Faressya, Dessinnta
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Family Support and Self-Efficacy in The Management of Diabetes Mellitus Among The Elderly Faressya, Dessinnta; Hartinah, Dewi; Rahmawati, Ashri Maulida
Journal of Bionursing Vol 7 No 3 (2025): Journal of Bionursing
Publisher : Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.job.2025.7.3.16355

Abstract

Elderly individuals with diabetes mellitus often face challenges in managing their disease, which requires a high level of self-efficacy to consistently maintain a healthy lifestyle. Self-efficacy is crucial in managing diabetes treatment among elderly patients. Family support plays a significant role in helping elderly individuals with diabetes improve their self-efficacy or confidence in performing self-care activities. The aim of this study was to determine the relationship between family support and self-efficacy in managing diabetes mellitus among the elderly at Health Center A. This research used a correlational analytic design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 114 respondents selected through purposive sampling. The instruments used were validated and reliable questionnaires, namely the Family Support Questionnaire and the Diabetes Management Self-Efficacy Scale. Data were analyzed using the Spearman rank correlation test. The cross-tabulation results between family support and self-efficacy showed that among those who received good family support, the majority—45 respondents (69.23%)—had good self-efficacy, and half—24 respondents (50%)—had moderate self-efficacy.Meanwhile, among those who received poor family support, nearly half—20 respondents (30.77%)—had good self-efficacy, half—24 respondents (50%)—had moderate self-efficacy, and one respondent (100%) had low self-efficacy.Based on the Spearman’s rho test, a p-value of 0.024 (< 0.05) was obtained, indicating a significant relationship between family support and self-efficacy in elderly individuals managing diabetes mellitus at Health Center A in 2025.It is expected that families will continue to provide support to patients, thereby improving their self-efficacy.
Pemanfaatan Minyak Jelantah menjadi Lilin Aromaterapi di Desa Kedungdowo Kabupaten Kudus Yana, Putri Dina Kharisma; Faressya, Dessinnta; Prihasanti, Niken; Izzati, Tazkiya Isya; Asean, Inka; Prasetya, Bagas Rudi; Haq, Zia Ul; Faizah, Zahrotul; Supardi, Supardi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.37249

Abstract

Minyak jelantah merupakan limbah rumah tangga yang berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan dan lingkungan apabila dibuang sembarangan. Pemanfaatannya sebagai bahan dasar lilin aromaterapi menjadi salah satu alternatif solusi yang ramah lingkungan sekaligus bernilai ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran masyarakat dalam mengelola limbah minyak jelantah melalui kegiatan edukasi dan praktik pembuatan lilin aromaterapi. Metode yang digunakan berupa penyuluhan dan praktik langsung dengan media PowerPoint, diskusi interaktif, tanya jawab, serta demonstrasi pembuatan produk. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 26 Desember 2025 di Posko KKN Universitas Muhammadiyah Kudus Kelompok 20 Desa Kedungdowo dengan peserta anggota Karang Taruna. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu memahami proses penjernihan minyak, pencampuran bahan, serta teknik pengecoran lilin aromaterapi secara tepat. Selain itu, kegiatan ini meningkatkan kesadaran peserta terhadap pengelolaan limbah rumah tangga, mendorong kreativitas, dan menumbuhkan potensi kewirausahaan berbasis produk lokal. Lilin aromaterapi yang dihasilkan memiliki kualitas baik dari segi bentuk, aroma, dan tekstur, serta menjadi media edukasi berkelanjutan bagi masyarakat. Kegiatan ini membuktikan bahwa limbah minyak jelantah dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menciptakan produk bernilai guna, ramah lingkungan, dan berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.