Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaturan Dan Penegakan Hukum Bagi Tindak Pidana White Collar Crime Fanny May Sarah; Dea Ayu Pitaloka; Moh. Fadlan Riski
Indonesian Journal of Multidisciplinary Scientific Studies Vol 2 No 1 (2024): Terbitan Edisi Januari 2024
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STAI Raudhatul Akmal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33151/ijomss.v2i1.154

Abstract

Kejahatan kerah putih merupakan kejahatan yang dilakukan oleh orang-orang yang mempunyai status sosial ekonomi tinggi dan mempunyai kedudukan terhormat dalam masyarakat. Kejahatan kerah putih ini sangat berbeda dengan kejahatan konvensional pada umumnya yang pelakunya adalah masyarakat dari golongan sosial ekonomi rendah. Pelaku kejahatan kerah putih meliputi pengusaha, pejabat, dan profesional. Contoh kejahatan kerah putih antara lain malpraktek yang dilakukan oleh dokter, pengacara atau notaris, korupsi antar pejabat, kolusi antara penguasa dan pengusaha, iklan yang menyesatkan, persaingan curang, manipulasi pajak, makanan dan obat-obatan yang membahayakan lingkungan. 4 Modus operandi kejahatan kerah putih kejahatan kerah putih, dilakukan secara sembunyi-sembunyi, terorganisir dan berdasarkan keahlian seseorang. Munir Fuady mengatakan, kejahatan kerah putih juga dapat terjadi di sektor publik, yaitu melibatkan pihak-pihak yang memegang kekuasaan publik atau pejabat pemerintah, sehingga sering disebut juga dengan kejahatan pekerjaan. Kejahatan kerah putih ini sering terjadi dalam bentuk korupsi dan penyuapan sehingga mengakibatkan penyalahgunaan wewenang publik. Korupsi dan suap yang terjadi di kalangan penegak hukum, seperti polisi, jaksa, dan hakim, merupakan hal yang sangat banyak dibicarakan dimana-mana, selain korupsi di kalangan anggota legislatif dan eksekutif.
PENANAMAN NILAI-NILAI KARAKTER PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DI PONDOK PESANTREN PUTRI UMMI KALSUM DI LINGKUNGAN MASYARAKAT BERAGAMA Fanny May Sarah; Syarbaini Saleh
Jurnal PIPSI (Jurnal Pendidikan IPS Indonesia) Vol 9, No 3 (2024): VOLUME 9 NUMBER 3 SEPTEMBER 2024
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jpipsi.v9i3.6196

Abstract

This research aims to examine: 1). How is the cultivation of character values of civic education learning at the ummi kalsum Islamic boarding school in the community 2) What is the role of civic education in shaping character in Islamic boarding schools 3) What are the contributions of Islamic boarding schools to the surrounding community in terms of civic values 4) How is the practice of instilling character values in ummi kalsum Islamic boarding schools in religious communities 5) What are the obstacles in instilling character values of civic learning. This research uses purposive sampling method, where the main informants are individuals who have in-depth understanding and direct involvement in the research context. The research subjects include Civic Education teachers, ustazahs of care, and santri wati. Data collection was conducted through observation, interviews, and documentation. Data analysis used a qualitative descriptive method, which involved the process of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that the cultivation of character values at the Ummi Kalsum Islamic Boarding School took place effectively both in the pesantren environment and the surrounding community. Citizenship Education plays an important role in shaping the character of religious, nationalist, and tolerant santri. Islamic boarding schools also make a significant contribution in strengthening civic values in society, especially in the context of religious diversity. However, this study found a number of obstacles, such as limited communication between the pesantren and parents and the varied attitudes of santri in accepting character values. Pesantren Putri Ummi Kalsum as the only pesantren in Nias Islands with a majority of non-Muslim communities, still strives to maintain and develop character education within the existing limitations.