Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Pendekatan CTL untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Matematis dan Resiliensi Matematis Siswa SMP Gajah Mada Medan Lairani Dwi Alvira; Faiz Ahyaningsih; Ani Minarni
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6 No 2 (2022): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 6 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v6i2.1621

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: validitas, kepraktisan dan efektifitas perangkat pembelajaran berbasis pendekatan Contextual Teaching and Learning, peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis dan resiliensi matematis siswa dengan menggunakan perangkat pembelajaran yang dikembangkan dan proses jawaban siswa dalam menyelesaikan soal-soal kemampuan berpikir kritis matematis. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan model pengembangan 4-D. Instrumen penelitian ini adalah lembar validasi dan observasi, RPP, Buku Siswa, Tes berpikir kritis matematis dan Angket Resiliensi Matematis. Uji coba I dilakukan pada siswa kelas VIII-A dan uji coba II di kelas VIII-B SMP Gajah Mada Medan. Dari hasil penelitian ini diperoleh bahwa: (1) Validitas Perangkat pembelajaran Contextual Teaching and Learning meliputi RPP, BS, LKPD, TKBKM, Angket Resiliensi Matematis yang dikembangkan termasuk dalam kategori valid; (2) Kepraktisan Perangkat pembelajaran berbasis Contextual Teaching and Learning yang dikembangkan diperoleh bahwa: perangkat dapat dipergunakan dengan sedikit revisi dan hasil pengamatan keterlaksanaan perangkat pembelajaran di kelas diperoleh rata-rata nilai praktis, reliabilitas instrumen perangkat baik; (3) Keefektifan Perangkat pembelajaran berbasis Contextual Teaching and Learning yang dikembangkan menunjukkan lebih dari 80% siswa memberikan respon positif terhadap perangkat pembelajaran yang dikembangkan dan lebih dari 85% setiap komponen keterlibatan siswa menunjukkan siswa aktif dalam pembelajaran; (4) Kemampuan berpikir kritis matematis dan resiliensi matematis siswa menggunakan perangkat pembelajaran berbasis Contextual Teaching and Learning yang dikembangkan meningkat dengan skor N-gain 0,58 untuk kemampuan berpikir kritis matematis dan 0,51 untuk resiliensi matematis.
Application of the Goal Programming Method in Nurse Scheduling at RSUD Dr. Hadrianus Sinaga Pangururan Larry Ronaldo Samosir; Faiz Ahyaningsih
Indonesian Journal of Advanced Research Vol. 2 No. 7 (2023): July 2023
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/ijar.v2i7.4898

Abstract

The purpose of this study was to establish an effective and optimal nurse schedule at the Regional General Hospital dr. Hadrianus sinaga Pangururan. RSUD dr.Hadrianus Sinaga Pangururan is still scheduling nurses manually with a total of 20 nurses and has three work shifts namely morning, afternoon and evening. As a result of manual scheduling, it takes quite a long time and is less efficient due to imbalances in the distribution of shifts. The method used to solve nurse scheduling problems is Goal Programming. Goal Programming is the development of linear programs that are used to solve linear programming problems with multiple objective functions. In modeling this scheduling problem, there are two systems of constraints that must be met, namely the main constraints and additional constraints. The main obstacle is hospital rules that must be complied with while additional obstacles are hospital rules that are still given tolerance for violations. In modeling the nurse scheduling problem, each problem is converted into a mathematical model and the completion of the goal programming model is assisted by LINGO software. From the LINGO output, the results show that nurse scheduling using goal programming meets all system constraints, while the hospital's manual schedule does not meet system constraints.
Relationship between Mathematics education philosophy and traditional Malay culture in Serampang 12 Nina Fadilah; Izwita Dewi; Faiz Ahyaningsih
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 4 (2024): Inovasi Kurikulum, November 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i4.76071

Abstract

Philosophy requires humans to think intelligently to develop towards the next thought of knowledge. The presence of ethnomathematics is not a new thing but has existed since the introduction of mathematics itself as a form of advanced knowledge thinking related to mathematics learning. Through the concept of ethnomathematics, cultural practices can be studied so that students will better understand how their culture is related to mathematics. This study uses a qualitative descriptive research method with a type of ethnographic research that analyzes the movement pattern of traditional Malay dance culture in Serampang 12. The results of the research findings are in the form of variations in mathematics learning, in the form of media associated in the context of traditional Malay culture, so that students who have been considering boring and rigid learning can have a fun lesson because it is associate with the value of the beauty of a Traditional Dance who have a philosophy of politeness, order, togetherness or positive association. The exploration of movement patterns in the traditional dance of Serampang 12 also aims to make it easier for students to build a learning experience that connected to the visual and kinesthetic experience of students. AbstrakFilsafat menuntut manusia agar berpikir cerdas sehingga manusia tersebut dapat berkembang menuju pemikiran pengetahuan yang selanjutnya. Kehadiran etnomatematika bukan suatu hal yang baru melainkan sudah ada sejak diperkenalkan ilmu matematika itu sendiri sebagai bentuk pemikiran pengetahuan lanjutan terkait dengan pembelajaran matematika. Melalui konsep etnomatematika dapat dikaji praktik budaya sehingga peserta didik akan lebih memahami bagaimana budaya mereka terkait dengan matematika. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian etnografi yang menganalisis pola gerakan budaya tari tradisional Melayu Serampang 12. Hasil temuan penelitian berupa variasi dalam pembelajaran matematika dimana media dikaitkan dalam konteks budaya tradisional Melayu, sehingga peserta didik yang selama ini menganggap pembelajaran membosankan dan kaku bisa menjadi pelajaran yang menyenangkan karena bisa dihubungkan dengan nilai keindahan suatu tarian tradisional serampang 12 yang memiliki filosofi kesopanan, keteraturan, kebersamaan atau pergaulan yang positif. Eksplorasi pola gerakan pada tarian tradisional Serampang 12 juga bertujuan untuk memberikan kemudahan peserta didik dalam membangun pengalaman belajar yang terhubung dengan pengalaman visual dan kinestetik peserta didik.Kata Kunci: budaya; filsafat; Matematika; pendidikan Matematika