Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Edukasi Bahaya Lesbie, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) Pada Siswa SMA Budi Luhur Pekanbaru marlina wati, Huda; br Sirait, Marsella; Sekar Kinasti, Dewi; Permata Putri, Indah; Nurul Khasanah, Nida; Reddy, Reddy; Anis Mahdiyyah, Riska; Sofia, Sofia; Melliyani Harahap, Nur Mugri; Nuranti, Nuranti; Ade Anggraini, Nadya; Sonia, Sonia; Anthoni Brigantono, Anthoni Brigantono; Surya Pratama, Hadi; Aulia Nanda, Yoga
JDISTIRA - Jurnal Pengabdian Inovasi dan Teknologi Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jdt.v3i2.552

Abstract

Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender (LGBT) merupakan bentuk disorientasi seksual yang angka kejadiannya terus meningkat termasuk di Indonesia. Data Center Intelligence Agency (CIA) pada 2015, populasi LGBT di Indonesia merupakan ke- 5 terbesar di dunia. Hal ini perlu diantisipasi dengan meningkatkan pengetahuan generasi muda khususnya remaja terhadap bahaya Lesbie, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) sehingga dapat menekan perkembangan perilaku menyimpang tersebut yang tidak sesuai dengan norma agama dan norma kesusilaan yang terdapat di masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada siswa tentang buruknya akibat perilaku menyimpang dari Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender (LGBT) dan bagaimana pencegahannya di lingkungan keluarga maupun masyarakat. Edukasi ini dilaksanakan di SMA Budi Luhur Pekanbaru dan diikuti oleh siswa kelas 12 SMA Budi Luhur yang berlokasi di Kelurahan Lembah Sari RW. 04, RT. 01, Kecamatan Rumbai Timur, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Edukasi imi merupakan salah satu wujud pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh mahasiswa Universitas Abdurrab sebagai salah satu kegiatan dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) kelompok 8. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah dengan penyuluhan dan sosialisasi pada siswa kelas 12. Program ini merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas Abdurrab sebagai salah satu kegiatan pada Kuliah Kerja Nyata (KKN) kelompok 8. Metode yang digunakan adalah dengan penyuluhan dan sosialisasi kepada siswa kelas 12. Hasil edukasi menunjukkan bahwa setelah dilakukan penyuluhan dan tanya jawab, seluruh siswa mampu memahami dan menjelaskan tentang orientasi seksual yaitu LGBT dan bahaya perilaku LGBT.
PENGARUH TINGKAT KEMATANGAN BUAH NANAS TERHADAP KUALITAS SEDIAAN SERUM DARI EKSTRAK KULIT BUAH NANAS (Ananas comosus (L.) Meer) Utama, Vonny Kurnia; Reddy, Reddy; Putri, Diva Andini
Jurnal Inkofar Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Politeknik META Industri Cikarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46846/jurnalinkofar.v9i2.459

Abstract

Kulit buah nanas (Ananas comosus (L.) Merr.) mengandung senyawa antioksidan seperti vitamin C dan flavonoid yang berperan dalam menangkal radikal bebas penyebab kerusakan sel. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan sediaan serum dari ekstrak kulit buah nanas berdasarkan tingkat kematangan buah (50%, 70%, dan 95%) dan melakukan evaluasi sediaan. Sediaan serum dipilih karena memiliki viskositas yang relatif rendah sehingga lebih mudah diserap oleh kulit, memberikan efek yang lebih nyaman, serta mempermudah penyebaran bahan aktif secara merata di permukaan kulit. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan pelarut etanol 96%. Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, dan aktivitas antioksidan. Hasil menunjukkan bahwa sediaan serum memiliki konsistensi agak kental, berwarna coklat keemasan, beraroma khas kulit nanas, dan bersifat homogen. Nilai pH F0, FI, FII, dan FIII yaitu 4,7–5,16 dan viskositas antara 145,71–6348 cPs. Uji aktivitas antioksidan menggunakan metode microplate reader pada panjang gelombang 492 nm menunjukkan bahwa formula I (kematangan 50%) memiliki nilai ICβ‚…β‚€ sebesar 44,48 (aktivitas sangat kuat), formula II (70%) sebesar 60,73, dan formula III (95%) sebesar 63,46 (aktivitas kuat). Berdasarkan hasil tersebut, serum ekstrak kulit buah nanas dengan tingkat kematangan 50% menunjukkan aktivitas antioksidan terbaik