Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Perancangan Desain Kemasan Produk Komunitas Buruan Sae D’Lima Tohir, Mohamad; Ardy Aprilian Anwar; Riksa belasunda
Charity : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2025): Charity-Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : PPM Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/charity.v8i2.9474

Abstract

Di tengah intensitas persaingan pasar, desain kemasan menjadi faktor kunci dalam membangun identitas produk serta meningkatkan daya tarik konsumen, khususnya bagi produk olahan yang dikembangkan komunitas. Buruan Sae D’Lima di Kelurahan Cijerah, Kota Bandung adalah salah satu komunitas yang memproduksi berbagai olahan dari limbah rumah tangga, seperti eco enzyme, bunga telang, dan rosela, menjadi subjek dari Program pengabdian pada masyarakat. Data diambil melalui observasi wawancara dan dokumentasi. Melalui metode partisipatif, dilakukan analisis kebutuhan, diskusi kelompok terarah, pengembangan desain visual, pembuatan prototipe, hingga uji kemasan. Respon masyarakat sasar pada kegiatan Pengabdian pada Masyarakat ini menunjukkan data positif, sebesar 40,42% menyatakan setuju dan 59,58% menyatakan sangat setuju dengan kegiatan ini. Hasil menunjukkan bahwa desain kemasan yang informatif, edukatif, dan estetis berkontribusi pada peningkatan citra produk dapat memperluas akses pasar, serta memperkuat rasa kepemilikan dan branding komunitas. Berbagai kendala seperti keterbatasan produksi dan aspek legal diatasi melalui solusi kolaboratif yang praktis. Temuan ini membuktikan bahwa intervensi desain kemasan tidak hanya meningkatkan nilai tambah produk lokal, namun juga memperkuat pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.  
PENATA KAMERA FILM 'JAM WAJIB BELAJAR' TENTANG GENERATION GAP TERHADAP PERUBAHAN CARA BELAJAR ANAK Dirga Ali Arsyi; Ardy Aprilian Anwar; Muchammad Zaenal Al Ansory
eProceedings of Art & Design Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah memengaruhi cara belajar anak-anak masakini, yang cenderung lebih menyukai metode belajar visual dan interaktif. Sementara itu,sebagian besar orang tua masih mengandalkan pendekatan belajar tradisional yang lebihterstruktur dan tenang. Ketimpangan ini kerap memicu konflik dalam keluarga,menunjukkan adanya kesenjangan antar generasi. Film pendek fiksi berjudul Jam WajibBelajar dirancang sebagai media reflektif yang menyoroti dinamika tersebut, sekaligusmengangkat pentingnya peran orang tua dalam menyesuaikan pola komunikasi danpengasuhan di era digital. Menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian inimengumpulkan data melalui observasi, studi literatur, serta analisis terhadap film sejenissebagai acuan visual, dengan analisis deskriptif dan matriks perbandingan untukmerancang konsep visual yang tepat. Tahap pra-produksi mencakup riset, penulisanskenario, dan perencanaan visual, sementara tahap produksi difokuskan pada penataankamera, komposisi gambar, dan pencahayaan guna memperkuat pesan emosional film.Pada tahap pascaproduksi dilakukan penyuntingan visual, koreksi warna, dan penyusunannarasi akhir yang sesuai dengan konsep awal. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah filmpendek berdurasi ±15 menit yang diharapkan mampu menjadi media reflektif sekaligusedukatif untuk mendorong keterlibatan orang tua dalam menciptakan lingkungan rumahyang mendukung pengembangan literasi anak.Kata Kunci: Film Pendek, kesenjangan generasi, Penataan Kamera, Sinematografi.
PENYUTRADARAAN FILM ‘JAM WAJIB BELAJAR’ TENTANG GENERATION GAP TERHADAP PERUBAHAN CARA BELAJAR ANAK Putti Naswa Az Zahra Azwardi; Ardy Aprilian Anwar; Muchammad Zaenal Al Ansory
eProceedings of Art & Design Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan zaman mengubah cara anak-anak menikmati proses belajar. Pada masakini, anak-anak cenderung belajar secara interaktif melalui aktivitas berbasis minat.Sementara itu, sebagian orang tua masih memegang pandangan konvensional bahwabelajar harus dilakukan secara formal. Perbedaan pandangan ini memunculkangeneration gap dalam keluarga yang dapat menghambat komunikasi dan pemahamanterhadap proses belajar anak. Kondisi ini mendorong hadirnya media yang dapatmenyuarakan isu tersebut sebagai bentuk refleksi. Film memiliki kekuatan untukmerekam dan menampilkan realitas, sekaligus memicu dialog antar generasi. Oleh karenaitu, perancangan film pendek fiksi dengan pendekatan realisme dipilih untukmenggambarkan generation gap, dengan mempertimbangkan latar sosial dan budayasetempat. Proses perancangan dilakukan melalui tahap Pra-produksi, Produksi, danPasca-produksi dengan metode observasi lapangan, wawancara, studi literatur, sertaanalisis karya sejenis. Analisis tematik digunakan dalam merumuskan konsepperancangan. Pendekatan realisme AndrÈ Bazin diterapkan dalam teknik visual danpenyutradaraan. Hasil perancangan menunjukkan bahwa film pendek fiksi pendekatanrealisme mampu merepresentasikan realitas sebagai sarana refleksi bagi penontonnya. Kata Kunci : Generation Gap, Perubahan Belajar Anak, Era Digital, Film Pendek, Penyutradaraan, Realisme