Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Konvergensi Fikih-Medis pada Khitan Laki-Laki dan Divergensi pada Female Genital Mutilation/Cutting (FGM/C) Fauzi, Irfan; Lubis, Yeni Amalia; Mariadi, Ahmad Mahrus; Rahman, Riski Taufikur
Islamic Review: Jurnal Riset dan Kajian Keislaman Vol 14 No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Mafapress - Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IPMAFA Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35878/islamicreview.v14i2.1738

Abstract

The conflation of male circumcision and female genital mutilation/cutting (FGM/C) in public discourse has created a complex nexus of overlapping cultural, religious, and health norms. This research aims to critically and comparatively analyze both practices to delineate their fundamental distinctions. Employing a qualitative literature review of primary (jurisprudence, fatwas, law) and secondary sources (scholarly journals, reports), the findings reveal a sharp divergence. Male circumcision demonstrates a positive convergence between Islamic jurisprudence (fiqh) and medical evidence. Conversely, FGM/C reveals a dual contestation: an internal jurisprudential debate between classical and contemporary scholars over the interpretation of religious texts, and a policy-level conflict where a permissive MUI (Indonesian Ulema Council) fatwa clashes with the global medical consensus and prohibitive national law. In conclusion, the two practices are fundamentally different. Therefore, this study recommends that the government adopts the WHO’s definition of FGM/C into a binding national regulatory framework, thereby creating a single, authoritative standard across all policy sectors to protect the health rights and bodily integrity of women and children.
Rekonstruksi Teologi Islam: Rasionalitas dan Anti-Fatalisme dalam Pemikiran Muhammad Abduh Sebagai Basis Modernisme Mariadi, Ahmad Mahrus
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 6 (2025): NOVEMBER
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/p1rh3p49

Abstract

Abad ke-19 Masehi merupakan periode kritis bagi dunia Islam yang ditandai dengan stagnasi pemikiran (jumud), dominasi taklid, dan hegemoni kolonialisme Barat. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah secara kritis konstruksi pemikiran teologi Muhammad Abduh sebagai respons terhadap krisis tersebut. Melalui metode kajian pustaka dengan merujuk pada karya-karya primer seperti Risalah al-Tauhid dan Tafsir al-Manar, penelitian ini menganalisis bagaimana Abduh merevitalisasi teologi Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembaruan Abduh bertumpu pada harmonisasi antara akal dan wahyu, di mana akal ditempatkan sebagai mitra wahyu untuk memahami sunnatullah. Abduh secara tegas menolak paham fatalisme (Jabariyah) yang dianggap melemahkan etos kerja umat, dan menggantinya dengan konsep kebebasan manusia (free will) yang bertanggung jawab. Selain itu, Abduh mendekonstruksi pemahaman mukjizat agar selaras dengan rasionalitas hukum alam. Pemikiran teologis ini tidak hanya berdampak pada reformasi pendidikan di Al-Azhar, tetapi juga menjadi landasan bagi gerakan modernisme Islam di dunia, termasuk di Indonesia melalui Muhammadiyah dan Al-Irsyad. Penelitian ini menyimpulkan bahwa teologi rasional Abduh tetap relevan sebagai fondasi etis dan intelektual bagi umat Islam dalam menghadapi tantangan modernitas.