Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sosialisasi Pencegahan Stunting Di Kelurahan Tanjung Rhu Brillian Dini Ma. Iballa; Irfan Syaifully; Sherina Ayuni; Fatiha Ulfa; Dhea Amalia Asri; Innifia Anisa Pradini; Fikri Haikal; Sandra Putri Yulita; Sulistiani; Putri Nimi Usti; M. Agung Fadillah; Elpidayanti; Andres Juansah; M. Wahyu Pradana
JDISTIRA - Jurnal Pengabdian Inovasi dan Teknologi Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jdt.v3i2.537

Abstract

Tanjung Rhu merupakan salah satu kelurahan yang ada di Kecamatan Lima Puluh kota Pekanbaru. Secara geografis Kelurahan Tanjung Rhu terletak di Jl, Hijrah No. 44 dan Luas Wilayah Kelurahan Tanjung Rhu 1.62 KM2. Wilayah ini memiliki jumlah penduduk sebanyak 13.544 jiwa pada tahun 2022. Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru pada tahun 2022, menyebutkan persentase kasus balita stunting tertinggi terdapat di Kecamatan Lima Puluh sebanyak 76 kasus. Dari data tersebut, terlihat Kelurahan Tanjung Rhu Kecamatan Lima Puluh yang memiliki kasus balita penderita stunting tertinggi yakni terdapat 33 kasus. Stunting merupakan suatu kondisi yang menggambarkan status gizi anak yang mengalami kekurangan pertumbuhan dan perkembangan secara kronis sejak usia dini. Kurangnya pengetahuan warga mengenai stunting menyebabkan angka stunting sulit menurun. Melalui kegiatan Pengabdian Masyarakat bersama Mahasiswa KKN Universitas Abdurrab, dilakukan penyuluhan bersama kader-kader stunting di Kelurahan Tanjung Rhu. Penyuluhan ini membahas mengenai bahaya stunting dan cara mencegah stunting. Melalui kegiatan ini para kader-kader stunting ini mampu menyalurkan pengetahuannya kepada warga terutama ibu-ibu yang berada di kelurahan Tanjung Rhu.
GAMBARAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN BPJS RAWAT JALAN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI RSUD Dr. ACHMAD MOCHTAR BUKIT TINGGI Husnawati; Aisyah; Ardita Yuan Cahya Pramesti; Diantika Rahmayani; Fasri Dian Safitri; Lala Azela; Muhammad Yudika Chandra; Putri Melati; Putri Nimi Usti; Saskira Windy Noviana; Siti Rahmatun Nur; Waldy Wijayanto; Yolanda Selviana
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 2 (2025): Vol. 10 No. 2 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v10i2.2250

Abstract

Kepuasan pasien merupakan indikator penting dalam menilai mutu pelayanan kefarmasian karena mencerminkan kesesuaian antara harapan pasien dengan pelayanan yang diterima. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kepuasan pasien BPJS rawat jalan terhadap pelayanan kefarmasian di RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, dilaksanakan pada tanggal 15–17 Juli 2025 dengan jumlah sampel sebanyak 42 responden yang ditentukan melalui teknik accidental sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner tertutup yang disusun berdasarkan lima dimensi SERVQUAL meliputi tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Data dianalisis secara univariat menggunakan teknik persentase dan perhitungan TCR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan pasien secara keseluruhan berada pada kategori puas dengan nilai rata-rata 61,67%. Pada aspek tangible pasien menilai ruang tunggu nyaman dan rapi meski media edukasi masih terbatas, pada reliability pasien sangat puas terhadap kejelasan informasi obat dan kelengkapan obat, pada responsiveness pasien menilai apoteker sigap dan cukup cepat dalam melayani, pada assurance pasien merasa apoteker profesional serta menumbuhkan rasa percaya, sedangkan pada empathy mayoritas responden sangat puas terhadap sikap sopan, ramah, dan kepedulian apoteker. Penelitian ini menyimpulkan bahwa mutu pelayanan kefarmasian di RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi telah memenuhi harapan pasien, meskipun masih perlu peningkatan fasilitas informasi kesehatan. Oleh karena itu, disarankan agar rumah sakit menyediakan sarana edukasi berupa kotak informasi berisi leaflet, brosur, dan poster guna memperkuat mutu layanan serta mendorong penelitian lanjutan dengan jumlah responden yang lebih besar untuk memperoleh hasil yang lebih komprehensif.