Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Parenting Sex Education Sebagai Anticipatory Guidance Pada Anak Dengan Down Syndrome : Parenting Sex Education Sebagai Anticipatory Guidance Pada Anak Dengan Down Syndrome Fika Nur Indriasari; Prima Daniyati Kusuma
CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2023): Agustus
Publisher : Ilin Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/caradde.v6i1.1947

Abstract

Abstrak. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman orang tua terhadap perkembangan seksual pada anak berkebutuhan khusus serta meningkatkan komunikasi yang efektif dalam memberikan edukasi seksual kepada anak dengan down syndrome. Metode dalam kegiatan ini adalah ceramah interaktif sebanyak 32 peserta. Peserta kegiatan adalah wali siswa yang memiliki anak dengan down syndrome. Sebelum diberikan edukasi, peserta diberikan soal pre test dan sesudah diberikan edukasi, peserta diberikan soal post test. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan nilai p-value 0,004 artinya ada perbedaan yang signifikan tingkat pengetahuan peserta sebelum dan sesudah diberikan edukasi tentang pentingnya memberikan sex education pada anak dengan down syndrome. Pengetahuan peserta kegiatan mengalami peningkatan sebesar 46,9%. Simpulan dari kegiatan ini adalah kegiatan pengabdian dengan menggunakan metode ceramah interaktif dapat mendorong terwujudnya active learning dan diperlukan untuk memotivasi dalam belajar. Hal ini ditunjukkan dengan antusiasme dari peserta kegiatan. Kegiatan ini memberikan implikasi bahwa orang tua terutama yang memiliki anak berkebutuhan khusus seperti down syndrome memiliki kesadaran akan pentingnya memberikan edukasi seksual terhadap anaknya. Abstract This activity aims to increase parents' knowledge and understanding of sexual development in children with special needs and to improve effective communication in providing sexual education to children with Down syndrome. The method used is interactive lectures on 32 participants. The activity participants are the guardians of students who have children with Down syndrome. Participants were given a questionnaire before and after being given education. This activity showed the result that there was a p-value of 0.004, which means that there was a significant difference in the level of knowledge of the participants before and after being given education about the importance of giving sex education to children with Down syndrome. The participants' knowledge increased by 46.9%. The conclusion is that sexual education using the interactive lecture method can encourage active learning and is needed to motivate learning. The activity participants looked enthusiastic about participating in the parenting class. This activity implies that parents who have children with Down syndrome are aware of the importance of providing sexual education to their children.
Edukasi Pencegahan “Heat Stroke” Pada Komunitas Pengemudi Becak Saat Menjalani Ibadah Puasa di Yogyakarta Fika Nur Indriasari; Prima Daniyati Kusuma
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 3 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i3.1335

Abstract

Heat stroke adalah kondisi serius yang terjadi ketika tubuh tidak dapat mengatur suhu internal akibat paparan panas yang berlebihan. Pengemudi becak, terutama di wilayah tropis seperti Indonesia, sangat rentan terhadap heat stroke karena aktivitas mereka yang dilakukan di luar ruangan dan membutuhkan tenaga fisik yang besar. Kondisi ini memberikan resiko yang besar untuk tidak terpenuhinya kebutuhan hidrasi secara optimal, sehingga ibadah puasa pun beresiko tidak tuntas dijalankan. Oleh karena itu perlu adanya pemberian edukasi terhadap pencegahan heat stroke selama puasa sehingga mereka tetap dapat menjalankan ibadah puasa. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah memberikan edukasi kepada pengemudi becak tentang hidrasi dan pencegahan heat stroke selama puasa. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah ceramah interaktif dengan menggunakan media audiovisual berupa slide powerpoint dan video. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 6 Maret 2024 menjelang bulan Ramadhan. Peserta kegiatan adalah pengemudi becak di wilayah kelurahan Giwangan, Yogyakarta. Hasil dari kegiatan menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan peserta kegiatan sebanyak 45% dan termasuk dalam kategori baik. Kegiatan yang serupa berfokus pada edukasi pencegahan heat stroke secara khusus dikaitkan dengan praktik ibadah puasa di bulan Ramadan, serta ditujukan pada komunitas pengemudi becak sebagai kelompok pekerja informal dengan paparan risiko panas tinggi, selama ini jarang tersentuh intervensi kesehatan preventif. Kegiatan ini memberikan implikasi bahwa para pengemudi becak tetap wajib menjalankan ibadah puasa namun harus memperhatikan kesehatan diri sehingga tetap bugar menjalankan aktivitas saat bekerja.