Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peran Dinas Kesehatan Dalam Pembatasan Gula, Garam, Lemak, Pada Pangan Siap Saji Agung, Rama; Paradissa, Luh Virsa
Jurnal MHKI Vol 3 No 02 (2023): October
Publisher : Masyarakat Hukum Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53337/jhki.v3i02.100

Abstract

Peningkatan prevalensi penyakit tidak menular (PTM) di Indonesia terus meningkat terutama pada usia remaja. Salah satu yang menjadi faktor perubahan pola penyakit ini adalah gaya hidup konsumsi pangan siap saji dengan kadar gula, garam, lemak (GGL) melebihi konsumsi harian. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis peran dinas kesehatan dalam pembatasan GGL pada pangan siap saji. Metode penelitian yang digunakan adalah normatif, dengan pengambilan kesimpulan secara deduktif. Peran Dinas Kesehatan dalam pembatasan GGL meliputi advokasi, sosialisasi, pemantauan, evaluasi, dan bimbingan teknis, serta peningkatan jejaring kerja dan kemitraan. Namun, peran ini tidak dapat terlaksana dengan efektif sebab dalam tataran normatif, terdapat tumpang tindih kewenangan pengawasan yang terdapat dalam Peraturan Pemerintah No.86 Tahun 2019 tentang Keamanan Pangan.
Implementasi Kebijakan Penanggulangan HIV/AIDS: Tantangan dan Hambatan pada Transpuan di Yogyakarta Agung, Rama; Paradissa, Luh Virsa
Seminar Nasional Penelitian dan Abdimas Vol 2 No 1 (2024): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk mendukung target 95-95-95 dan menyongsong eliminasi AIDS, serangkaian program dan kebijakan dilakukan pemerintah untuk menanggulangi HIV/AIDS. Pemerintah Yogyakarta kemudian mengeluarkan Perda No. 3 Tahun 2023 tentang Penanggulangan HIV/AIDS. Fokus dari kebijakan ini ada pada populasi kunci, salah satunya transpuan. Penelitian ini kemudian dilakukan untuk mengetahui tantangan dan hambatan implementasi program penanggulangan HIV/AIDS yang terdapat di dalam Perda 3/2023. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi. Pengambilan data dilakukan dengan indepth interview terhadap 14 informan. Adapun hasil penelitian ini: Pertama, kendala di bidang promosi kesehatan dan pencegahan berkaitan dengan persepsi penggunaan kondom, stigmatisasi yang dilakukan baik intrapersonal maupun komunitas, promosi yang masih menyasar pada kelompok transpuan dan mengecualikan pasangan maupun pelanggannya, dan penggunaan istilah yang sukar saat melakukan penyuluhan. Kedua, berkaitan dengan pemeriksaan diagnostik adalah sumber daya manusia kesehatan yang belum memiliki perspektif SOGIESC, aspek confidentiality, dan beberapa transpuan tidak memiliki KTP dan berasal dari wilayah lain. Ketiga, aspek pengobatan dan perawatan memiliki kendala aspek ketaatan (compliance) yang masih rendah, keterbatasan biaya, dan keterbatasan tempat perawatan (shelter) bagi ODHA terlantar. Keempat, pada aspek dukungan dan rehabilitasi terdapat hambatan seperti kurangnya pelatihan yang dilakukan kepada teman sebaya dan kurangnya perhatian pemerintah terhadap exit program.
Pendekatan Legal Pluralism dalam Upaya Penanggulangan Rabies di Bali Paradissa, Luh Virsa; Pratama, Rama Agung Nur
Seminar Nasional Penelitian dan Abdimas Vol 2 No 1 (2024): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/senapas.v2i1.9298

Abstract

Vaksinasi anjing masal (MDV) berhasil menyebabkan penurunan insiden dan penyebaran rabies secara signifikan di Bali, Indonesia. Namun, angka kejadian gigitan anjing masih tinggi, dan diperlukan pendekatan lain untuk memberantas rabies di Bali. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi proses implementasi undang-undang kesehatan masyarakat di Bali melalui pendekatan pluralisme hukum dalam hal penanggulangan wabah rabies. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dengan data sekunder yang bersumber dari jurnal dan hukum nasional. Studi ini mengeksplorasi bagaimana suku adat Bali merespons wabah rabies dalam batas-batas hukum internasional dan nasional dengan tetap mengakui koeksistensi berbagai sistem hukum di pulau tersebut. Hal ini bermuara pada temuan penelitian yang menunjukkan adanya hubungan adaptif antara hukum adat dengan hukum nasional melalui penerapan perarem. Kerangka kebijakan pendukung yang konsisten di tingkat internasional, nasional, dan regional, serta di desa adat, diperlukan untuk membantu memaksimalkan potensi inovasi sistem kesehatan masyarakat adat dalam penanggulangan wabah.