Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SOSIALISASI RUU TNI NO. 34 TAHUN 2004 TENTANG REGULASI HUKUM DALAM DWIFUNGSI ABRI DI NEGARA DEMOKRASI Febryan Ajeng Ramdani; Aisah Fitri; Ludiyah
Tensile : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 3 (2025): November 2025
Publisher : Teknik Mesin ,Universitas Pamulang Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/tensile.v3i3.52423

Abstract

Sejak berakhirnya era Orde Baru, Indonesia mengalami perubahan signifikan dalam sistem pemerintahan dan kebijakan militernya. Salah satu tonggak utama Reformasi 1998 adalah penghapusan Dwifungsi ABRI, yang selama ini memberikan militer peran ganda di bidang pertahanan dan politik. Reformasi ini membuka jalan bagi demokratisasi dan pembatasan keterlibatan militer dalam urusan sipil. Namun, munculnya Rancangan Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (RUU TNI) terbaru menimbulkan kekhawatiran akan kembalinya peran ganda militer dalam bentuk modern. Beberapa pasal dalam RUU TNI membuka peluang bagi TNI untuk menduduki jabatan sipil dan memperluas cakupan operasi militer selain perang (OMSP), yang dinilai berpotensi mengancam nilai-nilai demokrasi yang telah diperjuangkan selama lebih dari dua dekade.Dalam rangka memberikan pemahaman kepada masyarakat, khususnya generasi muda, dilakukan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berupa sosialisasi RUU TNI dan revisi UU No. 34 Tahun 2004. Kegiatan ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Kibin, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, dengan metode ceramah dan diskusi interaktif. Prosesnya melibatkan rapat tim dosen, survei lapangan, koordinasi dengan pihak sekolah, serta persiapan perlengkapan dan administrasi. Luaran dari kegiatan ini direncanakan untuk dipublikasikan di jurnal Sinta 4 sebagai bentuk pertanggungjawaban akademik sekaligus kontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang hukum dan ketatanegaraan.
Implementasi Kebijakan Bersosial Media untuk Mengurangi Dampak Negatif pada Siswa SMAN 1 Ciruas Sultan Hadiwijaya; Aisah Fitri; Ludiyah Ludiyah; Rizki Dwi Febriansya; Farah Rahmawati; Nindi Riyan Gustin
Harmoni Sosial : Jurnal Pengabdian dan Solidaritas Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2026): Juli: Harmoni Sosial : Jurnal Pengabdian dan Solidaritas Masyarakat
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/harmoni.v3i3.3359

Abstract

This Community Service (PKM) activity was carried out as a response to the high penetration of social media use among teenagers, especially SMAN 1 Ciruas students, which has the potential to have a negative impact if not balanced with adequate behavioral governance and internal regulations. The phenomena identified include gadget addiction (nomophobia), cyberbullying, the spread of fake news (hoax), decreased study concentration, and the risk of digital privacy violations in the form of identity theft. The main purpose of this activity is to provide education, socialization, and initiate a wise, healthy, and safe social media governance policy framework to build the resilience of the digital ecosystem in partner schools. The implementation method consists of two stages, namely preparation through observation and coordination with the school, as well as the implementation of participatory educational-seminars that integrate legal materials of the ITE Law and digital ethics with a focused group discussion forum based on case studies. The target audience is 75 students in grades X and XI as class representatives and administrators of the organization. The results of the activity showed a significant increase in the understanding of social media ethics, the ability to think critically about cyber risks, and the commitment to privacy protection which was realized through the "Student Digital Integrity Pact". The conclusion emphasizes that planned educational interventions combined with school discipline policies are effective in minimizing cyber risks and optimizing the function of social media as a constructive digital learning instrument.