Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Antibakteri Kombinasi Ekstrak Kulit Jeruk Manis (Citrus Sinensis (L.) Osbeck) dan Daun Pepaya (Carica Papaya L.) Terhadap Bakteri Escherichia Coli Regitha Adiba Fayza Purwoko; Riana Putri Rahmawati; Muhammad Khudzaifi
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 5 No. 2 (2025): Juli: Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v5i2.6079

Abstract

Sweet orange peel and papaya leaves have been used by the community to prevent and treat various diseases caused by bacterial, fungal, and viral infections. Sweet orange peel contains flavonoids, alkaloids, saponins, tannins, and terpenoids that can inhibit bacterial growth. While papaya leaves contain active compounds such as alkaloids, flavonoids, steroids, tannins, and terpenoids that can inhibit bacterial growth. Escherichia coli bacteria are gram-negative, facultative anaerobic bacteria that can cause intestinal infections, causing diarrhea. The combination of extracts from several plants has greater inhibitory power so that it has greater antibacterial activity than a single plant. The purpose of this study was to determine whether the combination of sweet orange peel and papaya leaf extracts has an effect on the growth of Escherichia coli bacteria. The test method used was the disc diffusion method on TSA agar media. Sweet orange peel and papaya leaf extracts in this study were obtained by the maceration method with 96% ethanol solvent. The ratio of extracts used was sweet orange peel and papaya leaves 1:3; 2:2; 3:1. The positive control used was ciprofloxacin. The negative control used was 10% dimethyl sulfoxide (DMSO). The results of this study indicate that the combination of sweet orange peel extract (Citrus sinensis L. Osbeck) and papaya leaves (Carica papaya L.) has an effect on the growth of Escherichia coli bacteria because it produces an inhibition zone around the disc paper. All comparisons, namely 1: 3; 2: 2; 3: 1 are optimal in inhibiting the growth of Escherichia coli bacteria with a diameter of the inhibition zone in sequence of 17.78 mm (strong category), 22.14 mm (very strong category), and 26.28 mm (very strong category). Likewise, the positive control produces an inhibition zone of 34.25 (very strong category). The most optimum antibacterial combination shows the diameter of the inhibition zone against Escherichia coli bacteria, namely at a ratio of 3: 1.
PENYULUHAN LANSIA UNTUK PENCEGAHAN HIPERTENSI DI POSYANDU DESA BESITO Melvin Dewi Rosita; Purbowati Purbowati; Supardi Supardi; Nur Shabrina Al Baiti; Danang Feby Saputra; Syamsul Hadi; Osama Maulana Haq; Fahima Nur Shofia; Diva Fitriana Putri; Regitha Adiba Fayza Purwoko; Khuril Aeni; Dwi Maya Ratna Sari; Mahardini Ayu Faradilla; Finkanita Salsabila; Anita Rahayu Putri; Putri Luthfiana Anggraeni; Zanadira Althofia; Mohammad Hasan Zuwad; Desy Meliasari
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 7, No 1 (2025): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v7i1.2830

Abstract

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi di mana tekanan darah seseorang melebihi batas normal dan sering kali tidak disadari, sehingga dikenal sebagai silent killer. Lansia, yakni individu berusia 60 tahun ke atas, memiliki risiko lebih besar terhadap penyakit degeneratif seperti hipertensi, yang dapat menurunkan kualitas hidup dan produktivitas. Sebagai upaya meningkatkan pengetahuan lansia mengenai hipertensi dan pengelolaannya, kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Besito, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, dilakukan melalui edukasi kesehatan dengan metode ceramah, diskusi, dan tanya jawab. Kegiatan ini juga dilengkapi pemeriksaan kesehatan untuk mendukung pemahaman lansia tentang pentingnya pencegahan dan pengelolaan hipertensi. Hasilnya, lansia menunjukkan antusiasme tinggi, aktif dalam diskusi, dan terjadi peningkatan pemahaman terkait pengendalian hipertensi. Diharapkan, kegiatan ini mendorong lansia untuk menjalani pola hidup sehat guna mencegah komplikasi dan meningkatkan kesejahteraan mereka.
EDUKASI KEPEDULIAN LINGKUNGAN DALAM ISLAM MENGENAI KAJIAN UNTUK MEWUJUDKAN LINGKUNGAN BERSIH DAN SEHAT Melvin Dewi Rosita; Purbowati Purbowati; Supardi Supardi; Nur Shabrina Al Baiti; Danang Feby Saputra; Syamsul Hadi; Osama Maulana Haq; Fahima Nur Shofia; Diva Fitriana Putri; Regitha Adiba Fayza Purwoko; Khuril Aeni; Dwi Maya Ratna Sari; Mahardini Ayu Faradilla; Finkanita Salsabila; Anita Rahayu Putri; Putri Luthfiana Anggraeni; Zanadira Althofia; Mohammad Hasan Zuwad; Desy Meliasari
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 7, No 1 (2025): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v7i1.2832

Abstract

Acara kajian yang diselenggarakan pada hari Selasa, 17 Desember 2024, bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kebersihan dan kesehatan lingkungan dalam perspektif Islam. Pemateri, Bapak Supardi, menyampaikan materi yang mendalam tentang konsep kebersihan dalam Islam, serta tanggung jawab manusia sebagai khalifah fil ardh atau pemimpin di bumi. Ceramah ini juga menguraikan bagaimana menjaga kebersihan dan merawat lingkungan dapat menjadi bagian dari ibadah dan kepedulian sosial. Selain itu, acara ini diwarnai dengan diskusi interaktif yang memungkinkan peserta berbagi pengalaman dan ide untuk menjaga kebersihan lingkungan di komunitas masing-masing. Acara diakhiri dengan doa bersama, memohon kepada Allah SWT agar memberikan keberkahan dan kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan. Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta dapat menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan lestari, serta memperkuat komitmen sosial dan spiritual dalam menjaga alam sebagai amanah dari Allah SWT.
GERAKAN PENANAMAN POHON SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN LINGKUNGAN DI DESA BESITO Melvin Dewi Rosita; Purbowati Purbowati; Supardi Supardi; Nur Shabrina Al Baiti; Danang Feby Saputra; Syamsul Hadi; Osama Maulana Haq; Fahima Nur Shofia; Diva Fitriana Putri; Regitha Adiba Fayza Purwoko; Khuril Aeni; Dwi Maya Ratna Sari; Mahardini Ayu Faradilla; Finkanita Salsabila; Anita Rahayu Putri; Putri Luthfiana Anggraeni; Zanadira Althofia; Mohammad Hasan Zuwad; Desy Meliasari
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 7, No 1 (2025): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v7i1.2645

Abstract

Gerakan penanaman pohon di Desa Besito, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, merupakan bentuk pengabdian masyarakat yang bertujuan meningkatkan kesadaran lingkungan dan mendukung keberlanjutan ekosistem. Pengabdian ini menggunakan metode penelitian tindakan partisipatif dengan melibatkan 30 peserta yang terdiri atas perangkat desa, karang taruna, masyarakat desa dan mahasiswa. Kegiatan ini meliputi sosialisasi, pelatihan teknis, dan pelaksanaan penanaman pohon Tabebuya di lokasi strategis. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan partisipasi masyarakat sangat tinggi, dengan 100% peserta menyadari manfaat program ini, meskipun 20% mengungkapkan kekhawatiran terkait cuaca penghujan. Penanaman pohon memberikan dampak ekologis signifikan, seperti peningkatan kualitas udara dan pencegahan erosi, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab masyarakat terhadap kelestarian lingkungan. Kesimpulannya, gerakan ini tidak hanya mendukung pelestarian lingkungan, tetapi juga menjadi model inspiratif bagi daerah lain dalam mengimplementasikan program serupa. Disarankan agar kegiatan serupa dilakukan secara berkelanjutan dengan pengawasan yang memadai untuk mendukung keberhasilan program jangka panjang. The tree planting movement in Besito Village, Gebog District, Kudus Regency, is a form of community service aimed at raising environmental awareness and supporting ecosystem sustainability. This service utilizes a participatory action research method involving 30 participants, including village officials, youth groups, local community members, and university students. The activities include socialization, technical training, and the planting of Tabebuya trees in strategic locations. Data were collected through observation and interviews, then analyzed descriptively. The results show that community participation is very high, with 100% of participants recognizing the benefits of this program, although 20% expressed concerns about the rainy season. Tree planting has significant ecological impacts, such as improved air quality and erosion prevention, while also fostering a sense of community responsibility for environmental conservation. In conclusion, this movement not only supports environmental preservation but also serves as an inspirational model for other regions to implement similar programs. It is recommended that such activities be carried out sustainably with proper oversight to ensure the long-term success of the program.