Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Edukasi Obat Rumah Tangga dan Pembuatan Susu Jahe Instan untuk Pemberdayaan PKK Dusun Gonggangan Fauzi, Ahmad; Saifudin, Azis; Hidayatullah, Muhammad Haqqi; Amanda, Pramaisshela Rizvya
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Universitas Ma Chung Vol. 5 No. 1 (2025): Prosiding SENAM 2025: Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas
Publisher : Ma Chung Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan obat rumah tangga yang tidak tepat berisiko menimbulkan efek samping, interaksi merugikan, serta bahaya akibat penyimpanan dan pembuangan yang salah. Kegiatan edukasi ini dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terkait konsep DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) pada 22 anggota PKK Dusun Gonggangan, Bolon, Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah. Materi yang diberikan meliputi cara mendapatkan obat dari fasilitas resmi seperti apotek, penggunaan sesuai dosis dan indikasi, penyimpanan yang benar untuk menjaga stabilitas, serta pembuangan obat kedaluwarsa yang aman dan bertanggung jawab. Metode penyampaian berupa presentasi interaktif dan diskusi, dilanjutkan pelatihan pembuatan susu jahe instan berbahan jahe segar, serai, cengkeh, kayu manis, kapulaga, gula pasir, dan susu sapi segar. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan keterampilan berbasis potensi lokal sekaligus membuka peluang usaha kecil menengah. Evaluasi menggunakan pre–post test menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 62,5 menjadi 87,3 (kenaikan 39,68%), dengan 90,6% peserta menyatakan akan menerapkan pengetahuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Sebagian peserta juga tertarik mengembangkan produksi susu jahe instan untuk konsumsi keluarga dan penjualan lokal. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa edukasi DAGUSIBU efektif meningkatkan kesadaran penggunaan obat yang benar, sementara pelatihan berbasis potensi lokal memicu motivasi kewirausahaan. Kombinasi kedua kegiatan ini diharapkan mampu mendorong kemandirian dalam menjaga kesehatan keluarga sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi rumah tangga mereka.
Health Education and Applying Appropriate Technology for Instant Ginger Milk in PKK Gonggangan Fauzi, Ahmad; Saifudin, Azis; Hidayatullah, Muhammad Haqqi; Amanda, Pramaisshela Rizvya
Jurnal Inovasi Sains dan Teknologi Untuk Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Mei
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/instem.v4i1.60004

Abstract

Inappropriate use of household medicine poses risks of side effects, adverse interactions, and hazards due to improper storage and disposal. This education activity was conducted to increase public knowledge and awareness regarding the DAGUSIBU (Get, Use, Save, Dispose) concept among members of the PKK group in Gonggangan Hamlet, Bolon, Colomadu, Karanganyar, Central Java. The materials provided included how to obtain medicine from official facilities such as pharmacies, usage according to dosage and indication, correct storage to maintain stability, and safe and responsible disposal of expired medicine . The delivery method consisted of interactive presentations and discussions, followed by training on the application of appropriate technology for producing instant ginger milk made from fresh ginger, lemongrass, cloves, cinnamon, cardamom, sugar, and fresh cow's milk. This training aimed to enhance skills based on local potential while opening opportunities for small and medium enterprises. Evaluation using pre-post tests showed an increase in average knowledge scores from 62.5 to 87.3 (+ 39.68%), with 90.6% of participants stating they would apply this knowledge in their daily lives. Some participants also expressed interest in developing the production of instant ginger milk for family consumption and local sales. The results indicated that DAGUSIBU education is effective in increasing awareness of proper medicine use, while appropriate technology-based training triggers entrepreneurial motivation. The combination of these two activities is expected to encourage independence in maintaining family health while improving the economic welfare of their households.