Ada beberapa masalah psikologis santri yang mungkin dipicu oleh tingkat disiplin tinggi dan dorongan untuk beradaptasi, contoh seperti santri yang cenderung introvert dan belum terbiasa jauh dari orang tua, mengalami penurunan motivasi dalam belajar, mengalami tekanan, kesepian atau masalah psikologis lainnya, sehingga berpotensi untuk kabur atau lebih ekstrimnya lagi bisa melukai diri sendiri. Hal tersebut dikarenakan dukungan psikososial dan konseling yang kurang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi yang digunakan guru pesantren dalam membangun emotional bonding dengan santri berdasarkan kajian fenomenologi disiplin positif di lingkungan pesantren, hal ini dilakukan karena disiplin positif menjadi pendekatan pertama yang perlu diterapkan sebelum menerapkan aturan-aturan pendisiplinan dan konsekuensi lainnya, sehingga guru bisa membangun pola pikir yang terbuka dan empatik menghadapi santri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis studi pustaka sebagai pendekatan utama dalam menggali pemahaman konseptual dan teoritis terhadap fenomena yang diteliti, langkah awal adalah mengidentifikasi dan memilih sumber pustaka yang relevan dengan topik penelitian, analisis dan sintesis dilakukan untuk menggali temuan, konsep, teori, dan penarikan kesimpulan secara objektif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa emotional bonding (pendekatan emosional) dengan santri merupakan proses penting dalam membangun hubungan kuat dan saling percaya antara guru pesantren dan santri, sehingga meningkatkan efektivitas pembinaan karakter dan disiplin, melalui teknik; 1.) koneksi sebelum koreksi, 2.) menyapa secara rutin, 3.) menyediakan waktu khusus untuk berinteraksi, 4.) validasi perasaan, dan 5.) mendengarkan secara aktif. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa, pendekatan ini tidak hanya menciptakan lingkungan belajar yang hangat dan mendukung, tetapi juga membantu santri merasa dihargai, aman, dan dipedulikan, sehingga mereka lebih terbuka dan termotivasi untuk berkembang secara emosional dan spiritual.