Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

The Effect of Training and Non-Physical Work Environment on Employee Performance with Job Satisfaction as an Intervening Variable Muhammad Bagus Sadewo; Wawan Prahiawan; Emma Suryani
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 3 No. 1 (2025): Januari - Maret
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v3i1.346

Abstract

This study aims to determine the extent of influence of Training and Non-Physical Work Environment on Employee Performance and the role of Job Satisfaction as a mediating variable at Cileungsi Regional General Hospital, Bogor Regency. The research method used is a quantitative method with the population used being all nurses at Cileungsi Regional General Hospital totaling 215 people, with a sample size of 100 people. Sampling using the saturated sample method. Data collection techniques used are observation, interviews and questionnaires. The data obtained in this study were through respondents, sources, and literature studies. The data analysis method used is PLS (Smart Partial Least Square). The results of this study indicate that: Training has a negative and insignificant effect on Employee Performance. Non-Physical Work Environment has a positive and significant effect on Employee Performance. Training has a positive and significant effect on Job Satisfaction. Non-Physical Work Environment has a positive and significant effect on Job Satisfaction. (5) Job Satisfaction has a positive and significant effect on Employee Performance. Job Satisfaction is able to mediate the relationship between Training and Employee Performance. Job Satisfaction is able to mediate the relationship between Non-Physical Work Environment and Employee Performance.
Efek Kebijakan Dividen sebagai Mediasi antara Leverage dan Earning Volatility terhadap Stock Price Volatility Perusahaan Sektor Energi Periode 2018-2024 Rosita Yulinar Siregar; Bambang Mahmudi; Emma Suryani
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8657

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh leverage dan earning volatility terhadap stock price volatility dengan kebijakan dividen sebagai variabel mediasi pada perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2018–2024. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya fluktuasi harga saham sektor energi dibandingkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), yang menunjukkan adanya tingkat risiko dan ketidakpastian pasar yang lebih tinggi pada sektor tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian kausal. Data yang digunakan berupa data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan perusahaan, situs resmi perusahaan, Bursa Efek Indonesia, Yahoo Finance, dan Wisesheet. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sehingga diperoleh 19 perusahaan dengan total 133 data pengamatan. Analisis data dilakukan menggunakan SPSS versi 25 melalui uji asumsi klasik, uji hipotesis, analisis jalur (path analysis), dan uji Sobel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa leverage berpengaruh positif dan signifikan terhadap stock price volatility, sedangkan earning volatility dan kebijakan dividen tidak berpengaruh signifikan terhadap stock price volatility. Selain itu, leverage berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kebijakan dividen, sementara earning volatility tidak berpengaruh terhadap kebijakan dividen. Hasil uji mediasi menunjukkan bahwa kebijakan dividen tidak mampu memediasi hubungan leverage maupun earning volatility terhadap stock price volatility. Temuan ini mengindikasikan bahwa penggunaan utang menjadi faktor utama yang meningkatkan persepsi risiko investor dan memicu fluktuasi harga saham pada perusahaan sektor energi.
Analisis Faktor Internal yang Mempengaruhi Capital Buffer (Modal Penyanggah) melalui NPL Sebagai Variabel Intervening pada Bank Umum Konfensional Perode 2015-2024 Erisa Musliani Putri; Bambang Mahmudi; Emma Suryani
Journal Social Society Vol. 6 No. 2 (2026): April - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/jss.6.2.2026.1015

Abstract

Urgensi penelitian ini terletak pada kebutuhan untuk memahami bagaimana faktor internal bank memengaruhi capital buffer melalui NPL agar bank umum konvensional mampu menjaga stabilitas permodalan dan ketahanan terhadap risiko kredit dalam periode 2015–2024. Perbankan merupakan industri yang memiliki risiko tinggi. Maka perbankan harus memiliki modal penyanggah (capital buffer) sebagai asuransi jika perbankan mengalami risiko di masa yang akan datang. Oleh karena itu perlu diketahui apa saja faktor internal yang dapat mempengaruhi capital buffer yang dalam penelitian ini dilihat dari variabel return on equality, non-perfoming loan, dan bank size. Objek penelitiannya yaitu Bank Konvensional di Indonesia yang terdaftar pada BEI tahun 2015-2024. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh return on equality, bank size dan non-perfoming loan sebagai variabek intervening pada bank konvensional di indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis deskriptif dan metode analisis kuantitatif Sampel pada penelitian ini sebagai 15 perusahaan Bank Konvensional dengan Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan yaitu Analisis Desktiptif, Uji Asumsi Klasik, Uji Regresi, Uji Hipotesis dan Uji Sobel Uji Sobel dipilih untuk menguji signifikansi pengaruh tidak langsung variabel independen melalui variabel mediasi secara statistik. Hasil penelitian menunjukan bahwa ROE terbukti berpengaruh negatif signifikan terhadap CAR. ROE = laba bersih/ekuitas; NPL = kredit bermasalah/total kredit; Capital buffer disetarakan dengan CAR = modal/ATMR; bank size diukur menggunakan logaritma natural total asset. Bank Size terbukti berpengaruh signifikan positif terhadap CAR. ROE berpengaruh signifikan positif terhadap NPL. Bank Size terbukti berpengaruh signifikan negatif terhadap NPL. NPL terbukti memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap CAR. Pengaruh ROE terhadap CAR bersifat negatif signifikan dimediasi oleh NPL. Pengaruh Bank Size terhadap CAR secara positif dimediasi secara signifikan oleh NPL.
Pengaruh Profitabilitas terhadap Harga Saham dengan Kebijakan Dividen sebagai Variabel Intervening Mira Apriyanti; Bambang Mahmudi; Emma Suryani
Journal Social Society Vol. 6 No. 1 (2026): Januari - Maret 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/jss.6.1.2026.1006

Abstract

Urgensi penelitian ini untuk memahami mekanisme bagaimana profitabilitas dapat meningkatkan nilai saham melalui kebijakan dividen, serta memberikan wawasan bagi investor dan manajemen perusahaan dalam mengambil keputusan investasi dan distribusi laba yang efektif guna memaksimalkan nilai perusahaan di pasar modal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh profitabilitas terhadap harga saham dengan kebijakan dividen sebagai variabel intervening pada perusahaan manufaktur sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2019–2023. Profitabilitas diukur dengan Return on Assets (ROA) dan Net Profit Margin (NPM), sementara kebijakan dividen diproksikan oleh Dividend Payout Ratio (DPR). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kausalitas. Data sekunder diperoleh dari laporan keuangan tahunan perusahaan yang memenuhi kriteria purposive sampling, dengan total sampel 16 perusahaan dan 80 observasi data panel. Teknik analisis yang digunakan meliputi uji asumsi klasik, analisis jalur (path analysis), dan uji Sobel untuk menguji pengaruh mediasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ROA dan NPM berpengaruh positif signifikan terhadap harga saham. Selain itu, ROA dan NPM juga berpengaruh positif signifikan terhadap DPR. DPR terbukti berpengaruh signifikan terhadap harga saham dan berperan sebagai variabel intervening dalam hubungan ROA dan NPM terhadap harga saham. Temuan ini mendukung teori sinyal yang menjelaskan bahwa profitabilitas dan kebijakan dividen menjadi sinyal penting bagi investor dalam menilai kinerja perusahaan. Implikasi praktis penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi manajemen perusahaan dalam menentukan kebijakan keuangan yang optimal dan bagi investor dalam pengambilan keputusan investasi di sektor makanan dan minuman.