Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Edutainment Flashcards Sebagai Media Peningkatan Keterampilan Pre Menstruasi Pada Remaja Berkebutuhan Khusus: Edutainment Flashcards As A Media To Improve Pre Menstrual Skills In Youth With Special Needs Prima Daniyati Kusuma; Fika Nur Indriasari
Jukeshum: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Edisi Juli 2023
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jukeshum.v3i2.586

Abstract

Latar belakang: Setiap remaja pada umumnya akan mengalami masa pubertas. Pubertas pada remaja berkebutuhan khusus sebenarnya sama dengan remaja pada umumnya, yaitu ditandai dengan adanya perubahan fisik, hormon, dan juga psikologis. Namun, pada beberapa remaja berkebutuhan khusus yang mengalami kesulitan dalam berkomunikasi, perubahan mood akan terjadi lebih dahsyat. Remaja berkebutuhan khusus perempuan yang sudah mulai memasuki usia pra pubertas perlu mendapatkan bimbingan keterampilan pra menstruasi secepatnya. Hal tersebut merupakan kebutuhan yang mendesak dan segera diperlukan remaja dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu metode yang tepat dalam memberikan edukasi keterampilan pra menstruasi sangat diperlukan. Metode flashcards merupakan metode pembelajaran dimana guru atau fasilitator menggunakan media berupa kartu bergambar untuk menerangkan materi sehingga membuat proses belajar lebih aktif dan lebih menguatkan pemahaman konsep materi. Pada dasarnya, metode ini mengubah informasi yang diterima dalam ingatan jangka pendek menjadi ingatan jangka panjang. Tujuan: meningkatkan keterampilan pre menstruasi remaja berkebutuhan khusus. Metode: Kegiatan ini dilaksanakan dengan edukasi, demonstrasi dan pengamatan langsung. Pengamatan dilakukan dengan lembar checklist 10 keterampilan mandiri. Peserta kegiatan adalah 30 remaja berkebutuhan khusus yang terdiri dari autis, down syndrome, dan tunagrahita. Tahapan dalam kegiatan ini meliputi tahap persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil: Terdapat perubahan skor keterampilan peserta kegiatan. Presentase remaja autis dengan keterampilan kurang sebanyak 100% mengalami peningkatan menjadi 33% memiliki keterampilan baik. Presentase remaja down syndrome dengan keterampilan kurang 30%, cukup 20%, dan baik 50% mengalami perubahan menajdi 80% baik, dan 20% kurang. Sedangkan pada remaja tunagrahita tidak mengalami perubahan presentase keterampilan. Kesimpulan: Ada implikasi positif pendidikan kesehatan dengan media flashcards terhadap praktik keterampilan pre menstruasi pada remaja berkebutuhan khusus.
Disaster Risk Reduction and Emergency Preparedness for Children With Autism in Facing Earthquake Disaster in Yogyakarta Fika Nur Indriasari; Prima Daniyati K; Linda Widyarani
JMMR (Jurnal Medicoeticolegal dan Manajemen Rumah Sakit) Vol. 7 No. 1 (2018): April 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jmmr.7156

Abstract

Special Needs Children (ABK) is one of the vulnerable groups in times of disaster. Some of them have mobility hindrance even to perform a defence and personal escape independently, therefore, information is needed on what procedures or plans to take to rescue ABKs who need help from people around them (e.g. teachers, classmates, school staffs). Objectives: To determine the preparedness of children with special needs in dealing with earthquake disasters in Yogyakarta. This research uses a observational descriptive design. The samples are selected using a purposive sampling technique, while the data are collected by means of observation sheets. The respondents for this research are special needs children with autism at ‘SLB N Pembina’, Yogyakarta. Data analysis is performed using a descriptive qualitative analysis. Disaster awareness trainings give a positive influence in reducing disaster risks and in increasing the disaster preparedness of special needs children with autism. Special needs children with autism show ability and participation after performing 5 times simulation. The preparedness increase of special needs children after training is 39%.
Parenting Sex Education Sebagai Anticipatory Guidance Pada Anak Dengan Down Syndrome : Parenting Sex Education Sebagai Anticipatory Guidance Pada Anak Dengan Down Syndrome Fika Nur Indriasari; Prima Daniyati Kusuma
CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2023): Agustus
Publisher : Ilin Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/caradde.v6i1.1947

Abstract

Abstrak. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman orang tua terhadap perkembangan seksual pada anak berkebutuhan khusus serta meningkatkan komunikasi yang efektif dalam memberikan edukasi seksual kepada anak dengan down syndrome. Metode dalam kegiatan ini adalah ceramah interaktif sebanyak 32 peserta. Peserta kegiatan adalah wali siswa yang memiliki anak dengan down syndrome. Sebelum diberikan edukasi, peserta diberikan soal pre test dan sesudah diberikan edukasi, peserta diberikan soal post test. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan nilai p-value 0,004 artinya ada perbedaan yang signifikan tingkat pengetahuan peserta sebelum dan sesudah diberikan edukasi tentang pentingnya memberikan sex education pada anak dengan down syndrome. Pengetahuan peserta kegiatan mengalami peningkatan sebesar 46,9%. Simpulan dari kegiatan ini adalah kegiatan pengabdian dengan menggunakan metode ceramah interaktif dapat mendorong terwujudnya active learning dan diperlukan untuk memotivasi dalam belajar. Hal ini ditunjukkan dengan antusiasme dari peserta kegiatan. Kegiatan ini memberikan implikasi bahwa orang tua terutama yang memiliki anak berkebutuhan khusus seperti down syndrome memiliki kesadaran akan pentingnya memberikan edukasi seksual terhadap anaknya. Abstract This activity aims to increase parents' knowledge and understanding of sexual development in children with special needs and to improve effective communication in providing sexual education to children with Down syndrome. The method used is interactive lectures on 32 participants. The activity participants are the guardians of students who have children with Down syndrome. Participants were given a questionnaire before and after being given education. This activity showed the result that there was a p-value of 0.004, which means that there was a significant difference in the level of knowledge of the participants before and after being given education about the importance of giving sex education to children with Down syndrome. The participants' knowledge increased by 46.9%. The conclusion is that sexual education using the interactive lecture method can encourage active learning and is needed to motivate learning. The activity participants looked enthusiastic about participating in the parenting class. This activity implies that parents who have children with Down syndrome are aware of the importance of providing sexual education to their children.