Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR DIGITAL SEJARAH NASIONAL INDONESIA BERBASIS KAKAWIN NEGARAKRETAGAMA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN EKSPLANASI SEJARAH MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH FKIP UNIVERSITAS JEMBER Romadloni, Sahru; Sariyatun, S.; Joebagio, Hermanu
HISTORIKA Vol 19, No 2 (2016): Inovasi Pembelajaran Sejarah
Publisher : Sebelas Maret University (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.191 KB) | DOI: 10.20961/historika.v19i2.29476

Abstract

Indonesia as a nation can’t separated from its history, each event has historical heritage like inscriptions, building, literature work, documents and others. During the learning process Indonesia's National History, especially on material the history of the kingdom of Majapahit, still considered less attractive because often memorize, should explanation of history needed to an event. Besides considered boring, the teaching of history also considered not to follow technological development. Even though technological development can be combined with needs the teaching of history. Kakawin Negarakertagama classified historical heritage which gives information related background development until the time Majapahit empire heyday. Through the improvement of digital learningn sources of indonesian national history based kakawin negarakertagama to increase the student’s ability of historical explanation in history education program, Education and Teaching Facultty, Jember University.Design the improvement of digital learning sources of Indonesian National History based on Kakawin Negarakertagama arranged by procedure ADDIE which consist of five rare. stages in research includes a preliminary study, the improvement of digital learning sources, and effectiveness test. Data analysis feasibility digital learning sources using likert scale with a range 1 until 5, whereas the effectiveness test for t test independent sample t test on program spss 19. T test on test the ability of explanation of history earned value 6,631 with significant level 0,000 (0,000< 0,025), meaning there significant influence toward digital learning sources developed, so that class experiment better than class control. So digital learning sources developed effective to improve the ability of historical explanation.
Strategi Percepatan Peningkatan Ekonomi Dan UMKM Naik Kelas Melalui Teman Usaha Rakyat Di Kabupaten Banyuwangi Sahru Romadloni; Elok Rosyidah
Jurnal Penelitian IPTEKS Vol 8, No 1 (2023): JURNAL PENELITIAN IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/ipteks.v8i1.8556

Abstract

Kabupaten Banyuwangi menjadi salah satu kabupaten yang terdampak, dari sisi ekonomi mengalami kemerosotan akibat Pandemi Coronavirus (Covid-19). Kemerosotan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Banyuwangi pada Tahun 2020 sebesar -0,03%. Salah satu sektor yang bisa dijadikan fokus perbaikan yaitu UMKM. Teman Usaha Rakyat akan memberikan pendampingan kepada para pelaku UMKM secara menyeluruh. seperti inovasi pemasaran, peningkatan mutu produk,, mendorong UMKM supaya go-digital, pengurusan izin, sertifika halalt, penulisan narasi yang baik, desain sederhana. Tujuan penelitian yaitu Untuk mengetahui apakah strategi dari program Teman Usaha Rakyat sudah terbilang mampu menaikan kelas UMKM di Banyuwangi dan memberikan rekomendasi penyempurnaan program dengan Amplification Plan Monitoring dan Evaluasi kegiatan pendampingan kepada pelaku UMKM naik kelas di Banyuwangi. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (RnD). Hasil uji statistik perbedaan rerata sebelum dan setelah perlakuanpada kelompok eksperimen (pelaku UMKM) dengan bantuan progam SPSS 19 diperoleh nilai rerata kuisionerpra pendampingan = 65.66 dan kuisioner pasca pendampingan = 82.00. Artinya terdapat pengaruh positif dan signifikan terhadap pelaksanan program Teman Usaha Rakyat
Strategi Bisnis Dalam Keunggulan Bersaing Terhadap Peningkatan Penjualan Pada Sisik Melik Batik Banyu-wangi Elok Rosyidah; Sahru Romadloni
Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Eksakta Vol. 2 No. 2 (2023): Maret
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/trilogi.v2i2.36

Abstract

: Berbagai industri batik semakin bermunculan serta menampilkan keunggulan bersaing yang berbeda, mulai dari motif, bahan baku, proses produksi, strategi pemasaran serta berbagai elemen yang mendukungnya. Sisik melik semakin dikenal oleh masyarakat luas melalui ciri khasnya. Kualitas produk dan inovasi produk baru serta pemasaran yang diimplementasikan mengakibatkan terjadinya peningkatan penjualan di Sisik melik. Inovasi dapat menjadi salah satu faktor agar bisa bertahan pada pasar dengan memberikan nilai plus di atas industri batik lainnya. Penjualan suatu industri di atas rata-rata pesaing lainnya dapat dimiliki jika melalui keunggulan bersaing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi bisnis dalam keunggulan bersaing terhadap peningkatan penjualan produk Sisik melik Batik Banyuwangi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa citra dan produk merupakan strategi diferensiasi dalam penelitian ini, sedangkan inovasi produk dan inovasi pemasaran adalah inovasi dalam penelitian ini. Strategi diferensiasi serta inovasi dalam upaya peningkatan penjualan Sisik melik dapat dibuktikan dari data jumlah penjualan yang meningkat selama tahun 2021 serta dapat mempertahankan diri pada posisi pasar persaingan.
EKSISTENSI DAN MAKNA SIMBOLIK TRADISI LABUH PADA MASYARAKAT DUSUN KUMBO DESA GUMIRIH KECAMATAN SINGOJURUH KABUPATEN BANYUWANGI TAHUN 1988 – 2023 Hairul Agustian; Mahfud; Sahru Romadloni; I Kadek Yudiana
Nusantara Hasana Journal Vol. 3 No. 3 (2023): Nusantara Hasana Journal, August 2023
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v3i3.963

Abstract

The Labuh tradition is one of the traditions that grows and develops in Banyuwangi Regency, precisely in Kumbo Hamlet, Singojuruh District. This study aims to examine the historical and symbolic meaning of the Labuh tradition, which includes: 1) What is the history of the Labuh tradition, 2) What is the symbolic meaning and procession of the Labuh tradition, 3) What is the existence of the Labuh tradition from the role of the community, reasons for preservation, to the benefits of the Labuh tradition. This study used qualitative research methods. The results of this study can be summarized as follows: 1) The Labuh tradition began to emerge and develop in Dusun Kumbo which was initially introduced by Wono Rekso with the initial aim of being a means of salvation after carrying out tripe on the base and then experiencing a shift in function to become salvation before harvest, 2) The symbolic meaning of the Labuh tradition can be seen from the form of objects, prayers, and processions which illustrate that achieving something must be accompanied by sincere intentions and a clean heart, 3) The Dusun Kumbo community plays an important role in relation to the existence of the Labuh tradition until it still exists today
PENERAPAN MODEL PASA (PICTURE AND STUDENT ACTIVE) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN IPS KELAS VIII SMP MUHAMMADIYAH 2 PURWOHARJO TAHUN AJARAN 2022/2023 Kharisma Mellanio Putra; Mahfud; Sahru Romadloni; I Kadek Yudiana
Nusantara Hasana Journal Vol. 3 No. 3 (2023): Nusantara Hasana Journal, August 2023
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v3i3.964

Abstract

The PASA learning model (picture and student active) is active learning using pictures. This study aims to determine: (1) Learning Model; (2) Learning outcomes; (3) IPS Learning. This research uses classroom action research methods, so the data used are (1) Qualitative Data, (2) Quantitative Data. Based on the results of observations at school, it is known that the delivery of material during learning by social studies teachers still uses conventional models. Students just sit and listen to the teacher explaining the material, after that work on the LKS. The class atmosphere becomes inactive, students tend to get bored quickly and are lazy to learn so that student scores are low. After implementing the PASA model, there was an increase in learning outcomes based on the results of the students' test scores increasing. Delivering material using the PASA learning model with power point slide media and providing motivation makes students more enthusiastic about learning. The results of this study can be summarized as follows: 1) The results of the pre-cycle reached 69.35% of students who completed the KKM and 30.65% of students who did not complete the KKM, 2) The results of the first cycle of student learning outcomes who completed the KKM reached 70.74 % and the learning outcomes of students who did not complete the KKM reached 29.26%, 3) The results of the second cycle increased and reached the classical completeness target of 87.13% of students who completed the KKM and the learning outcomes of students who did not complete the KKM reached 12.87%.
IMPLEMENTASI MULTIMEDIA INTERAKTIF ARTICULATE STORYLINE UNTUK MENINGKATKAN HASIL DAN MOTIVASI PEMBELAJARAN SEJARAH DI SMA NEGERI DARUSSHOLAH SINGOJURUH Sahru Romadloni; Defi Anggraeni
JURNAL SANGKALA Vol 1 No 1 (2022): SANGKALA
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pembelajaran pada era saat ini guru dihadapkan dengan pembelajaran yang berbasis teknologi agar dapat mengikuti perkembangan zaman, tidak hanya itu pembelajaran berbasis teknologi akan menarik perhatian siswa dan membuat siswa lebih aktif daripada menggunakan model pembelajaran yang konvensional. Penerapan pembelajaran dengan multimedia interaktif diharapkan siswa menjadi interaktif dan berdampak pada hasil pembelajaran yang meningkat. Tujuan penelitian ini dilaksanakan untuk implementasi multimedia interaktif Articulate Storyline untuk meningkatkan hasil dan motivasi pembelajaran sejarah. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan teknik pengumpulan datanya sendiri yaitu dengan observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Penelitian ini dilakukan dua siklus, dimana masing-masing siklus terdapat perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri Darussholah Singojuruh pada mata pelajaran sejarah, dengan target ketuntasan yang diinginkan dalam penelitian ini adalah 80%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada siklus I dan siklus II terdapat peningkatan yang signifikan. Hasil ranah kognitif mencapai 78,78%, dan mengalami peningkatan pada observasi siklus II dengan mencapai 90,90%, dan hasil penilaian dalam ranah afektif mencapai 75,15% dan mengalami kenaikan juga dalam observasi siklus II hingga mencapai 88,48%, sedangkan hasil penilaian ranah psikomotorik pada siklus I mencapai 71,21% mengalami peningkatan juga pada observasi siklus II sehingga mencapai 85,60%. Keseluruhan hasil dari penelitian menunjukkan bahwa implementasi multimedia interaktif Articulate Storyline dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan meningkatkan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran sejarah siswa kelas X di SMA Negeri Darussholah Singojuruh.
SENI TARI GANDRUNG SEBAGAI PEWARISAN NILAI PENDIDIKAN KARAKTER MASYARAKAT BANYUWANGI I Wayan Mertha; Sahru Romadloni
JURNAL SANGKALA Vol 1 No 2 (2022): Jurnal Sangkala
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gandrung adalah seni tradisi mayarakat banyuwangi yang sampai sekarang dilaksanakan dan sekaligus sebagai tari penyambutan tamu. Gandrung sebagai tari pilihan banyak menanamkan nilai dan pendidikan karakter yang dapat diwariskan kepada generasi selanjutnya. Metode penelitian yang digunakan penelitian kualitatif. Hasil penelitian ini Nilai-nilai yang terkandung dalam kesenian gandrung adalah sebagai berikut: nilai perjuangan, nilai kritik sosial, ekonomi, seni, hiburan, keterampilan, kepercayaan, kekeluargaan, nilai cinta budaya daerah, nilai moral, nilai keindahan, dan nilai persatuan.
ANALISIS LATAR BELAKANG KERUKUNAN ANTAR UMAT BERAGAMA I Kadek Yudiana Yudiana; Sahru Romadloni Romadloni
JURNAL SANGKALA Vol 3 No 1 (2024): Jurnal Sangkala
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62734/js.v3i1.204

Abstract

Desa patoman merupakan sebuah desa yang terletak di Ujung Timur Pulau Jawa yang terdiri dari berbagai agama dan etnis. Penduduk desa Patoman sangat majemuk dari 5.246 terbagi menjadi 4.084 jiwa atau 82.3 %, beragama Hindu mencapai 860 jiwa atau 17.3 % dan sisanya beragama Kristen sebanyak 8 jiwa, beragama Buda 7 Jiwa. Ditengah ketegangan antar suku, agama, ras, dan etnik yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia saat ini sangat berbeda dengan Desa Patoman Mampu menjaga Harmonisasi antar suku, rusa, dan agama. Dalam penelitian ini mencoba menganalisis dengan kritis latar belakang kerukunan antar umat beragama yang ada di desa Patoman, Blimbingsari, Banyuwangi. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif analitik kritik dengan tahapan penelitian meliputi penentuan lokasi penelitian, metode penentuan informan, metode pengumpulan data, istrumen penelitian, metode pengujian keabsahan data, dan metode analisis data. Hasil dalam penelitian menunjukkan yang menjadi latar belakang kerukanan antar umat beragama di Desa Patoman, Blimbingsari, Banyuwangi antara lain: 1) Latar belakang Histori; 2) Perkawinan; 3) Ideologi Pancasila; 4) Perspektif ajaran masing-masing agama yang ada di Desa Patoman.
ANALISIS PEMBELAJARAN LURING DI ERA NEW NORMAL MELALUI MOTIVASI SISWA PADA MATA PELAJARAN SEJARAH KELAS XII IPS Mochammad Soim Soim; Mahfud Mahfud; Sahru Romadloni Romadloni
JURNAL SANGKALA Vol 3 No 2 (2024): Jurnal Sangkala
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62734/js.v3i2.263

Abstract

Proses kegiatan belajar mengajar di era new normal di sekolah MA Darul Latief Ar Rosyid Kecamatan Kabat Kabupaten Banyuwangi tentunya akan mengalami proses adaptasi sebagai langkah penyesuaian terhadap kondisi yang dialami. Tujuan peelitian ini untuk Analisis pembelajaran luring di era new normal melalui motivasi siswa pada mata pelajaran sejarah kelas XII IPS semester genap MA Darul Latief Ar Rosyid Kabupaten Banyuwangi. Pendekatan penelitian ini  kualitatif deskriptif. Pengumpulan data mengunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi, mengunakan teknik analisis data interaktif menurut Miles dan Hibberman. Hasil penelitian proses pembelajaran luring dibatasi hanya 50 % siswa yang hadir dan menerapkan protokol kesehatan serta durasi pembelajaran dipersingkat. Pembelajaran berlangsung maksimal karena siswa dapat bertanya secara langsung kepada      guru apabila ada materi yang tidak dimengerti dan dapat berinteraksi secara langsung dengan teman teman dan guru. Siswa sangat termotivasi dalam pembelajaran terlihat sangat serius, tekun mengikuti setiap jam pelajaran dan mengerjakan tugas dengan baik.
Pemberdayaan Budidaya Sayuran Hidroponik Menggunakan Metode Wick System Kaliselogiri Banyuwangi Romadloni, Sahru; Luvita Dewi, Putri
ABDINE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): ABDINE : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/abdine.v4i2.887

Abstract

Kegiatan ini merupakan program kerja jangka pendek yang dibentuk oleh UKM Pilar Bangsa Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi pada tahun 2024 yang bernama sosialisasi budidaya sayuran hidroponik menggunakan metode wick system. Hidroponik adalah salah satu metode budidaya tanaman inovatif untuk diterapkan pada masyarakat masa sekarang. Proses penerapan hidroponik dilakukan dengan sangat sederhana, hidroponik menjadi pilihan karena merupakan metode tanam yang tergolong mudah, hemat ruang dan murah biayanya. Manfaat menggunakan metode hidroponik ini sangat terasa, terutama bagi masyarakat di afdeling Alas Gedang, kebun Kaliselogiri. Metode pengabdian dengan cara sosialisasi dan praktik menanam sayuran, melalui kegiatan ini masyarakat diberikan motivasi tentang pentingnya manfaat yang diperoleh dari bercocok tanam menggunakan hidroponik. Tujuan dari kegiatan ini adalah menjadikan beberapa masyarakat di afdeling Alas Gedang, kebun Kaliselogiri memiliki keterampilan membuat tanaman hidroponik, kegiatan sosialisasi ini juga menjadi salah satu jalan keluar dan pemecahan masalah bagi masyarakat terkait kesadaran pemenuhan makanan sehat serta menjadikannya sebagai usaha tambahan.