Yunus, Adinda Asiah Minhikmah Alena Pituleng
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Monetary Policy Transmission Channels Through Interest Rate and Inflation Channels in Indonesia: VECM Analysis 2018-2024 Jamar, Nuraisyah; Yunus, Adinda Asiah Minhikmah Alena Pituleng
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus - October
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i3.3283

Abstract

This study aims to assess the effectiveness of monetary policy transmission through the interest rate channel in influencing inflation in Indonesia during the period 2018–2024. The analysis employs the Vector Error Correction Model (VECM) approach, incorporating four key variables: Bank Indonesia policy rate (BI7DRR), lending rate (SBK), interbank money market rate (RPUAB), and the inflation rate. The findings reveal that, in the long run, the BI7DRR has a negative and statistically significant impact on inflation, indicating that the interest rate policy effectively contributes to maintaining price stability. Conversely, the SBK and RPUAB show no significant influence in the short run, suggesting that the transmission mechanism through the credit and interbank markets remains suboptimal. The Impulse Response Function (IRF) analysis indicates that inflation responds negatively to shocks in BI7DRR and RPUAB during the medium term, while the Variance Decomposition (VD) results show that the contribution of BI7DRR to inflation variability increases over time. Overall, the study provides evidence that interest rate–based monetary policy remains a crucial instrument for controlling inflation in Indonesia. Nevertheless, the effectiveness of transmission through the credit and interbank channels needs to be strengthened through closer coordination between monetary authorities and financial institutions, especially amid the heightened global uncertainty in the post-pandemic period.
Analisis Modal Manusia dan Pekerja Informal terhadap Produktivitas Tenaga Kerja di Indonesia Yunus, Adinda Asiah Minhikmah Alena Pituleng; Jamar, Nuraisyah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3391

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendidikan, kesehatan, dan proporsi pekerja informal terhadap produktivitas tenaga kerja di Indonesia. Data yang digunakan merupakan data panel dari 34 provinsi selama periode 2015– 2024 dengan metode estimasi Feasible Generalized Least Squares (FGLS) untuk mengatasi permasalahan heteroskedastisitas dan autokorelasi yang terjadi pada data panel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan dan kesehatan, sebagai komponen utama modal manusia, berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas tenaga kerja. Peningkatan rata-rata lama sekolah penduduk mampu memperkuat kompetensi, keterampilan, serta efisiensi kerja, sementara perbaikan kondisi kesehatan masyarakat turut meningkatkan ketahanan fisik dan mental tenaga kerja sehingga mampu bekerja lebih produktif dan berkelanjutan. Sebaliknya, proporsi pekerja informal berpengaruh negatif dan signifikan terhadap produktivitas tenaga kerja, yang menandakan bahwa tingginya dominasi sektor informal dengan karakteristik rendahnya keterampilan, pendapatan, serta akses terhadap jaminan sosial masih menjadi hambatan struktural dalam peningkatan produktivitas nasional. Temuan ini menegaskan pentingnya strategi pembangunan yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pengurangan tingkat informalitas dalam pasar kerja. Kebijakan yang diarahkan pada perluasan pendidikan vokasi, peningkatan akses dan mutu layanan kesehatan, serta transformasi sektor informal menuju sektor formal yang lebih produktif diharapkan mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan di seluruh wilayah Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045.
Literasi Keuangan dan Faktor PsikososialTerhadap Determinan Conspicous Consumption : Pendekatan PLS SEM Jamar, Nuraisyah; Yunus, Adinda Asiah Minhikmah Alena Pituleng
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.5840

Abstract

Conspicuous consumption adalah fenomena sosial-ekonomi yang menggambarkan pola konsumsi yang berorientasi pada status sosial, terutama di wilayah dengan urbanisasi dan pertumbuhan ekonomi pesat seperti DKI Jakarta. Fenomena ini berkaitan dengan  kelas menengah, pemanfaatan teknologi digital, dan pengaruh gaya hidup mewah. Literasi keuangan memegang peranan penting dalam pengambilan keputusan finansial yang rasional. Namun, faktor psikososial seperti materialisme dan self-control dapat memperkuat atau memperlemah kecenderungan konsumsi berstatus. Penelitian ini bertujuan mengkaji hubungan antara literasi keuangan dan perilaku conspicuous consumption serta mengeksplorasi variabel psikososial sebagai mediator. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan menggunakan Google Form berbasis skala Likert untuk mengukur literasi keuangan, faktor psikososial, dan perilaku konsumsi mencolok. Data dianalisis dengan Structural Equation Modeling Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil analisis ini menunjukkan bahwa materialisme dan paparan media sosial berpengaruh signifikan terhadap perilaku conspicuous consumption, literasi keuangan dan self-control tidak berpengaruh secara statistik.Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya literatur keuangan perilaku, memberikan kontribusi empiris terhadap pemahaman faktor yang mempengaruhi perilaku konsumsi, serta menjadi dasar bagi perumusan kebijakan edukasi keuangan berbasis bukti. Dengan demikian, diharapkan dapat mendukung pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, serta memberikan panduan bagi masyarakat untuk membuat keputusan konsumsi yang lebih rasional dan bertanggung jawab, mengurangi dampak negatif konsumsi berlebihan terhadap kesejahteraan pribadi dan sosial.
Peningkatan Literasi Keuangan Petani melalui Buku Kas Harian di Desa Waru Yunus, Adinda Asiah Minhikmah Alena Pituleng; Ghania, Sarah
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 10 No. 2 (2026): IKRAITH-ABDIMAS Vol 10 No 2 Juli 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikra-ithabdimas.v10i2.6590

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan petani melalui penerapan buku kas harian sebagai media pencatatan sederhana dalam pengelolaan usaha tani di Desa Waru Kecamatan Parung. Permasalahan utama mitra adalah belum terbentuknya kebiasaan pencatatan transaksi, masih bercampurnya keuangan usaha tani dengan keuangan rumah tangga, serta keterbatasan media pencatatan yang sesuai dengan kondisi petani. Metode kegiatan menggunakan pendekatan edukatif, partisipatif, dan aplikatif melalui sosialisasi, penyuluhan literasi keuangan, praktik pengisian buku kas harian, diskusi, evaluasi, dan keberlanjutan program. Kegiatan ini melibatkan 30 peserta yang terdiri atas petani dan masyarakat yang beraktivitas dalam usaha tani. Hasil kuesioner menunjukkan bahwa seluruh peserta memahami pentingnya pengelolaan keuangan usaha tani, tetapi hanya 5 peserta atau 17% yang telah melakukan pencatatan keuangan secara rutin. Sebanyak 25 peserta atau 83% masih mengandalkan ingatan tanpa catatan tertulis. Kendala utama pencatatan adalah lupa, tidak memiliki media pencatatan, dan belum terbiasa mencatat transaksi. Setelah kegiatan, seluruh peserta menyatakan bahwa buku kas harian memudahkan pencatatan keuangan usaha tani. Kegiatan ini memberikan dampak awal terhadap peningkatan pemahaman, keterampilan pencatatan, dan kesadaran petani dalam mengelola keuangan usaha tani secara lebih tertib, terukur, dan mandiri.