Pemantauan parameter penyinaran matahari sebagai pemicu evaporasi di Waduk Jatiluhur masih menggunakan Sunshine Recorder Campbell Stokes yang memiliki kelemahan mendasar, yaitu ketidakakuratan data, subjektivitas pembacaan manual, serta tidak adanya pencatatan parameter pendukung seperti suhu lingkungan. Kondisi ini menyebabkan data evaporasi yang dihasilkan kurang komprehensif dan tidak cukup reliabel untuk mendukung manajemen waduk secara optimal. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem pemantauan intensitas cahaya matahari berbasis Internet of Things (IoT) yang mampu merekam data secara komprehensif, meliputi intensitas cahaya, durasi penyinaran efektif, suhu lingkungan, serta waktu pengukuran secara real-time dengan akurasi tinggi dan objektif. Sistem data logger dikembangkan menggunakan sensor BH1750FVI untuk mengukur intensitas cahaya, modul RTC DS3231 untuk pencatatan waktu presisi sekaligus suhu lingkungan, ESP32 sebagai pengendali utama dan modul SD Card sebagai penyimpanan cadangan saat jaringan internet mengalami gangguan. Protokol MQTT digunakan untuk pengiriman data ke cloud, sedangkan bot Telegram diintegrasikan untuk menyajikan data secara langsung. Hasil pengujian menunjukkan bahwa alat berhasil merekam keempat parameter kunci secara simultan dan akurat. Sensor BH1750FVI dan RTC DS3231 menunjukkan kinerja yang stabil dan presisi. Sistem ini terbukti mampu mengatasi keterbatasan Campbell Stokes dengan menghasilkan data yang objektif, tercatat pada bot Telegram, tersimpan di SD Card dan Google Sheet, serta terkirim melalui MQTT. Dengan demikian, sistem ini memberikan solusi pemantauan evaporasi yang komprehensif, real-time, dan andal untuk mendukung pengelolaan Waduk Jatiluhur secara lebih efektif.