Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMANFAATAN BAHAN ALAM SEBAGAI LOOSE PARTS UNTUK OPTIMALISASI PEMBELAJARAN ANAK DI RA MA’ARIF 02 CIGINTUNG DESA ADIMULYA KECAMATAN WANAREJA KABUPATEN CILACAP Khasanah, Lastri; Fitrianingsih, Yuni; Nur Latifah, Umi; Soraya, Cindy; Nurfauzi, Dicky; Akmal Ismawan, Muhammmad
SIKAMA : Sinergi Akademisi dan Masyarakat Vol 3 No 2 (2025): Jurnal SIKAMA
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61488/sikama.v3i2.648

Abstract

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di wilayah pedesaan seringkali menghadapi tantangan berupa keterbatasan akses terhadap media pembelajaran yang inovatif dan relevan. Hal ini berpotensi menghambat optimalisasi perkembangan anak, termasuk kreativitas dan kemandirian. Proyek pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi tantangan tersebut dengan mengoptimalkan pembelajaran di RA Ma’arif 02 Cigintung Desa Adimulya, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap, melalui pemanfaatan bahan alam sebagai media loose parts. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR), sebuah pendekatan kolaboratif yang menempatkan guru dan komunitas sebagai mitra aktif dalam siklus perencanaan, aksi, dan refleksi. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan dan pendampingan yang intensif berhasil meningkatkan pemahaman dan kompetensi guru dalam merancang media loose parts dari bahan alam lokal. Implementasi di kelas berdampak positif pada anak, yang menunjukkan peningkatan antusiasme, kreativitas, kemandirian, dan keterlibatan aktif dalam proses pembelajaran. Program ini membuktikan bahwa pendekatan yang berpusat pada pemanfaatan sumber daya lokal yang melimpah dapat menjadi model yang efektif, hemat biaya, dan berkelanjutan untuk lembaga PAUD di daerah pedesaan. Kata kunci: Loose parts; Bahan alam; Pembelajaran anak usia dini; PAR; Wanareja.
Strategi Guru Pesantren Dalam Membangun Emotional Bonding Dengan Santri: Kajian Fenomenologi Berdasarkan Disiplin Positif Di Lingkungan Pesantren Soraya, Cindy; Sri Mulyani
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i1.4928

Abstract

Ada beberapa masalah psikologis santri yang mungkin dipicu oleh tingkat disiplin tinggi dan dorongan untuk beradaptasi, contoh seperti santri yang cenderung introvert dan belum terbiasa jauh dari orang tua, mengalami penurunan motivasi dalam belajar, mengalami tekanan, kesepian atau masalah psikologis lainnya, sehingga berpotensi untuk kabur atau lebih ekstrimnya lagi bisa melukai diri sendiri. Hal tersebut dikarenakan dukungan psikososial dan konseling yang kurang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi yang digunakan guru pesantren dalam membangun emotional bonding dengan santri berdasarkan kajian fenomenologi disiplin positif di lingkungan pesantren, hal ini dilakukan karena disiplin positif menjadi pendekatan pertama yang perlu diterapkan sebelum menerapkan aturan-aturan pendisiplinan dan konsekuensi lainnya, sehingga guru bisa membangun pola pikir yang terbuka dan empatik menghadapi santri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis studi pustaka sebagai pendekatan utama dalam menggali pemahaman konseptual dan teoritis terhadap fenomena yang diteliti, langkah awal adalah mengidentifikasi dan memilih sumber pustaka yang relevan dengan topik penelitian, analisis dan sintesis dilakukan untuk menggali temuan, konsep, teori, dan penarikan kesimpulan secara objektif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa emotional bonding (pendekatan emosional) dengan santri merupakan proses penting dalam membangun hubungan kuat dan saling percaya antara guru pesantren dan santri, sehingga meningkatkan efektivitas pembinaan karakter dan disiplin, melalui teknik; 1.) koneksi sebelum koreksi, 2.) menyapa secara rutin, 3.) menyediakan waktu khusus untuk berinteraksi, 4.) validasi perasaan, dan 5.) mendengarkan secara aktif. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa, pendekatan ini tidak hanya menciptakan lingkungan belajar yang hangat dan mendukung, tetapi juga membantu santri merasa dihargai, aman, dan dipedulikan, sehingga mereka lebih terbuka dan termotivasi untuk berkembang secara emosional dan spiritual.