Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Kurikulum Berbasis Literasi Digital Untuk Meningkatkan Keterampilan Abad Ke 21 Pada Peserta Didik Sekolah Menengah Atas Marjanah, Marjanah; Saldin, Saldin
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The digital era demands educational transfossrmation to facilitate students in developing 21st-century skills. This research aims to formulate a digital literacy-based curriculum development model at the high school level to enhance critical thinking, creativity, communication, and collaboration skills. This study uses a qualitative approach with a literature review method. Data were obtained through a critical analysis of various relevant scientific literature sources such as journals, books, and educational policy documents. The study results indicate that a curriculum that systematically integrates digital literacy can improve students' 21st-century skills. This study provides a recommendation for high school curricula to adopt a digital and contextual-based learning approach.
Student on Sandeq sebagai Medium Pendidikan Karakter Berdasarkan Kearifan Lokal Masyarakat Mandar Irfan, Muhammad; Saldin, Saldin; Alimuddin, Hardiyanti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4730

Abstract

Student On Sandeq (SOS) merupakan program pendidikan karakter berbasis kearifan lokal masyarakat Mandar yang memanfaatkan perahu sandeq sebagai media pembelajaran. Melalui pendekatan eksperiensial, program ini bertujuan menanamkan nilai-nilai kemaritiman seperti keberanian, kolaborasi, dan kecintaan lingkungan kepada generasi muda di Sulawesi Barat. Artikel ini menganalisis implementasi SOS selama tiga tahun (2022–2024) dengan fokus pada: (1) transformasi pengetahuan tradisional pelaut Mandar menjadi materi pendidikan karakter, (2) dampak kegiatan terhadap pembentukan sikap peserta, dan (3) keberlanjutan program sebagai model pendidikan berbasis budaya. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara, dan analisis dokumen kegiatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SOS berhasil mengintegrasikan tujuh nilai karakter utama (percaya diri, empati, kesetaraan, dll.) melalui aktivitas kebaharian yang terstruktur. Tantangan utama terletak pada aspek institusionalisasi program ke dalam sistem pendidikan formal. Artikel ini menyimpulkan bahwa SOS menawarkan kerangka kerja praktis untuk pendidikan karakter kontekstual yang relevan dengan masyarakat pesisir.