Hadi, Mafaza Aulyani
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Penerapan Nilai-Nilai Pancasila di Sekolah dalam Lukisan Garuda: Ekspresi Seni dalam Memaknai Pancasila di SMA Swasta Budi Satria Medan Ritonga, Nova; Simanjuntak, Kristin Agustina; Hadi, Mafaza Aulyani; Ayu Anggreni, Triya; Tagomi Tarigan, Loise Lodovikus
PEMA Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/pema.v5i1.873

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan nilai-nilai Pancasila di SMA Swasta Budi Satria Medan melalui karya seni lukisan Garuda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian lapangan (field research) sebagaimana dijelaskan oleh Meleong (2017). Sumber data primer diperoleh melalui wawancara dengan beberapa guru. Data sekunder dikumpulkan melalui studi literatur yang relevan dengan konsep Pancasila, pendidikan karakter, dan peran seni dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung di lingkungan sekolah untuk mengamati aktivitas pembelajaran yang mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila melalui karya seni lukisan Garuda. Wawancara mendalam dengan narasumber utama juga digunakan untuk menggali informasi terkait strategi, tantangan, dan hasil yang dicapai dalam penerapan nilai-nilai tersebut. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif menggunakan pendekatan interpretatif (Matthew & Michael Huberman, 2014) guna memperoleh pemahaman yang komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karya seni lukisan Garuda berperan efektif sebagai media edukasi dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada siswa. Melalui aktivitas seni ini, siswa tidak hanya memahami makna simbol-simbol Pancasila, tetapi juga mampu menginternalisasi nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari, seperti gotong royong, persatuan, dan sikap menghargai perbedaan. Strategi yang diterapkan oleh para guru meliputi diskusi kelompok, penugasan kreatif, dan pemanfaatan karya seni sebagai sarana refleksi nilai-nilai kebangsaan. Meskipun terdapat tantangan seperti keterbatasan waktu dan fasilitas, para guru mampu mengatasinya melalui pendekatan yang inovatif dan kolaboratif. Temuan ini memberikan kontribusi penting bagi dunia pendidikan dalam mengembangkan metode pembelajaran berbasis seni untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila secara efektif kepada siswa.
Karakteristik Arsitektur Rumah Elite Tionghoa pada Masa Kolonial di Medan: Tinjauan Historis Tjong A Fie Mansion Siregar, Aura Salvia; Assa’idah, Intan Mumtazah; Hadi, Mafaza Aulyani; Atmojo, Wahyu Tri
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.2779

Abstract

Perkembangan Kota Medan pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20 tidak dapat dilepaskan dari dinamika perdagangan dan perkebunan yang mendorong hadirnya berbagai kelompok etnis, termasuk komunitas Tionghoa. Kehadiran kelompok ini tidak hanya berperan dalam perkembangan ekonomi, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap pembentukan lanskap budaya dan arsitektur kota. Salah satu peninggalan penting yang merepresentasikan keberadaan komunitas tersebut adalah Tjong A Fie Mansion, rumah tinggal seorang tokoh Tionghoa berpengaruh di Medan pada masa kolonial. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik arsitektur rumah elite Tionghoa pada masa kolonial di Medan melalui kajian terhadap Tjong A Fie Mansion serta menganalisis bentuk akulturasi budaya yang tercermin dalam elemen arsitektur bangunan tersebut. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan historis dalam kajian sejarah arsitektur. Data diperoleh melalui observasi langsung terhadap bangunan, studi literatur, serta dokumentasi visual. Analisis dilakukan melalui identifikasi morfologi arsitektur, penelusuran konteks historis, dan interpretasi terhadap elemen arsitektural bangunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tjong A Fie Mansion memiliki karakteristik arsitektur yang memperlihatkan perpaduan berbagai pengaruh budaya, terutama arsitektur Tionghoa dan kolonial Belanda. Unsur arsitektur Tionghoa terlihat pada penggunaan courtyard, simbol-simbol budaya seperti lampion dan kaligrafi, serta konsep rumah terbuka. Sementara itu, pengaruh arsitektur kolonial tampak pada komposisi fasad yang simetris, penggunaan kolom, serta warna bangunan yang cenderung netral. Temuan ini menunjukkan bahwa Tjong A Fie Mansion merupakan representasi penting dari proses akulturasi budaya dalam arsitektur yang berkembang di Kota Medan pada masa kolonial.