja insulin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas konsumsi jus buah pare terhadap penurunan kadar gula darah sewaktu. Desain penelitian yang digunakan adalah quasy eksperimen, dan tehnik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling. Penelitian dilakukan di desa Mongolato Dengan melibatkan 30 responden, dengan 15 responden menjadi kelompok control dan 15 responden menjadi kelompok eksperimen. Analisa data yang digunakan adalah uji T dependent t test (paired sampel t test) dan uji T independent. Hasil uji t dependent (paired sampel t test) pada kelompok eksperimen didapatkan nilai p=0.000 dan pada kelompok control didapatkan nilai p=0.013. Hasil uji T independent menunjukan adanya pengaruh yang signifikan pada kadar gula darah sewaktupenderita Diabetes melitus sesudah pemberian jus buah pare pada kelompok eksperimen, dengan nilai p=0,000. Hasil penelitian ini merekomendasikankonsumsi jus buah pare pada penderita diabetes melitus untuk menurunkan kadar gula darah sewaktu.
Analisis Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Pingsan Susianti, Mike; Syukur, Sabrin B.; Kadir, Sulistiawati
Gorontalo Journal of Public Health VOLUME 7 NOMOR 1, APRIL 2024
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gjph.v7i1.3412

Abstract

Dampak yang terjadi pada siswa yang mengalami pingsan yaitu siswa akan ketinggalan pelajaran disekolah karena harus beristirahat di UKS serta banyak siswa yang tidak memperhatikan kondisi kesehatannya, sehingga kehilangan kesadaran. Terjadinya pingsan pada siswa dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti kelelahan, tidak sarapan pagi dari rumah dan berdiri terlalu lama terlebih dibawa terik matahari. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan faktor kelelahan, tidak sarapan dan berdiri terlalu lama dengan kejadian pingsan. Desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi siswa kelas 2 sebanyak 290 siswa dengan jumlah sampel sebanyak 73 siswa, teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan faktor kelelahan, tidak sarapan dan berdiri terlalu lama nilai p value=0,000. Sedangkan pada nilai OR diperoleh faktor kelelahan memiliki risiko 0,037 kali, tidak sarapan memiliki risiko 0,014 kali dan berdiri terlalu lama memiliki risiko 0,013 kali mengalami pingsan. Kesimpulan terdapat hubungan antara faktor kelelahan, tidak sarapan dan berdiri terlalu lama dengan kejadian pingsan pada kelas 2 di SMA Negeri 2 Limboto. Saran diharapkan agar menjadi perhatian bagi siswa itu sendiri untuk memperhatikan kondisi tubuh untuk tidak memaksa dalam suatu kegiatan sehingga menyebabkan kelelahan, melakukan sarapan pagi agar kegiatan sekolah tidak terhambat serta mengurangi kegiatan yang berkaitan dengan kekuatan otot di kaki seperti berdiri terlalu lama. Untuk pihak sekolah agar mengingatkan siswa melalui edukasi atau sosialisasi untuk menjaga kesehatan seperti sarapan, tidak terlalu lelah serta mempersingkat penyampaian saat apel pagi agar siswa tidak berdiri terlalu lama.
Penggunaan Kontrasepsi Hormonal dengan Produksi ASI di Puskesmas Telaga Susianti, Mike; Harismayanti, Harimayanti; Mahmud, Cici Apriliani
Gorontalo Journal of Public Health VOLUME 7 NOMOR 2, OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gjph.v7i2.3831

Abstract

Ibu menyusui memerlukan alat kontrasepsi yang aman digunakan selama proses laktasi, namun metode kontrasepsi hormonal terutama yang mengandung estrogen dapat mengakibatkan laktasi menjadi terhambat karena terdapat prolaktin yang dapat berpengaruh terhadap produksi ASI. Penelitian ini bertujuan melihat penggunaan kontrasepsi hormonal terhadap produksi ASI. Metode penelitian ini menggunakan desain kuantitiatif korelasional dengan pendekatan cross sectional study. Populasi sebanyak 602 responden dengan pengambilan sampel penelitian menggunakan rumus slovin yang berjumlah sebanyak 85 responden, serta pengumpulan data berupa kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menggunakan kontrasepsi hormonal suntik (84,7%), sedangkan pengguna pil hanya 15,3%. Selain itu, mayoritas responden memiliki produksi ASI yang baik (91,8%), sementara 8,2% mengalami produksi ASI yang kurang. Hubungan kontrasepsi hormonal terhadap produksi ASI menunjukkan hasil uji Chi-Square yaitu pvalue = 0,001 atau 0,05 yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan kontrasepsi hormonal dengan produksi ASI. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan kontrasepsi hormonal, terutama pil kombinasi estrogen dan progesteron, berhubungan negatif dengan produksi ASI. Ibu yang menggunakan pil lebih cenderung mengalami masalah dalam produksi ASI, sementara pengguna kontrasepsi suntik yang mengandung progesteron memiliki produksi ASI yang lebih baik.