Resume medis merupakan ringkasan riwayat perawatan pasien yang memiliki peran penting dalam kelengkapan rekam medis, kontinuitas pelayanan, klaim asuransi, serta pemenuhan aspek administrasi. Ketidaklengkapan resume medis dapat berdampak pada mutu layanan kesehatan dan menimbulkan hambatan administratif. Studi pendahuluan di RSUD Siti Fatimah menunjukkan bahwa pada periode Januari–Oktober 2024 terdapat 75% resume medis tidak lengkap, terutama pada bagian identitas pasien, diagnosis, dan autentikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi ketidaklengkapan resume medis. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling untuk subjek dan simple random sampling untuk objek penelitian. Subjek penelitian terdiri atas tiga dokter penanggung jawab pasien (DPJP), sedangkan objek penelitian meliputi 100 resume medis rawat inap periode Januari 2024–Maret 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor man berkontribusi terhadap ketidaklengkapan, di mana 67% DPJP telah memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kedisiplinan, namun 33% masih lalai dalam pengisian. Faktor method terkait ketiadaan SOP dan kebijakan khusus pengisian resume medis. Faktor machine meliputi keterbatasan infrastruktur komputer, seperti gangguan jaringan dan error sistem. Faktor material dinilai tidak menjadi hambatan karena format formulir mudah dipahami. Dari hasil observasi, 37% resume medis tidak lengkap, terutama pada bagian identitas, diagnosis, dan tanda tangan.