Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Determination of the New SNP g.939A>G of the TYR Gene in Abnormal Coat Color in Bali Cattle Kholijah; Mokhmad Fakhrul Ulum; Sri Darwati; Ronny Rachman Noor; Jakaria
Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan Vol. 34 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jiip.2024.034.01.05

Abstract

This study aimed to assess the presence of single nucleotide polymorphisms (SNPs) in the exon 1 region of the tyrosinase (TYR) gene in Bali cattle with abnormal coat color. This study analyzed 43 Bali cattle, 26 individuals with typical or standard coat color, and 17 individuals with albinism. The genetic diversity of the TYR gene was determined via direct sequencing and polymerase chain reaction-restriction fragment length polymorphism (PCR-RFLP) techniques. The sequence data of the TYR gene were scrutinized using BioEdit and MEGA10 software to detect single nucleotide polymorphisms (SNPs) related to different types of coat color features in Bali cattle. The genetic diversity information was derived from computations performed using PopGen 1.32 software. The results showed that exon 1 of the TYR gene was affected by the new SNP g.939A>G, which is polymorphic in Bali cattle. In conclusion, the SNP c.939A>G can be further analyzed for use as a candidate-assisted selection (MAS) for abnormal coat color in Bali cattle.
Peran Lembaga Amil Zakat dalam mengentaskan Kemiskinan di Indonesia Ayu Kurnia Sari; Iin Indrawati; Kholijah; Mulia Sari; Syifa Nur Siyami; Dedek Syahputra
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : Atha Publishing Globalindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64845/jimi.v2i1.166

Abstract

Penelitian ini membahas kontribusi Lembaga Amil Zakat, khususnya Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), dalam pengentasan kemiskinan di Indonesia dengan fokus pada Provinsi Riau. Tingginya angka kemiskinan yang mencapai 9,36% pada Maret 2024, di tengah potensi zakat nasional sebesar Rp 327 triliun per tahun. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan sumber data sekunder dari laporan BAZNAS, BPS, jurnal ilmiah, dan literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program zakat produktif, seperti microfinance dan pemberdayaan UMKM, mampu menurunkan tingkat kemiskinan (P0) dan meningkatkan kesejahteraan mustahik berdasarkan Model CIBEST dan Indeks Kemiskinan FGT. Di Provinsi Riau, penurunan tingkat kemiskinan selaras dengan meningkatnya distribusi zakat produktif. Namun, dampak pada kedalaman dan keparahan kemiskinan (P1 dan P2) masih terbatas, sehingga diperlukan penguatan tata kelola, integrasi program zakat dengan kebijakan pemerintah, serta penggunaan teknologi digital. Penelitian ini menegaskan bahwa tata kelola yang baik meliputi transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, profesionalisme, dan fairness adalah kunci efektivitas BAZNAS dalam pengentasan kemiskinan.