Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Strategi Digital Marketing Seorang Edupreneur Melalui Media Sosial Sebagai Sarana Promosi Efektif Aenun Nisa; Fitrotul Awalia; Mar’ataul Khusna; Nur Haliza; Fitriyani
Jurnal Ilmiah Bisnis Digital Vol. 2 No. 1 (2025): Nopember 2025
Publisher : CV.RIZANIA MEDIA PRATAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69533/9atgyz79

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi promosi digital, tantangan, serta efektivas penggunaan media sosial Tiktok yang terintegrasi dengan platform Lynk.id dalam kegiatan pemasaran produk edukasi digital yang dilakukan oleh seorang edupreneur,  yaitu Ibu Habibah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dimana teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam. Dari hasil wawancara yang telah dilakukan menunjukkan bahwa narasumber sangat memanfaatkan Tiktok sebagai media utama untuk memprompromosikan produk digital melalui konten video edukasi yang dibuat secara konsisten. Penggunaan Lynk.id yang diintegrasikan pada akun Tiktok juga sangat membantu untuk mengorganisir produk guna memudahkan konsumen dalam bertransaksi, selain itu Lynk.id juga menyediakan profil penjual, daftar produk, serta harga pada tautannya. Strategi yang digunakan oleh narasumber meliputi konten marketing, konsistensi unggahan, dan menejemen pengunggahan yang tepat. Terlepas dari itu, narasumber juga mengahadapi berbagai tantangan, tantangan utama yaitu manajemen waktu, penyusunan ide konten, serta penentuan waktu unggahan yang paling efektif. Pada penelitian ini menunjukkan hasil yang signifikan bahwa penggunaan media sosial khususnya Tiktok terbukti efektif meningkatkan jangkauan promosi dan mempermudah proses pemasaran, sejalan dengan perubahan perilaku konsumen masa kini. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa Tiktok yang terintegrasi dengan Lynk.id mampu meningkatkan efektifitas promosi produk edukasi digital, serta membuka peluang baru bagi para tenaga pendidik untuk berinovasi dan produktif dalam memanfaatkan teknologi.
Implementasi Layanan Bimbingan Literasi Digital Melalui Kegiatan “Edukasi Penggunaan Gadget” di SD Negeri Tanjungsari Kajen Aenun Nisa; Khusna, Mar'atul; Awalia, Fitrotul; Rahmi Anekasari
Quoba: Jurnal Pendidikan Vol 2 No 2 (2025): 2025
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qb.v2i2.524

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi layanan bimbingan literasi digital melalui kegiatan “Edukasi Penggunaan Gadget” di SD Negeri Tanjungsari Kajen. Penelitian ini dilakukan dengan latar belakangi pada fenomena meningkatnya penggunaan gadget di kalangan peserta sekolah dasar, hal ini menuntut adanya pendampingan dan pemahaman yang tepat mengenai penggunaan teknologi secara bijak, aman, dan bertanggung jawab. Sebagai lembaga pendidikan dasar, sekolah memiliki peran strategis dalam memberikan layanan bimbingan yang tidak hanya menyasar peserta didik, tetapi juga melibatkan orang tua sebagai mitra utama dalam pengawasan penggunaan gadget di rumah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Fokus penelitian ini tertuju pada bentuk program, serta dukungan sekolah dalam memberikan pemahaman mengenai literasi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi layanan bimbingan literasi digital di SD Negeri Tanjungsari Kajen dilaksanakan melalui beberapa kegiatan terstruktur. Kegiatan tersebut meliputi penyuluhan kepada orang tua mengenai pentingnya literasi digital dan edukasi penggunaan gadget, pembinaan kepada peserta didik melalui amanat upacara, serta integrasi pembelajaran dengan teknologi digital. Selain itu, sekolah juga memanfaatkan platform WhatsApp sebagai media komunikasi dan pelayanan yang menghubungkan guru dengan orang tua, bentuk dari penerapan cyber counseling sederhana di sekolah dasar, sehingga proses monitoring penggunaan gadget dapat dilakukan secara lebih efektif. Kesimpulannya, layanan bimbingan literasi digital di SD Negeri Tanjungsari Kajen telah diimplementasikan dengan baik melalui berbagai program yang melibatkan seluruh warga sekolah. Program tersebut berkontribusi dalam meningkatkan pemahaman siswa dan orang tua mengenai penggunaan gadget yang lebih positif, produktif, dan bertanggung jawab.
Pelestarian Budaya Batik Pekalongan sebagai Sumber Pembelajaran SBK pada Kurikulum Merdeka Maulida, Aresya; Mar’atul Khusna; Aenun Nisa; Fina Milatin Khanifah; Fitrotul Awalia; Maisaroh
Gayatri : Jurnal Pengabdian Seni dan Budaya Vol. 4 No. 1 (2026): April
Publisher : Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW) Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20111/gayatri.v4i1.73

Abstract

Pelestarian budaya lokal merupakan bagian penting dalam implementasi Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran berbasis konteks dan kearifan lokal. Batik Pekalongan sebagai salah satu warisan budaya takbenda Indonesia memiliki potensi besar untuk dijadikan sumber belajar pada mata pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan (SBK). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk pelestarian Batik Pekalongan dan relevansinya sebagai sumber pembelajaran SBK pada Kurikulum Merdeka. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah berbagai artikel ilmiah, laporan penelitian, dan dokumen pendidikan yang berkaitan dengan batik, pembelajaran berbasis budaya, serta implementasi Kurikulum Merdeka. Hasil kajian menunjukkan bahwa Batik Pekalongan dapat diintegrasikan dalam pembelajaran SBK melalui pengenalan motif, pemahaman filosofi, pengamatan proses pembuatan batik, hingga praktik sederhana yang sesuai tahap perkembangan peserta didik sekolah dasar. Integrasi ini tidak hanya memperkaya materi SBK, tetapi juga menumbuhkan identitas budaya, kreativitas, dan sikap apresiatif terhadap warisan lokal. Selain itu, Kurikulum Merdeka yang fleksibel memungkinkan guru mengembangkan modul ajar berbasis proyek dan diferensiasi yang memanfaatkan batik sebagai sumber belajar autentik. Dengan demikian, pelestarian Batik Pekalongan melalui pembelajaran SBK menjadi strategi efektif untuk memperkuat pendidikan berbasis budaya sekaligus mendukung implementasi Kurikulum Merdeka secara optimal.