Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Manajemen Medis dan Keperawatan untuk Penanganan Peningkatan Tekanan Intrakranial pada Pasien Kritis di Intensive Care Unit Pramesti, Ardhia Putri; Kristinawati, Beti
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 12th University Research Colloquium 2020: Mahasiswa Student Paper
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan tekanan intrakranial jika tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan gangguan perfusi cerebral sehingga mengakibatkan cedera pada otak. Dibutuhkan intervensi medis dan keperawatan untuk menangani peningkatan tekanan intrakranial pada pasien kritis untuk mencegah terjadinya keparahan sehingga review artikel ini dilakukan untuk meningkatkan manajamen intervensi medis dan keperawatan dalam menangani perawatan pada pasien dengan peningkatan tekanan intrakranial untuk mencegah terjadinya keparahan yang akan terjadi pada pasien seperti kematian dan cedera otak yang disebabkan oleh edema otak. Pencarian database melalui google schoolar, National Library of Medicine from the USA (PubMed), Banco de Dados de Enfermagem, Latin-American dan Caribbean Literature in Health Science. Artikel yang dipilih diterbitkan antara tahun 2015-2020 serta metode pemilihan literatur artikel mnggunakan seleksi dengan Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-analyses dan diperoleh sejumlah 12 artikel. Hasil review didapatkan bahwa manajemen medis dan manajemen keperawatan dalam penanganan peningkatan tekanan intrakranial dapat mempertahankan efek penekanan intrakranial serta manajemen keperawatan dalam pemantuan penekanan intrakranial dalam peningkatan kepala serta pemberian intervensi keperawatan dan observasi di samping tempat tidur serta koordinasi dan manajemen di asuhan keperawatan antara lain harus menjadi bagian dari manajemen keperawatan. Hasil manajemen keperawatan yang dilakukan dalam pemberian observasi pasien dengan melihat sekala koma glas gow, pemberian posisi head up 30o, serta pemantuan tanda-tanda vital pasien. Manajemen medis dalam pemberian obat Dexmedetomidine, obat obatan alteplase, dan pemberian midozolam. Manajemen yang dilakukan untuk pasien dengan peningkatan tekanan intrakranial dengan pemberian intervensi medis dan non medis dapat menurunkan/berpengaruh pada kerusakan lebih lanjut dari efek keparahan yang terjadi.
PENGARUH ENVIRONMENTAL KNOWLEDGE, WORD OF MOUTH, DAN GREEN MARKETING TERHADAP MINAT BELI KONSUMEN PADA PRODUK STARBUCKS Pramesti, Ardhia Putri; Harsoyo, Titik Desi
JURNAL EKOBIS DEWANTARA Vol 7 No 3 (2024): JURNAL EKOBIS DEWANTARA
Publisher : Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi UST

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/ed_en.v7i3.4243

Abstract

Persaingan industri coffee shop semakin ketat sehingga diperlukan strategi pemasaran seperti membangun kepedulian terhadap lingkungan, serta menciptakan gaya hidup sehat berkonsep hijau agar dapat mempengaruhi minat beli dan bersaing dengan produk kompetitor. Starbucks melakukan promosi kreatif melalui program " Bring Your Own Tumbler " untuk melibatkan seluruh konsumen Starbucks dalam gerakan re-use wadah kopi bekas pakai. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Environmental Knowledge, Word Of Mouth, dan Green Marketing terhadap minat beli konsumen pada produk Starbucks. Sampel dalam penelitian ini 100 responden yang mengetahui tetapi belum pernah membeli produk Starbucks. Teknik pengumpulan data menggunakan survei dengan instrumen penelitian adalah kuesioner. Hasil Uji Instrumen data penelitian ini terbukti valid dan reliabel. Uji Asumsi Klasik dinyatakan terdistribusi secara normal dan menghasilkan model regresi yang bebas dari multikolinearitas dan heteroskedastisitas. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa Environmental Knowledge berpengaruh positif signifikan terhadap minat beli konsumen pada produk Starbucks, Word Of Mouth berpengaruh positif signifikan terhadap minat beli konsumen pada produk Starbucks, dan Green Marketing berpengaruh positif signifikan terhadap minat beli konsumen pada produk Starbucks. Saran bagi peneliti selanjutnya dapat mengeksplorasi variabel bebas lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini guna memperoleh pemahaman lebih mendalam yang mampu mempengaruhi minat beli konsumen terhadap produk ramah lingkungan.
Transformation of HIV/AIDS education through technology: assessing the success of GEBRAK SETIA among teenagers in Surakarta City Oktavia, Nindi; Pramesti, Ardhia Putri; Fitriani, Neng Resi; Setyani, Rizka Ayu
Journal of Community Empowerment for Health Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : Faculty of Medicine, Public Health, and Nursing, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jcoemph.107152

Abstract

Introduction: The increasing prevalence of HIV/AIDS among Indonesian adolescents highlights the urgency of implementing innovative approaches in health education. This study explores the introduction of the digital-based GEBRAK SETIA (Gerakan Bersama Kader Satgas Remaja Tanggap HIV/AIDS) program through the EKSTRIM website platform as a youth-centered educational solution in Surakarta City. The program focuses on improving adolescent literacy about HIV/AIDS, reducing social stigma, and encouraging proactive prevention behavior through the involvement of peer educators using digital media.Methods: This study employed a qualitative descriptive design. Data were collected through testimonial video interviews, participatory observation, and documentation of role play and group discussions. A total of 40 adolescents aged 10-17 years, selected using purposive sampling from the Satgas Remaja in Semanggi, Surakarta, participated in a single-session activity held on November 5, 2023. The session, lasting 90-120 minutes, included peer-led education, website navigation, Q&A, and interactive role play. Content analysis was conducted to identify recurring themes, ensuring credibility through data triangulation and peer debriefing.Result: The EKSTRIM platform’s anonymous self-screening tool enabled participants to confidentially and independently evaluate their HIV risk. Screening outcomes indicated that 12 of 40 adolescents (30%) were classified as high risk, while 28 (70%) were in the low or no risk category. Educational sessions, delivered by peer educators in collaboration with the AIDS Prevention Commission (KPA) Surakarta, were associated with improved understanding of the distinction between HIV and AIDS, transmission routes, prevention strategies, and access to digital consultation services. Participation in QnA activities and role-play exercises was linked to increased confidence in conveying prevention messages and a clearer grasp of relevant strategies. Interview data further suggested a reduction in stigmatizing attitudes toward people living with HIV/AIDS (ODHA) and a stronger inclination to undergo or recommend HIV testing, reflecting greater motivation for early detection. Minor scheduling constraints were effectively addressed through coordinated planning, ensuring smooth program delivery.Conclusions: The GEBRAK SETIA program proved effective in educating adolescents, promoting behavioral change, and reducing HIV/AIDS related stigma. It is recommended that this program be expanded to other high-prevalence areas, supported by the development of more interactive digital features and integration of HIV/AIDS education into school curricula to ensure a broader and more sustainable impact