Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Klenteng Hoo Tong Bio Sebagai Simbol Pluralisme Agama dan Destinasi Wisata Sejarah di Banyuwangi Ananda, Rizza; Bella, Jeany Salsa; Mahfud, Mahfud
JURNAL PUSPAKA Vol 1 No 2 (2025): Jurnal Pusat Studi Pancasila dan Kebijakan
Publisher : Pusat Studi Pancasila dan Kebijakan Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62734/jurnalpuspaka.v1i2.479

Abstract

Klenteng Hoo Tong Bio, sebagai salah satu bangunan bersejarah tertua di Banyuwangi menyimpan potensi besar sebagai destinasi wisata sejarah. Penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih dalam mengenai sejarah, makna, dan peran klenteng dalam konteks sosial, budaya, dan agama di Banyuwangi. Melalui penelitian ini juga, diharapkan Kelenteng Hoo Tong Bio tidak hanya akan dikenal sebagai tempat ibadah tetapi juga sebagai simbol pluralisme agama dan destinasi wisata sejarah di Banyuwangi yang mampu menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara. Melalui studi literatur, observasi lapangan, dan wawancara dengan pihak terkait, penelitian ini menemukan bahwa Klenteng Hoo Tong Bio memiliki nilai sejarah yang tinggi, baik dari segi arsitektur, artefak, maupun kisah-kisah yang melekat padanya. Pendekatan penelitian ini kualitatif deskriptif dengan teknik pengambilam sampel purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Klenteng Hoo Tong Bio memiliki potensi yang sangat baik sebagai simbol pluralisme agama dan destinasi wisata sejarah, ditandai dengan nilai sejarah yang tinggi dan keunikan arsitekturnya.
ANALYSIS OF THE MAYANG TWIN TRADITION IN JAVANESE TRADITIONAL WEDDING CEREMONIES IN SIDODADI VILLAGE WONGSOREJO DISTRICT: Analisis Tradisi Kembar Mayang Dalam Upacara Pernikahan Adat Jawa di Desa Sidodadi Kecamatan Wongorejo Bella, Jeany Salsa; Sahru Romadloni; I Kadek Yudiana
Santhet: (Jurnal Sejarah, Pendidikan Dan Humaniora) Vol 10 No 1 (2026): SANTHET: (JURNAL SEJARAH, PENDIDIKAN DAN HUMANIORA)
Publisher : Proram studi pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/santhet.v10i1.5957

Abstract

This study examines the Kembar Mayang Tradition, where each element has a profound meaning. The background of the study shows a gap in studies related to the Kembar Mayang tradition in Javanese traditional wedding ceremonies. Most previous studies have focused more on wedding rituals and have not discussed the Kembar Mayang tradition more specifically. The novelty of this study lies in the cultural transformation that occurs in the Kembar Mayang tradition. The purpose of this study is to analyze the implementation process, transformation of forms, and symbolic meaning of the Kembar Mayang tradition in Sidodadi Village, Wongsorejo District, Banyuwangi. The research findings show that there have been significant changes in the Kembar Mayang tradition in terms of materials, visual design, and community understanding. Traditional elements such as janur (young coconut leaves), banana stems, and symbolic figures such as birds, keris, and snakes are gradually being replaced by synthetic materials and simplified forms. Nevertheless, symbolic meanings such as harmony, prosperity, and the transition to a new life are still respected. However, there is a decline in philosophical awareness among the younger generation. This study emphasizes the importance of preserving the original form to maintain cultural values. This research contributes to the documentation of local heritage and highlights the need for cultural transmission amidst modernization. By focusing on previously unexplored areas, it provides new insights into the evolution of traditional symbols and reinforces the value of preserving cultural identity in the modern era.