Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN KELUARGA TENTANG KEBERSIHAN MAKANAN DAN MINUMAN DENGAN PENYAKIT TIPOID PADA ANAK DI RSUD HAJI MAKASSAR yani, Hamdayani Hamda; ningsih, Wahyuningsih ningsih; syiah, aisyiah syiah
Patria Artha Journal of Nursing Science Vol 2, No 2 (2018): Patria Artha Journal of Nursing Science
Publisher : Patria Artha University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7.612 KB) | DOI: 10.3788/153

Abstract

Tujuan: Penelitian ini bertujuan  Untuk menganalisis secara mendalam hubungan antara pengetahuan keluarga tentang kebersihan makanan dan minuman dengan penyakit tipoid pada anak Di RSUD Haji Makassar 2018. Metode Penelitian: Jenis penelitian kuantitatif dengan adalah rancangan penelitian analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional yang merupakan penelitian yang menekankan pada waktu pengukuran observasi data variabel independen dan dependen di nilai hanya satu kali pada satu saat dan lembar Kuesioner  . Hasil: hasil penelitian di RSUD Haji Makassar di temukan dari 34 responden yang di teliti dengan melihat frekuensi peneliti menemukan pengetahuan keluarga dengan kategori PAHAM sebanyak 13 responden (38,2%), dan pengetahuan keluarga dalam kategori TIDAK sebanyak 21 responden (61,8%).Melihat dari hasil penelitian tersebut dapat di simpulkan bahwa masih ada beberapa responden yang kurang tingkat pengetahuannya, sedangkan  hubungan antara pengetahuan keluarga tentang kebersihan makanan dan minuman hygienis dengan penyakit demam tipoid.Hasil uji statistic didaptkan p-value=0,983, artinya ada perbedaan signifikan antara perilaku keluarga dan kebersihan makanan dan minuman hygienis.Implikasi penelitian bahwa masih ada beberapa responden yang kurang tingkat pengetahuannya. Rekomendasi: perlu adanya peran keluarga terutama ibu menjaga kualitas makanan dan minuman agar anak terhindar dari penyakit.
Extract effect of Tintir (Jathropa Multifida Linn) to Total PMN and Selt Mast in Wound Healing Model Rats with Acute Injury wahyuningsih wahyuningsih
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2019): afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afiasi.v4i1.5

Abstract

Wound is considered as a serious health problem, because it can interfere with quality of life due to pain, weakness, and decreased mobility and quality of life. This study aims to determine the effect ofj jathropha multifida, linn to the number of PMN and selt mast in the process of wound healing in rats with acute injury models. This study is an experimental research laboratory using the design of post test control group design Wistar rats were used as research subjects. Based on Tukey HSD test results, the average number of PMN leukocytes third day the negative control group had no significant difference in the positive control group (0.037) and treatment group (0004). On the seventh day the number of PMN leukocytes negative control group had no significant difference in the positive control group (0.069) and had a significant difference to the treatment group (0.00). Meanwhile, on the fourteenth day the number of PMN leukocytes negative control group had no significant difference in the positive control group (0.000) and had a significant difference to the treatment group (0.00). Based on the results of data analysis Annova one direction on the third day obtained a significant level of 0:50 means there is no significant difference in the number of mast cells in each group on the seventh day. While on day three significant values ​​of 0:08 was also no significant difference, as well as on the fourteenth day found no significant difference between the group with a value of 0.68. Conclusions there was a decrease in the number of Leukocyte PMN in rat wounds given a 10% stem extract ointment, and there was a decrease in the number of mast cells in the wounds of rodents given a 10% stem extract ointment. Suggestions need to be investigated regarding the use of distance stem extract in various concentrations to obtain effective results for wound healing and the need to examine other factors related to wound healing.
Health Education, Resiko Pernikahan Dini Terhadap Stunting Di Lingkungan Songkolo Kelurahan Borongloe Kecamatan Bontomarannu Kabupaten Gowa Sainah Iin Sainah; Sumaryanti Sumaryanti; Fitriana Jufri; Irmawati Irmawati; Fausiyah Anissa; Wahyuningsih Wahyuningsih; Nurmiati Nurmiati; Muhammad Sofyan; Hendrianto Hendrianto; Mifta Febrianti
Patria Artha Journal of Community (PKM) Vol. 3 No. 2 (2023): Patria Artha Journal of Community
Publisher : Universitas Patria Artha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33857/pajoco.v3i2.781

Abstract

Pernikahan merupakan hal yang sudah lazim dijalani oleh setiap pasangan laki-laki dan wanita untuk itu di perlukan persiapan yang mantap baik secara fisik maupun psikis. Berdasarkan hasil kajian diperoleh bahwa jika menikah pada usia muda dan mengalami kesulitan dalam rumah tangganya, maka akan banyak memunculkan permasalahan seperti kekerasan dalam rumah tangga, kematian ibu dan bayi karena belium waktunya melahirkan, banyak bayi yang di buang karena belum siap menjadi seorang ayah maupun ibu, pertengkaran dalam rumah tangga dan masih banyak kasus lainnya.Tujuan orang tua mereka untuk membantu meringankan perekonomian keluarga daripada melanjutkan sekolah ke jenjang lebih tinggi. Ketiga, faktor hamil diluar nikah. Maksud keluarga yang menikahkan putranya yang sudah hamil ini agar masyarakat tidak mengetahui perbuatan tabu tersebut.Suatu permasalahan yang masih di temui di lingkungan songkolo Kabuapten Gowa, ialah kasus resiko pernikahan dini terhadap stunting oleh karena itu tim pengabdian masyarakat Bersama mahasiswa universitas patria artha makassar, Fakultas Kesehatan prodi keperawatan menganggap perlu adanya sosialisasi di lingkungan songkolo kabupaten gowa bahaya resiko pernikahan dini terhadap stunting.  Harapan dilaksanakannya kegiatan tersebut memberikan edukasi bahaya pernikahan dini yang dapat menimbulkan berbagai dampak negative salah satunya yaitu melahirkan bayi dengan resiko terkena stunting.Program pengabdian masyarakat berupa edukasi mengenai bahaya pernikahan dini di lingkungan songkolo Kabupaten Gowa dilaksanakan menggunakan metode sosialisasi. Secara umum Lingkungan Songkolo memiliki tingkat pengetahuan tentang pernikahan dini dengan kategori cukup. Edukasi pernikahan dini dalam upaya pencegahan stunting sehing ga pengetahuan di Lingkungan Songkolo semakin meningkat. Perlu adanya kegiatan pembinaan terkait peran serta masyarakat dalam edukasi pernikahan dini dan bidang kesehatan pada wanita yang belum berusia 21 tahun agar menunda kehamilannya. Selain itu adanya pemeriksaan rutin saat Ibu hamil pertama maupun hamil selanjutnya di posyandu atau ke tenaga kesehatan terdekat, selalu menjaga kebersihan hidup dan lingkungannya, selalu memperhatikan dan mengkonsumsi makanan bergizi agar stunting dapat di cegah semaksimal mungkin dalam masyarakatKata Kunci, Pernikahan, stunting, edukasi kesehatan,
Peningkatan Pemahaman Kesehatan Reproduksi Lansia Dengan Menjaga Vitalistas dan Kualitas Hidup di Usia Senja Wahyuningsih Wahyuningsih; Sri Nurindasari; Brajakson Siokal; Rina Rina
Patria Artha Journal of Community (PKM) Vol. 4 No. 2 (2024): Patria Artha Journal of Community
Publisher : Universitas Patria Artha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33857/pajoco.v4i2.910

Abstract

Lansia sering kali menghadapi penurunan fungsi fisik, termasuk kesehatan reproduksi, yang dapat memengaruhi kualitas hidup secara keseluruhan. Namun, pemahaman yang terbatas tentang pentingnya kesehatan reproduksi di kalangan lansia menyebabkan rendahnya kesadaran dan perawatan terhadap aspek ini. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman lansia tentang kesehatan reproduksi dan dampaknya terhadap vitalitas serta kualitas hidup di usia senja. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendekatan edukasi berbasis komunitas melalui penyuluhan dan diskusi interaktif. Populasi yang menjadi subjek penelitian adalah lansia di Sekolah Lansia Abdi Harapan, dengan total partisipan sebanyak 50 orang yang berusia 60 tahun ke atas. Materi yang diberikan mencakup informasi mengenai penyakit infeksi saluran Kemih, penyakit menular seksual, gangguan hormonal, dan kesehatan mental terkait reproduksi. Program pengabdian ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan kesadaran lansia mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi. Edukasi dan pemeriksaan rutin terbukti efektif dalam mendorong perilaku sehat dan mendeteksi dini masalah kesehatan reproduksi, yang pada akhirnya meningkatkan kualitas hidup lansia. Setelah mengikuti program, terdapat peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan peserta mengenai kesehatan reproduksi. Pre-test menunjukkan peserta memiliki pengetahuan rendah, sementara post-test menunjukkan peningkatan peserta memiliki pengetahuan yang lebih baik. Peserta menunjukkan tingkat kepuasan yang tinggi terhadap program ini, dengan mayoritas merasa bahwa informasi dan dukungan yang diberikan sangat bermanfaat dalam menjaga kesehatan mereka.
Remaja sehat hari ini, generasi tangguh masa depan, ”Pentingnya menjaga kesehatan reproduksi pada remaja” Hamdayani Hamdayani; Wahyuningsih Wahyuningsih; Fhirawati Fhirawati; Hasbullah Hasbullah; Revina Revina; Nursyafiqa Nursyafiqa; Hairul Moh Hamzah
Patria Artha Journal of Community (PKM) Vol. 6 No. 1 (2026): Patria Artha Journal of Community
Publisher : Universitas Patria Artha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33857/pajoco.v10i1.1054

Abstract

Kesehatan reproduksi remaja merupakan salah satu aspek penting dalam pembangunan kualitas sumber daya manusia. Masa remaja merupakan periode transisi yang ditandai dengan perubahan biologis, psikologis, dan sosial yang signifikan, sehingga memerlukan pemahaman yang tepat agar remaja mampu menjaga kesehatan dirinya secara optimal. Kurangnya literasi kesehatan reproduksi dapat berdampak pada munculnya berbagai permasalahan kesehatan fisik maupun psikososial. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dengan tema “Pentingnya Menjaga Kesehatan Reproduksi Pada Remaja” dilaksanakan di SMA 13 Makassar selama satu hari dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi sejak dini. Metode yang digunakan adalah penyuluhan edukatif melalui ceramah interaktif, diskusi, dan sesi tanya jawab. Materi yang disampaikan meliputi konsep dasar kesehatan reproduksi, perubahan biologis dan psikologis pada masa pubertas, pentingnya menjaga kebersihan organ reproduksi, serta upaya preventif dalam menghindari permasalahan kesehatan reproduksi. Kegiatan berlangsung secara partisipatif dengan antusiasme peserta yang tinggi selama sesi diskusi dan tanya jawab. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai kesehatan reproduksi dan pentingnya menjaga kesehatan diri. Edukasi ini diharapkan mampu membentuk sikap positif serta meningkatkan kesadaran remaja dalam menerapkan perilaku hidup sehat. Kegiatan ini menjadi bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam bidang pengabdian kepada masyarakat dan diharapkan dapat berkontribusi terhadap peningkatan literasi kesehatan reproduksi remaja secara berkelanjutan.
Storytelling Therapy Effectively Reduces Anxiety in Children with Leukemia at DR Wahidin Sudirohusodo General Hospital Makassar Ruris Haristiani; Wahyuningsih Wahyuningsih; Susaldi Susaldi
Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Indonesia Vol 12 No 02 (2022): Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Indonesia (JIIKI) Volume 12 Number 02 June 2022
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.03 KB) | DOI: 10.33221/jiiki.v12i02.1877

Abstract

Background: Children with leukemia are prone to experience anxiety due to various factors. Moreover, side effects of chemotherapy such as diarrhea, nausea, and vomiting add stress to the children. Storytelling therapy can be used as one of the non-pharmacological methods to reduce anxiety in children. Objectives: seeing the effectiveness of storytelling therapy with audio-visual media in reducing anxiety in children with leukemia. Methods: quantitative research with quasi-experimental: pretest-posttest without a control group. Anxiety in children is measured by Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) instrument. Statistical test with the Wilcoxon signed-rank test with α = 0,05. Results: There is a decrease in anxiety levels in children with leukemia after being given story-telling therapy. Based on data analysis by the Wilcoxon test, p: 0.000 means story-telling therapy is effective in reducing anxiety in children with leukemia at RSUP DR Wahidin Sudiro Husodo Hospital Makassar. Conclusion: Storytelling therapy with audio-visual media is effective in reducing anxiety levels in children with leukemia.
Pengetahuan dan Sikap Wanita Usia Subur Pada Pemeriksaan Pap Smear sainah Sainah; Hamdayani Hamdayani Hamdayani; Wahyuningsih Wahyuningsih Wahyuningsih; Muhammad Sofyan Muhammad Sofyan Muhammad Sofyan; Doni Rahmatullah Doni Rahmatullah Doni Rahmatullah
Patria Artha Journal of Nursing Science Vol. 10 No. 1 (2026): Patria Artha Journal of Nursing Science
Publisher : Patria Artha University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33857/jns.v10i1.775

Abstract

Rendahnya angka cakupan ini terjadi karena kurangnya pengetahuan dan sikap WUS dalam upaya deteksi dini pada kanker serviks. Pengetahuan yang kurang adalah faktor penghambat WUS melakukan pemeriksaan pap smear. Selain itu sikap juga dapat mempengaruhi perilaku wanita usia subur (WUS) untuk melakukan  deteksi dini kanker serviks. Tujuan penelitian: mengetahui hubungan tingkat pendidikan dengan sikap wanita usia subur pada pemeriksaan pap smear. Metode penelitian : deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Besar sampel 40 WUS di Perumahan Rawa Indah Penajam. Hasil: sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan tentang pemeriksaan pap smear dalam kategori kurang 17 responden (42,5%) sikap wanita mengenai pemeriksaan pap smear dalam kategori positif 22 responden (55%),berdasarkan hasil uji chi square didapatkan nilai p value 0,000<0,05 yang berarti terdapat hubungan tingkat pengetahuand engan sikap wanita usia subur pada pemeriksaan pap smear di perumahan Rawa Indah Penajam. Kesimpulan: ada hubungan tingkat pengetahuan dengan sikap wanita usia subur pada pemeriksaan pap smear di Perumahan Rawa Indah Penajam.  Diharapkan wanita usia subur melakukan pemeriksaan pap smear   bagi usia 21-29 tahun melakukan pemeriksaan 1 atau tiap 2 tahun sekali, dan lebih dari 30 tahun melakukan 2-3 tahun sekali jika hasil 3 kali test normal.
Edukasi Kesehatan Cegah Resiko Dini Aksi Sebaya (CERDAS) Wahyuningsih Wahyuningsih; Fhirawati Fhirawati; Brajakson Siokal
Patria Artha Journal of Community (PKM) Vol. 5 No. 2 (2025): Patria Artha Journal of Community
Publisher : Universitas Patria Artha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33857/pajoco.v5i2.992

Abstract

Early marriage remains a complex social problem with broad impacts on reproductive health, education, and social welfare. In Gowa Regency, early marriage is prevalent among adolescent girls and has resulted in increased risks of pregnancy and childbirth complications, limited access to healthcare services, and reduced economic opportunities. Psychologically, adolescents who marry early are also more vulnerable to stress, depression, and restricted personal development. This community service activity was carried out in Borongloe Subdistrict for one day and involved 100 adolescents aged 15—18 years. The activities consisted of educational sessions, peer group discussions, and role-play. The educational sessions covered topics on the risks and impacts of early marriage, strategies to cope with cultural pressures within families, and the importance of maintaining adolescent reproductive health. The discussion sessions provided a space for participants to share their personal experiences related to early marriage, followed by role-play activities simulating cases of early marriage that occurred in their surroundings. The results showed a significant increase in adolescents’ knowledge and awareness regarding the risks and impacts of early marriage and the importance of maintaining reproductive health. Based on the pre-test results, 60% of participants had a low level of knowledge, while the post-test results indicated improvement, with 100% of participants demonstrating better understanding. This community service program proved to be effective in increasing adolescents’ understanding and awareness of the dangers of early marriage. It also served as a preventive effort to empower adolescents to make better decisions regarding their future and reproductive health.
The Effectiveness of a Child-Centered Learning Approach as a Nursing Intervention in Improving Adolescents’ Knowledge about Early Marriage: A Quasi-Experimental Study Wahyuningsih Wahyuningsih; Brajakson Siokal; Setiawan Kasim; Fhirawati Fhirawati; Sainah Sainah
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 21 No 1 (2026): Media Kesehatan
Publisher : Direktorat Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/medkes.v21i1.2050

Abstract

Early marriage remains a significant public health concern with adverse consequences for adolescents’ health, education, and psychosocial development. This study aimed to evaluate the effectiveness of child-centered learning Approach as a nursing intervention in improving adolescents’ knowledge regarding early marriage. A quasi-experimental study with a pretest–posttest control group design was conducted in Borongloe Subdistrict, Bontomarannu District, Gowa Regency. A total of 100 adolescents aged 15–18 years participated in the study and were assigned to either an intervention group (n = 50) and a control group (n = 50). The intervention group received health education based on a Child-Centered Learning Approach that emphasized active learner engagement, collaborative learning, critical thinking, problem-solving activities, and the use age-appropriate educational materials. The control group received conventional lecture-based health education. Adolescents’ regarding early marriage was measured before and after the intervention using a structured questionnaire. Data were analyzed using the Wilcoxon signed-rank test for within-group comparisons and the Mann–Whitney U test for between-group comparisons. The mean knowledge score in the intervention group increased from 55.44 to 87.00, while the control group showed only a slight change from 58.00 to 75.36. Statistical analysis showed a significant improvement in knowledge scores among adolescents in the intervention group after receiving child-centered learning–based health education (p < 0.001). In contrast, no significant change was observed in the control group. Comparative analysis between the two groups revealed a statistically significant difference in post-test knowledge scores (p < 0.001), indicating the effectiveness of the child-centered learning approach. These findings indicate that health education delivered through a child-centered learning approach can significantly improve adolescents’ knowledge regarding early marriage.