Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pendampingan Guru dalam Mengembangkan Keterampilan Menyusun Asesmen Tes Diagnostik untuk Mengukur Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Eliaumra, Eliaumra; Hulinggi, Sumarno A; Samaela, Dewi Purwasih
Mosintuwu Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2024): Mosintuwu : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2808-9073.606

Abstract

Asesmen diagnostik adalah penilaian yang bertujuan untuk mengukur aspek kognitif yang memberikan informasi tentang kekuatan dan kelemahan pada domain kognitif, sehingga dapat diketahui sejauhmana kemampuan siswa dalam memahami materi. Asesmen ini sangat tepat untuk diterapkan dalam mengukur keterampilan berpikir siswa. Keterampilan berpikir merupakan suatu kemampuan untuk menggabungkan antara sikap, pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki oleh seseorang, salah satu contoh keterampilan berpikir kreatif. Keterampilan berpikir kreatif sangat penting untuk dikembangkan karena merupakan suatu bentuk ekspresi diri dengan cara yang unik, adapun keterampilan metakognitif meliputi kegiatan berfikir untuk merencanakan diri, (self planning) pemantauan diri (self monitoring), merefleksi diri (self evaluation) dalam menyelesaikan suatu masalah. Guru yang pedagogik tentunya sangat dituntut untuk memiliki keterampilan dalam menyusun asesmen tes diagnostik dalam mengukur keterampilan berpikir kreatif siswa sehingga tujuan pendidikan abad 21 dapat dicapai. Tujuan kegiatan ini adalah untuk melakukan pendampingan kepada guru-guru di SMP Negeri 2 Tojo Barat Kabupaten Tojo Una-Una. Pada kegiatan ini TIM PKM melakukan pemaparan materi tentang teknik penyusunan asesmen tes diagnostik dalam mengukur kemampuan berpikir kreatif siswa. Setelah itu guru menyusun soal tes diagnostik sesuai bidang studi masing-masing guru yang didampingi oleh TIM PKM. Hasil kegiatan diperoleh bahwa guru telah mampu menyusun asesmen tes diagnostik sesuai materi yang telah diberikan sebelumnya.
Developing diagnostic test assessment to measure creative thinking skills of Biology preservice teacher students Eliaumra, Eliaumra; Samaela, Dewi Purwasih; Muhdin, Nining Kasim
REID (Research and Evaluation in Education) Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Yogyakarta & Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/reid.v8i2.50885

Abstract

The research aims to develop a diagnostic test assessment to measure the creative thinking skills of biology preservice teacher students. This research and development used Thiagarajan's 4D (Define, Design, Develop, and Dissemination) model. The diagnostic test assessment was developed in the form of an essay test with five numbers of scoring rubrics. This research was conducted at the Biology Education Study Program, University of Sintuwu Maroso. The results of the expert validation of the assessment instrument are high, and the reliability value is high. The results of the test found that all questions were valid and reliable. The student's creative thinking skills obtained an average value of fluency of 75.01% in the high category, flexibility thinking skills of 64.13% in the medium category, originality thinking skills of 69.56% in the medium category, elaboration skills of 75.01% in the high category and evaluation skills of 75.07% in the high category. All students' creative thinking skills are in the moderate category with a score of 71.74%, and the follow-up to the diagnostic results is that the lecturer can provide remedial on several learning indicators that have not been achieved.
Kesesuaian Perangkat Ajar Biologi dengan Capaian Pembelajaran Kurikulum Merdeka Kelas XI Aras, Muhamad; Eliaumra, Eliaumra; Lahada, Galip; Yana, Yana
Empiricism Journal Vol. 7 No. 3: September 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i3.6495

Abstract

Implementasi Kurikulum Merdeka menuntut adanya keselarasan antara perangkat ajar dengan Capaian Pembelajaran (CP), namun dalam praktiknya masih ditemukan ketidaksesuaian antara modul ajar, tujuan pembelajaran, dan asesmen dengan indikator CP, khususnya pada mata pelajaran Biologi kelas XI. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi keselarasan antara CP, Tujuan Pembelajaran (TP), modul ajar, dan instrumen asesmen Biologi kelas XI, mengidentifikasi komponen yang belum sepenuhnya selaras dengan prinsip constructive alignment, serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di SMA Negeri 3 Poso. Subjek penelitian adalah guru Biologi kelas XI dan wakil kepala sekolah bidang kurikulum, dengan objek berupa CP, TP, modul ajar, dan instrumen asesmen. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi, wawancara semi-terstruktur, dan observasi pembelajaran, menggunakan instrumen human instrument yang dilengkapi lembar analisis kesesuaian berbasis indikator constructive alignment, pedoman wawancara, dan lembar observasi; keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member check. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tujuan Pembelajaran, materi, dan kegiatan pembelajaran berada pada kategori Sangat Sesuai dengan CP, sedangkan instrumen asesmen berada pada kategori Sesuai namun belum konsisten mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS). Faktor kelembagaan (sosialisasi, supervisi, komunitas belajar) dan faktor individual guru turut memengaruhi tingkat kesesuaian. Penelitian ini merekomendasikan penguatan asesmen berbasis HOTS dan pelatihan berkelanjutan bagi guru mengenai constructive alignment. Alignment of Biology Teaching Materials with the Curriculum Merdeka Learning Outcomes for Grade XI Abstract The implementation of the Merdeka Curriculum requires alignment between teaching materials and Learning Outcomes (Capaian Pembelajaran/CP); however, in practice, misalignments are still found among teaching modules, learning objectives, and assessments against CP indicators, particularly in eleventh-grade Biology. This study aims to evaluate the alignment between CP, Learning Objectives (Tujuan Pembelajaran/TP), teaching modules, and assessment instruments for eleventh-grade Biology, to identify components not yet fully aligned with the principle of constructive alignment, and to examine the factors influencing alignment. This study used a qualitative approach with a case study design at SMA Negeri 3 Poso. The subjects were the eleventh-grade Biology teacher and the vice principal for curriculum affairs, with the object comprising CP, TP, teaching modules, and assessment instruments. Data were collected through document study, semi-structured interviews, and classroom observation, using the researcher as the main instrument supported by an alignment analysis sheet based on constructive alignment indicators, an interview guide, and an observation sheet; data validity was maintained through source and technique triangulation and member checking. Data were analyzed descriptively and qualitatively through data reduction, data display, and conclusion drawing. Results showed that learning objectives, materials, and learning activities were in the Very Aligned category with CP, while assessment instruments were in the Aligned category but had not yet consistently measured higher-order thinking skills (HOTS). Institutional factors (socialization, supervision, learning communities) and individual teacher factors also influenced the level of alignment. This study recommends strengthening HOTS-based assessment and providing continuous teacher training on constructive alignment.