Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

UJI AKTIVITAS ANTIJAMUR SEDIAAN KRIM EKSTRAK ETANOL DAUN CIPLUKAN (Physalis angulata L.) TERHADAP Candida albicans Muhamad Khudzaifi; Muhammad Nurul Fadel; Fahrudin Arif; Akhyasin Akhyasin; Eko Retnowati
IJF (Indonesia Jurnal Farmasi) Vol 7, No 2 (2022): Indonesia Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijf.v7i2.1762

Abstract

Latar belakang : Penyakit infeksi merupakan salah satu permasalahan yang banyak terjadi di Indonesia. Salah satu infeksi yang banyak ditemukan adalah infeksi yang disebabkan oleh jamur Candida albicans. Kejadian resistensi antijamur telah menjadi permasalahan sehingga diperlukan adanya inovasi baru. Salah satunya dengan pengembangan tanaman obat yang telah diteliti memiliki khasiat sebagai antijamur. Salah satunya adalah tanaman Ciplukan (Physalis angulata L.). Daun ciplukan memiliki kandungan senyawa aktif berupa alkaloid, saponin, tanin, dan flavonoid yang merupakan senyawa aktif biologis sebagai antimikroba. Tujuan : Mengetahui aktivitas antijamur krim ekstrak etanol daun Ciplukan (Physalis angulata L.) terhadap jamur Candida albicans. Metode : Penelitian ini menggunakan difusi cakram dengan konsentrasi yang digunakan yaitu 5%, 10%, dan 15% diletakkan pada media SDA yang telah ditumbuhi oleh jamur Candida albicans yang kemudian akan diinkubasi serta diukur diameter zona hambatnya. Hasil : Pada konsentrasi 5% pada hari ke 1 dan ke 21 didapatkan diameter zona hambat sebesar 15 mm dan 14 mm, konsentrasi 10% mendapatkan hasil pada hari ke 1 18 mm dan hari ke 21 sebesar 15 mm, kemudian konsentrasi 15% pada hari ke 1 dan ke 21 mendapat hasil 20 mm, dan pada kontrol positif didapati hasil 34 mm pada hari ke 1 dan pada hari ke 21 mendapat 33 mm. Kesimpulan : Berdasarkan data diatas dapat disimpulkan bahwa krim ekstrak etanol daun Ciplukan (Physalis angulata L.) dapat menghambat jamur Candida albicans.
Molecular Docking Senyawa Flavonoid Daun Sirsak (Annona muricata L.) Terhadap Reseptor Estrogen Alfa (RE-α) Sebagai Kandidat Obat Antikanker Payudara Khudzaifi, Muhamad; Kalsum, Saskia Amini; Nisak, Ana Zumrotun
Sains Medisina Vol 3 No 1 (2024): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v3i1.462

Abstract

Daun sirsak sudah lama dipercayai penggunaanya sebagai obat tradisional. Salah satu senyawa yang ditemukan dalam daun sirsak adalah flavonoid. Senyawa flavonoid memiliki potensi sebagai sitoksik. Tamoxifen sebagai obat antikanker payudara memiliki efek samping berupa kanker endometrium, sehingga diperlukan pengembangan lebih lanjut terkait obat antikanker payudara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa flavonoid daun sirsak yang paling berpotensi sebagai antikanker payudara berdasarkan binding energy. Penelitian eksperimental berbasis in silico ini menggunakan sampel hasil isolasi daun sirsak yang berasal dari penelitian sebelumnya. Dengan menggunakan software Autodock Vina, ligan senyawa uji akan dilakukan docking terhadap reseptor estrogen alfa (PDB ID: 3ERT) dengan native ligand berupa 4-hydroxytamoxifen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa senyawa flavonoid daun sirsak dapat berpotensi sebagai antikanker payudara. Hal ini ditunjukkan dengan nilai docking terhadap resptor estrogen alfa bernilai negatif. Senyawa uji yang terbaik secara berurutan berdasarkan binding energy yaitu geniestein, daidzein, catechin, kaempferol, epicatechin, argetinine, glycitein, robinetin, tangeretin, quercetin, isoferulic acid. Kesimpulan, senyawa uji yang paling berpotensi yaitu geniestein dengan nilai docking -9.0 kcal/mol. Nilai ini mendekati nilai docking native ligand sebesar -9.8 kcal/mol.
Safety evaluation of Oral NSAID Treatment on Blood Pressure in Osteoarthritis Patients: Preventive study to Cardiovascular Events Rosnarita, Intan Adevia; Khudzaifi, Muhammad; Priswa, Nindya
Majalah Farmaseutik Vol 21, No 1 (2025)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v21i1.103508

Abstract

Osteoarthritis (OA) is a degenerative joint disorder primarily affecting weight-bearing joints, causing pain, stiffness, and reduced mobility. Although there is no cure, symptom management focuses on pain relief and inflammation reduction, often through the use of nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs). However, NSAIDs are known to increase blood pressure, which poses concerns for long-term use, especially in patients with pre-existing cardiovascular risk factors. Given the chronic nature of OA and the common prescription of long-term NSAID therapy, it is important to assess their impact on blood pressure and cardiovascular health. This study aimed to evaluate the safety of oral NSAID therapy in terms of its effects on blood pressure in osteoarthritis patients at Dr. Moewardi Surakarta Regional General Hospital. An observational descriptive design was used with purposive sampling, analyzing data retrospectively from 35 OA patients receiving outpatient treatment for three months. The Wilcoxon signed-rank test was applied to assess changes in blood pressure, with statistical significance set at p<0.05. Results showed a significant increase in both systolic (11.3 ± 7.9 mmHg, p<0.05) and diastolic blood pressure (8.9 ± 7.0 mmHg, p<0.05) following NSAID use over the 3-month period. These findings highlight the need for careful monitoring of blood pressure in OA patients on long-term NSAID therapy, particularly those at higher cardiovascular risk. Long-term safety assessments are essential when considering NSAID treatment, and alternative therapeutic options should be considered for high-risk patients.
UJI RHODAMIN B PADA LIP CREAM YANG BEREDAR DI TOKO KOSMETIK KOTA KUDUS MENGGUNAKAN KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS Safira Ramandani; Endang Setyowati; Muhammad Khudzaifi
Nusantara Hasana Journal Vol. 5 No. 2 (2025): Nusantara Hasana Journal, July 2025
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v5i2.1515

Abstract

Cosmetic products, including lipstick, are products that require coloring agents, usually in the form of lip cream preparations. One of the dangerous coloring agents circulating in the market is Rhodamine B. Rhodamine B is a dangerous synthetic dye that is carcinogenic. The purpose of this study was to identify the presence of Rhodamine B in lip creams circulating in Kudus City. The research method was carried out quantitatively because it determined the levels of Rhodamine B using Thin Layer Chromatography (TLC). The lip cream samples studied were 5 samples with different brands and sold at the Kudus City Cosmetics Store. Rhodamine B identification test on lip cream by observing the number of Retention Factor (Rf) values, visual stain color, and fluorescence color under UV light 254 nm and 366 nm. The identification results of the five samples tested contained two samples suspected of containing synthetic rhodamine B dye, namely samples A and E, this can be seen from the color of the spots seen visually are pink and orange, while under UV light it is purple and fluoresces yellow. For the Rf value of rhodamine B of 0.68, it is the same as sample A, while samples B, C, D, and E have a value of 0.7. The conclusion of this study is that the five lip cream samples with different brands contain Rhodamine B, namely in sample A and E.
FORMULASI UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN UJI KARAKTERITIK FISIK SEDIAAN KRIM EKSTRAK DAUN PEPAYA (Carica Papaya L.) SEBAGAI KRIM PELEMBAB KULIT Muhammad Lathoiful Minan; Muhammad Nurul Fadel; Muhammad Khudzaifi
Nusantara Hasana Journal Vol. 5 No. 2 (2025): Nusantara Hasana Journal, July 2025
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v5i2.1546

Abstract

Papaya leaves are known to contain high levels of antioxidants such as flavonoids, α- tocopherol, and ascorbic acid, which help combat free radicals that cause premature aging. This study aimed to evaluate the stability and antioxidant activity of a cream formulated with 70% ethanol extract of papaya leaves using the DPPH method. A total of 3000 g of young papaya leaves were macerated with 70% ethanol, yielding 56.38 g of thick extract, which was then formulated into a cream. The cream was evaluated through organoleptic tests, homogeneity, pH, spreadability, emulsion type, viscosity, and antioxidant activity. Results showed the cream was stable in terms of odor and form, with a pH range of 5–7, spreadability between 5.8–6.2 cm, homogeneous emulsion, and viscosity ranging from 5003–5990 cP. The highest antioxidant activity was observed at 3.5% concentration (78.45%), while the negative control was 222.4 and quercetin as a reference showed 9.08%. It was concluded that the cream formulated from 70% ethanol extract of papaya leaves demonstrated good stability and strong antioxidant activity.
FORMULASI DAN UJI FISIK SEDIAAN KRIM KOMBINASI MINYAK BIJI JINTEN HITAM (Nigella Sativa L.) DAN EKSTRAK DAUN PEPAYA (Papaya Carica L.) SEBAGAI TABIR SURYA Akbar Seno Syafriansyah; Muhammad Nurul Fadel; Muhammad Khudzaifi
Nusantara Hasana Journal Vol. 5 No. 2 (2025): Nusantara Hasana Journal, July 2025
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v5i2.1547

Abstract

Prolonged exposure to sunlight can have harmful effects on the skin, both immediate and long-term. To prevent the negative impact of sun exposure, the use of additional protective products such as sunscreen is essential. To reduce the level of damage caused by the use of synthetic materials, the use of natural ingredients can be considered as components in the formulation of sunscreen creams. This study aims to evaluate the physical quality and determine the sunscreen activity of a cream formulation combining black cumin seed oil (Nigella sativa L.) and papaya leaf extract (Carica papaya L.). The evaluation was conducted through several tests, including organoleptic testing, homogeneity, emulsion type, pH, viscosity, and SPF testing using UV-Vis spectrophotometry. The results showed that the formulation met the required standards: organoleptic tests indicated that the scent and texture of the cream remained stable, although a change in color occurred. The formulation had good homogeneity with a pH ranging from 5 to 7. The recorded viscosities were 9732 cP, 1450 cP, 3030 cP, and 4414 cP, respectively. In the SPF test, the values obtained were 0.22; 4.37; 14.23; and 20.52. Based on these results, it can be concluded that the cream combining black cumin seed oil and papaya leaf extract demonstrated good stability and exhibited effective sunscreen activity.
HUBUNGAN PEMBERIAN EDUKASI SWAMEDIKASI OBAT ANTINYERI DENGAN KEPUASAN PASIEN DI APOTEK BLUNYAH FARMA Vita Angraini; Ria Etikasari; Muhammad Khudzaifi
Nusantara Hasana Journal Vol. 5 No. 3 (2025): Nusantara Hasana Journal, August 2025
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v5i3.1617

Abstract

Self-medication, particularly for pain, is becoming increasingly common. However, most patients still lack adequate understanding of the types of medications, dosages, and potential risks. Therefore, education provided by pharmacists plays a crucial role in improving patient understanding and satisfaction with the rational use of painkillers. This study aimed to determine the relationship between self-medication education on painkillers and patient satisfaction at Blunyah Farma Pharmacy, Sleman Regency, Yogyakarta. The study used a quantitative observational method with a cross-sectional design. The independent variable was self-medication education on painkillers, while the dependent variable was patient satisfaction. Data were collected through questionnaires completed directly by patients purchasing painkillers. The study sample consisted of 300 respondents from a total population of 1,200, with a margin of error of 5%. The results showed that the majority of respondents received high levels of education (57.7%) and expressed very high levels of satisfaction with the services they received (40.3%). A Spearman Rank correlation test using SPSS version 22 showed a very strong and significant relationship between the two variables, with a correlation coefficient of 0.941 and a significance level of 0.000 (<0.05). Therefore, the better the quality of education provided, the higher the patient satisfaction level.
Formulasi dan Uji Aktivitas Gel Repellent Minyak Atsiri Bunga Kenanga (Cananga Odorata) terhadap Nyamuk Aedes Aegypti Rahmawati, Irma Sari; Putri, Riana; Khudzaifi, Muhammad
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.31496

Abstract

Indonesia memiliki berbagai jenis tanaman penghasil minyak atsiri yang berpotensi sebagai bahan repellent alami, salah satunya adalah bunga kenanga (Cananga odorata). Nyamuk Aedes aegypti merupakan vektor utama penyebab penyakit DBD, sedangkan penggunaan repellent nyamuk berbahan aktif kimia sintetis dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Repellent yang berasal dari minyak atsiri mampu memproteksi kulit dari gigitan nyamuk dengan aman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas repellent sediaan gel minyak atsiri bunga kenanga dengan variasi konsentrasi FI (3%), FII (4%), dan FIII (5%) terhadap nyamuk Aedes aegypti.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang merupakan penelitian eksperimental atau percobaan dalam bentuk desain fungsional maupun desain faktora. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dikarenakan bertujuan untuk mengetahui formulasi dan uji aktivitas antinyamuk minyak atsiri bunga kenanga (Cananga odorata) terhadap sediaan gel repellent.Hasil Uji analisa statistik One Way ANOVA menunjukkan adanya perbedaan bermakna antar masing-masing formula gel perlakuan dengan taraf signifikansi (p<0,05). Hal ini menunjukkan bahwa masing-masing konsentrasi sediaan gel minyak atsiri bunga kenanga memiliki perbedaan aktivitas sebagai repellent nyamuk Aedes aegypti. Konsentrasi terbaik diperoleh pada FIII (5%) dengan nilai daya proteksi sebesar 96,15% padaa jam pertama. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa sediaan gel minyak atsiri bunga kenanga (Cananga odorata) dengan variasi konsentrasi FI (3%), FII (4%), dan FIII (5%) memiliki aktivitas sebagai repellent terhadap nyamuk Aedes aegypti. Konsentrasi terbaik diperoleh pada FIII (5%) dengan nilai daya proteksi sebesar 96,15% pada jam pertama. Oleh karena itu, gel minyak atsiri bunga kenanga berpotensi dikembangkan sebagai alternatif repellent alami yang aman digunakan serta ramah lingkungan.
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Kelengkeng (Dimocarpus longan L.) dalam Sediaan Mouthwash Terhadap Bakteri Streptococcus mutans Faizin, Fadli Akbar; Rahmawati, Riana Putri; Khudzaifi, Muhamad
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 3 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i3.19006

Abstract

Daun kelengkeng memiliki khasiat sebagai antioksidan, antikanker dan antibakteri. Flavanoid, alkaloid, tanin, dan saponin adalah metabolit sekunder daun ini yang membantu menghentikan pertumbuhan bakteri. Menggunakan mouthwash daun kelengkeng sebagai pengganti mouthwash beralkohol yang memiliki efek samping dalam jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun kelengkeng dalam sediaan mouthwash terhadap bakteri Streptococcus mutans. Pelarut yang digunakan dalam ekstraksi daun kelengkeng adalah etanol 70%. Setelah ekstraksi dilakukan skrining fitokimia yang meliputi uji flavanoid, uji tanin, uji saponin dan uji alkaloid. Untuk membuat sediaan mouthwash, konsentrasi ekstrak daun kelengkeng yang digunakan adalah 0%, 5%, 15%, dan 25%. Selain uji antibakteri, sediaan mouthwash dilakukan pula uji fisikokimia yang meliputi uji organoleptik, uji pH, uji kejernihan, uji bobot jenis dan uji viskositas. Pengujian antibakteri dilakukan dengan difusi cakram. Hasil penelitian pada formulasi mouthwash dari ekstrak daun kelengkeng menunjukkan mutu fisik organoleptik, kejernihan, bobot jenis dan viskositas sediaan yang baik, sedangkan uji pH pada formula F0 melebihi syarat pH sediaan mouthwash. Pada pengujian aktivitas antibakteri sediaan mouthwash didapatkan nilai zona hambat yaitu pada F0 2,5 mm; F1 4,66 mm; F2 7,33 mm; F3 9,16 mm; dan kontrol positif 10,16 mm.
Analisis Kadar Hidrokuinon dalam Sediaan Krim Racikan di Toko Kosmetik Kabupaten Jepara dengan Metode Spektrofotometri UV-Vis Mardhiyah, Sofiana Nur; Rahmawati, Riana Putri; Khudzaifi, Muhamad
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 3 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i3.19057

Abstract

Hidrokuinon merupakan senyawa aromatik organik jenis fenol dengan rumus kimia C6H6O2 yang sering ditambahkan dalam krim kecantikan dengan tujuan untuk memutihkan kulit. Mekanisme kerja hidrokuinon adalah efek toksik hidrokuinon terhadap melanosit dan menghambat proses pembentukan melanin. Penggunaan hidrokuinon dalam krim yang beredar dipasaran hanya dapat digunakan dalam kadar maksimal 2% , lebih dari itu dipergunakan sebagai obat. Hidrokuinon > 2% termasuk golongan obat keras yang penggunaanya harus dengan resep dokter. Kadar hidrokuinon yang melebihi 5% dapat menyebabkan kemerahan dan rasa terbakar pada kulit. Pemakaian hidrokuinon tanpa pengawasan dokter memiliki resiko iritasi kulit, kulit kemerahan, rasa terbakar, kelainan ginjal, hingga dapat menyebabkan kanker. Saat ini masyarakat sangat tertarik menggunakan krim racikan yang dijual bebas di toko kosmetik. Harga krim racikan yang terjangkau dengan hasil yang cepat menjadi alasan tingginya minat masyarakat. Pendistribusian produk krim racikan yang dijual bebas di toko kosmetik perlu diperhatikan untuk memastikan produk tersebut aman digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengetahui kadar hidrokuinon yang terkandung dalam krim racikan yang dijual bebas di toko kosmetik Kabupaten Jepara. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif laboratorik dimana sampel krim racikan yang diperoleh menggunakan teknik purposive sampling. Analisis hidrokuinon dilakukan secara kualitatif menggunakan pereaksi FeCl3. Penentuan kadar hidrokuinon dalam sampel dilakukan secara kuantitatif menggunakan alat Spektrofotometri UV-Vis.