Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Transformasi Digital dalam Pengembangan Edupreneurship Berbasis Kearifan Budaya Batik melalui Pelatihan Membatik Maulida, Aresya; Aulia Isna Lutfiana; Fina Milatin Khanifah; Maisaroh
Jurnal Ilmiah Bisnis Digital Vol. 2 No. 1 (2025): Nopember 2025
Publisher : CV.RIZANIA MEDIA PRATAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69533/zq97ne74

Abstract

Dengan perkembangan teknologi digital, ada peluang yang lebih baik untuk mengembangkan pendidikan berbasis budaya, terutama dalam mempertahankan dan mengembangkan seni batik sebagai warisan budaya Indonesia.  Dalam artikel ini, kami melihat bagaimana pelatihan membatik berfungsi sebagai media pendidikan dan usaha kreatif, menggabungkan nilai-nilai budaya tradisional dengan teknologi digital kontemporer.  Selama workshop membatik, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman yang mendalam tentang teknik pembuatan batik, tetapi juga memperoleh kemampuan untuk secara mandiri mengelola, memasarkan, dan mengembangkan produk yang mereka buat sendiri.  Produk batik yang dibuat oleh peserta kemudian dijual melalui platform toko online, yang mampu secara efektif mendukung pemasaran digital dan meningkatkan akses pasar.  Evaluasi kegiatan menunjukkan bahwa peserta memperoleh keterampilan membatik yang lebih baik dan semangat kewirausahaan sebagai hasil dari pelatihan ini. Selain itu, evaluasi menunjukkan bahwa pentingnya melestarikan budaya di era digital yang terus berkembang saat ini. Transformasi digital ini menjadi kunci utama dalam mengintegrasikan nilai kultural dengan inovasi bisnis kreatif, sekaligus mendorong keberlanjutan budaya dan pemberdayaan ekonomi komunitas melalui eduprenurship budaya batik secara berkelanjutan.
Pelestarian Budaya Batik Pekalongan sebagai Sumber Pembelajaran SBK pada Kurikulum Merdeka Maulida, Aresya; Mar’atul Khusna; Aenun Nisa; Fina Milatin Khanifah; Fitrotul Awalia; Maisaroh
Gayatri : Jurnal Pengabdian Seni dan Budaya Vol. 4 No. 1 (2026): April
Publisher : Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW) Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20111/gayatri.v4i1.73

Abstract

Pelestarian budaya lokal merupakan bagian penting dalam implementasi Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran berbasis konteks dan kearifan lokal. Batik Pekalongan sebagai salah satu warisan budaya takbenda Indonesia memiliki potensi besar untuk dijadikan sumber belajar pada mata pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan (SBK). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk pelestarian Batik Pekalongan dan relevansinya sebagai sumber pembelajaran SBK pada Kurikulum Merdeka. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah berbagai artikel ilmiah, laporan penelitian, dan dokumen pendidikan yang berkaitan dengan batik, pembelajaran berbasis budaya, serta implementasi Kurikulum Merdeka. Hasil kajian menunjukkan bahwa Batik Pekalongan dapat diintegrasikan dalam pembelajaran SBK melalui pengenalan motif, pemahaman filosofi, pengamatan proses pembuatan batik, hingga praktik sederhana yang sesuai tahap perkembangan peserta didik sekolah dasar. Integrasi ini tidak hanya memperkaya materi SBK, tetapi juga menumbuhkan identitas budaya, kreativitas, dan sikap apresiatif terhadap warisan lokal. Selain itu, Kurikulum Merdeka yang fleksibel memungkinkan guru mengembangkan modul ajar berbasis proyek dan diferensiasi yang memanfaatkan batik sebagai sumber belajar autentik. Dengan demikian, pelestarian Batik Pekalongan melalui pembelajaran SBK menjadi strategi efektif untuk memperkuat pendidikan berbasis budaya sekaligus mendukung implementasi Kurikulum Merdeka secara optimal.