Literasi lingkungan merupakan kompetensi penting dalam pendidikan berkelanjutan yang perlu ditanamkan sejak usia dini. Salah satu permasalahan utama dalam konteks sekolah dasar adalah rendahnya pemahaman dan praktik siswa dalam memilah sampah organik dan non organik, meskipun fasilitas pendukung telah tersedia. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan literasi lingkungan siswa Sekolah Dasar melalui program edukasi sampah organik dan non organik di SDN 1 Titiwangi. Metode pelaksanaan PKM menggunakan pendekatan edukatif partisipatif berbasis pengalaman (experiential learning) yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan dilakukan melalui penyampaian materi interaktif, praktik langsung pemilahan sampah, simulasi, serta refleksi bersama siswa. Evaluasi dilakukan secara kualitatif melalui observasi perilaku, wawancara singkat dengan guru, dan post-test deskriptif untuk mendukung temuan lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman konseptual siswa mengenai perbedaan sampah organik dan non organik, berkembangnya sikap peduli lingkungan, serta peningkatan konsistensi praktik pemilahan sampah di lingkungan sekolah. Sebagian besar siswa mencapai kategori baik hingga sangat baik dalam post-test pemahaman. Program ini membuktikan bahwa edukasi sampah yang kontekstual dan partisipatif efektif dalam mengembangkan literasi lingkungan siswa sekolah dasar. Kegiatan PKM ini diharapkan dapat menjadi model edukasi lingkungan berkelanjutan di sekolah dasar.