Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS CINTA: SUATU PENDEKATAN KUALITATIF HUMANISTIK Opik Taupik Kurahman; Gangan Sayid Mikdad; Ripan Maulana; Hadiyanto
Almustofa Journal of Islamic Studies and Research Vol 2 No 2 (2025): Transformasi Pemikiran Islam di Era Digital
Publisher : BAMALA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna, pengalaman, dan dinamika sosial yang muncul dalam implementasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis cinta di madrasah melalui pendekatan kualitatif dengan desain kajian pustaka (library research). Fokus kajian diarahkan pada peran cinta sebagai energi sosial, afektif, dan spiritual dalam proses pembelajaran. Data penelitian diperoleh melalui telaah kritis terhadap literatur ilmiah terkini mengenai Loving Pedagogy, Relational Pedagogy, serta paradigma pendidikan Islam humanistik yang dipublikasikan dalam jurnal bereputasi nasional dan internasional. Analisis dilakukan secara tematik menggunakan prosedur Braun dan Clarke (2006) dengan bantuan perangkat lunak NVivo 14 untuk memetakan pola makna dan keterkaitan antarkonsep. Hasil penelitian mengungkap tiga tema utama, yakni: (1) cinta sebagai ruang relasional yang menumbuhkan rasa aman, penghargaan diri, dan empati antara guru dan siswa; (2) perjuangan emosional guru dalam menyeimbangkan kasih, disiplin, dan profesionalitas; serta (3) transformasi spiritual siswa melalui pengalaman afektif dan refleksi religius selama proses belajar. Ketiga tema tersebut membentuk kerangka konseptual baru yang disebut Spiritual Loving Pedagogy, yaitu integrasi antara kasih sayang pedagogis dan nilai-nilai teologis Islam yang menempatkan pendidikan sebagai proses penyucian diri (tazkiyatun nafs) sekaligus pembentukan karakter rahmatan lil ‘alamin. Secara teoretis, penelitian ini memperluas wacana Loving Pedagogy dengan memasukkan dimensi spiritualitas Islam, sedangkan secara praktis memberikan kontribusi terhadap pengembangan kurikulum dan pelatihan guru PAI berbasis kasih sayang. Temuan ini menegaskan urgensi reorientasi pendidikan Islam dari sekadar proses transfer pengetahuan menuju praksis kemanusiaan yang berlandaskan kasih, empati, dan kesadaran ilahiah.
Prophetic Education dalam Hadis Nabi SAW: Integrasi Ilmu, Iman, dan Akhlak dalam Tujuan Pendidikan Islam Kontemporer Hadiyanto; Gangan Sayid Mikdad; Ripan Maulana; Ghifar Ramadhan; Maslani
Ta’wiluna: Jurnal Ilmu Al-Qur'an, Tafsir dan Pemikiran Islam Vol. 6 No. 3 (2025): Ta’wiluna: Jurnal Ilmu Al-Qur’an, Tafsir dan Pemikiran Islam
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) IAIFA Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study explores the concept of Prophetic Education in the hadiths of the Prophet Muhammad ﷺ as an integrative paradigm that unites knowledge (‘ilm), faith (īmān), and morality (akhlāq) within the aims of contemporary Islamic education. In Islam, education is not merely an intellectual process but also a means of spiritual purification (tazkiyah al-nafs) and moral formation (ta’dīb), as emphasized in the Prophet’s saying: “Seeking knowledge is an obligation upon every Muslim” (Ibn Mājah, no. 224). Using a qualitative-descriptive approach with thematic (maudhu‘i) analysis, this study examines educational hadiths found in the Kutub al-Sittah and supports them with secondary literature from scholars such as al-Attas (1980), Kuntowijoyo (1991), and al-Ghazālī (2000). The analysis employs a contextual hermeneutic method to interpret the normative and spiritual meanings of the hadiths in light of modern educational challenges. The findings reveal that Prophetic Education encompasses three core dimensions: (1) Knowledge (epistemological), emphasizing the acquisition and application of knowledge for goodness and wisdom; (2) Faith (theological), fostering sincerity and spiritual awareness in the learning process; and (3) Morality (ethical-social), directing knowledge toward virtuous action and human civilization. These three dimensions form a holistic unity in nurturing insān kāmil—the complete human who is intellectually enlightened, spiritually mature, and morally upright. In the context of the Fifth Industrial Revolution and the digital era, Prophetic Education offers an alternative paradigm for Islamic education to address moral degradation and the secularization of knowledge through integrative curricula, adab-based pedagogy, and teacher exemplarity as the inheritors of prophetic values. Therefore, Prophetic Education in the hadiths of the Prophet ﷺ is not only theologically grounded but also contextually relevant and practically applicable as a foundational model for holistic, ethical, and civilization-oriented Islamic education.