Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Manajemen Produksi Berita Kabar Sambas di CSMtv Yandra; Henny Yusnita
Syi’ar: Jurnal Ilmu Komunikasi, Penyuluhan dan Bimbingan Masyarakat Islam Vol. 7 No. 1 (2024): Syi`ar : Jurnal Ilmu Komunikasi, Penyuluhan dan Bimbingan Masyarakat Islam
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/syiar.v7i1.2822

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menjelaskan manajemen yang dilakukan CSmtv Sambas yang memenuhi lima unsur manajemen seperti perencanaan, organisasi, tahap produksi, penggontrolan dan evaluasi. Oleh karena itu, peneliti ingin meneliti lebih detail masalah dan kelebihan yang dimiliki pihak CSMtv Sambas sesuai dengan unsur manajemen yang digunakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan jenis kualitatif. Sumber data yang digunakan primer dan sekunder. Tehnik alat pengumpul data yaitu; 1) observasi; 2) wawancara; 3) dokumentasi; Sedangkan tehnik analisis data yang digunakan reduksi data, display data, Verifikasi (penarikan kesimpulan). Kemudian tehnik pemeriksaan keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi dan member check. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa manajemen produksi berita kabar Sambas yang dilakukan CSMtv, yaitu; 1) Proses perencanaan yang dilakukan kadang tidak formal seperti kebanyakan televisi swasta yang melaksanakan rapat kepada seluruh karyawan. Tetapi bagi direktur utama CSMtv, cukup menggunakan group whatsapp untuk merencanakan proses liputan meskipun kadang rapat bersama juga dilakukan; 2) Kinerja yang dilakukan karyawan yang tergabung dalam struktur organisasi CSMtv kurang maksimal. Hal itu dikarenakan tugas ganda yang dimiliki karyawan sehingga tidak fokus mengerjakan tugas utama yang telah terstruktur; 3) Proses pelaksanaan yang terbagi menjadi 3 tahap yaitu pra produksi, produksi dan pasca produksi sudah memenuhi standar nasional dengan menggunakan aplikasi adobe premiere pro dengan hasil yang cukup lumayan; 4) Proses pengawasan yang dilakukan dalam CSMtv Sambas sesuai dengan teori manajemen. Proses produksi yang dihasilkan cukup serius agar dapat menjadi informasi yang aktual dan faktual; 5) Proses evaluasi yang di lakukan pada rapat bersama terkait taget dan tujuannya dapat disimpulkan bahwa berita peristiwa menjadi hal yang sangat diminati masyarakat kabupaten Sambas.
Bimbingan Menghafal Alquran Menggunakan Metode Wahdah, Kitabah, dan Sima’i di Rumah Tahfiz Baitul Qur’an Desa Durian Kecamatan Sambas Al Azhar; Henny Yusnita; Enik Sartika
Jurnal Ilmiah Al-Muttaqin Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Muttaqin
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammaad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/al-muttaqin.v10i2.3662

Abstract

Memorizing the Qur’an is not an easy task; in other words, it is not as simple as turning one’s palm. One important effort that must be considered in guiding Qur’an memorization is the method used. This study aims to explain the guidance for memorizing the Qur’an using the wahdah, kitabah, and sima’i methods at the Baitul Qur’an Tahfiz House in Durian Village, Sambas District. This research employs field research with a descriptive approach. Data sources were obtained from ustaz (teachers/mentors), students (santri), and the administrators of the Baitul Qur’an Tahfiz House. Data collection techniques included: (1) non-participant observation, (2) structured interviews, and (3) documentation. The data analysis techniques used consisted of data reduction, data display, verification, and drawing conclusions. Data validity was examined using source triangulation and member checking. The results of the study successfully revealed the methods used in guiding Qur’an memorization as follows: (1) The wahdah method has been implemented in the guidance process, in which students read one verse of the Qur’an repeatedly under the guidance of an ustaz until they are fluent in terms of pronunciation, tajwid, and makharij al-huruf. After the first verse is mastered well, students proceed to the next verse. Subsequently, the first and second verses are repeated together until the memorization is correctly connected. This process is carried out continuously until several verses or one page can be memorized fluently; (2) The kitabah method involves teaching students to write the verses of the Qur’an, and as a subsequent program, students who enjoy writing Arabic (hijaiyah) letters are directed toward the art of Arabic calligraphy; (3) The sima’i method also trains students’ listening skills by having them listen to Qur’anic verses either orally or through audio-visual media. This method also facilitates memorization, as students continuously listen to the recitations played through audio or audio-visual media.